IIMS 2017, Malah Test Drive Sepeda Listrik

IIMS 2017 menyediakan arena test drive untuk mobil dan motor baru yang dijual di pameran tersebut. Namun dasar orang aneh, saya tidak test drive mobil/motor baru, tapi malah test drive sepeda listrik.

Yang saya lihat di IIMS 2017 ada 2 booth sepeda listrik, yaitu Selis (mungkin singkatan dari Sepeda Listrik) dan Mr. Jackie. Selain menawarkan banyak varian sepeda listrik dan kursi roda listrik, Selis menawarkan pula kit motor listrik untuk sepeda biasa, semacam conversion kit dari tenaga otot ke listrik, xixixi. Kit ini terdiri dari motor listrik yang terpasang di roda, regulator, baterai, controller dan handle untuk mengatur kecepatan. Kit ini harganya sekitar Rp 7.500.000 dengan waktu pemasangan kurang lebih 2 hari. Ini menjadi opsi yang menarik bagi Bike2Work karena tentu saja akan lebih ekonomis dibanding motor bensin biasa.

Kalau Mr. Jackie opsinya sedikit. Sepertinya cuma 1 atau 2 model. Tapi bentuknya bagus sih dan banyak pilihan warna. Bentuknya lebih mirip scooter kecil tapi tetap ada pedalnya. Namun saya harus mengakui kalau bentuknya bagus.

Sayangnya saya tidak sempat tanya detail karena booth-nya sangat ramai. Dan banyak anak atau orang tua yang berseliweran mencoba Mr. Jackie. Crowded.

Di booth Selis saya mencoba test drive salah satu sepeda listriknya. Test pertama menggunakan mode putar. Untuk mengaktifkan motornya cukup memutar handle-nya. Seperti ngegas pada sepeda motor kebanyakan. Tidak dinyana, motornya kuat, tarikan cukup lah, spontan walau pun tidak akan membuat loncat atau wheelie. Selis tidak bisa ngebut karena sepeda listrik memang dibatasi lajunya tidak boleh lebih dari 30 km/jam.

Test putaran kedua berganti mode, yaitu mode kayuh. Mode bisa diset ke low, medium dan high. Saya lupa detail rasionya, kalau tidak salah bisa sampai 1:10. Artinya tenaga yang digunakan mengayuh akan ditranslasikan menjadi 10x tenaga motor. Jadi cukup sedikit saja mengayuh, tenaga yang keluar dari motor akan 10 kalinya. Kalau diset low tentu harus lebih bertenaga mengayuhnya dibanding kalau high.

Ini cocok untuk upaya pencitraan seperti seorang pejabat yang mencitrakan diri Bike2Work (berangkat kerja naik sepeda kayuh) padahal ternyata ada motor listriknya, hahaha…

Sebenarnya cukup mengayuh dengan sedikit tenaga saja, maka sepeda sudah ngacir. Bagus juga untuk membantu pesepeda untuk mendaki tanjakan, karena akan sangat terbantu tenaga dari motor listriknya.

Lebih lanjut, selain hemat energi dan tentu saja tidak perlu beli bensin, sepeda listrik ini sangat membantu alam karena tidak mengeluarkan emisi atau polusi. Jujur saja, saya pengen banget beli kit motor listrik ini. Sayangnya dengan harga 7 jutaan, kit ini jadi terasa mahal karena beli sepedanya saja sudah mahal, hahaha… Kalau mau praktis ya pakai saja Mr. Jackie yang dengan harga segitu sudah dapat sepeda listrik plus bisa boncengan. Tapi ya modelnya begitu, tidak banyak orang yang cocok dengan bentuknya, xixixi…

Cerita test drive yg lalu:
~ Test Ride Bajaj Pulsar dan Honda Vario
~ Test Drive Toyota Prius Hybrid

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Personal dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s