Membawa Gitar Pendiam Naik Pesawat

Setelah liburan Natal dan Tahun Baru yang panjang, akhirnya saya harus kembali ke habitat saya, yaitu di Tangerang. Yang rada ribet adalah karena saya membawa tentengan baru, yaitu Silent Guitar SLG200S kado ulang tahun. Ya sebenarnya gitar ini kado ulang tahun buat saya setelah mengidamkannya bertahun-tahun, hehehe… Saya yang ogah ribet terpaksa harus mengurangi 1 tentengan, yaitu tas kamera. Kamera dan Go Pro saya masukkan ransel dan tasnya saya tinggal. Hiks…

Terus terang ini pertama kalinya saya harus membawa gitar naik pesawat. Dulu pernah beli gitar di Semarang juga tapi membawanya ke Tangerang pakai mobil (baca: Gitar Blank). Jadi saya pun googling cari informasi tentang membawa gitar di pesawat. Dan ternyata memang tergantung maskapainya. Ada yang boleh dibawa ke kabin, ada yang harus masuk bagasi dan ada yang harus beli seat tambahan supaya aman. Jadi didudukkan di seat sendiri. Kalau masuk bagasi mending pakai hardcase. Sayangnya Si Gitar Pendiam ini tidak dibekali hardcase. Dari paket pembelian cuma dibekali softcase, itu pun setengah body, hehehe…

Jadi saya pun rada ragu juga mau bawa Si Gitar Pendiam ini. Saat mengantarkan saya ke bandara, saya berpesan kepada Sisi untuk menunggu saya check-in dan nanti akan saya telfon apakah saya berhasil membawa gitar ke kabin atau tidak. Kalau tidak, maka sebaiknya gitar saya titipkan Sisi untuk dibawa pulang ke rumah.

Ternyata saat check-in tidak dibolehin sama petugasnya. Lha saya kok pakai tanya apakah boleh bawa gitar ke kabin atau tidak? Mestinya kan tidak usah tanya, toh si petugas tadinya tidak tahu saya bawa gitar. Saat saya tanya tidak dibolehin, hiks… Tapi kalau dibawa ke cabin ternyata kemudian ditolak pramugarinya bisa repot juga sih.

Sempat diskusi panjang sama si petugas tentang keamanan bawa gitar di bagasi. Saya juga berargumen kalau maskapai lain boleh bawa gitar masuk kabin. Si Petugas memberikan alternatif untuk membeli seat tambahan. Gubrak…

Ya sudah, saya ikutin arahan petugas, yaitu memasukkan gitar ke bagasi. Si Petugas pun memberikan surat pernyataan tidak menuntut jika ada kerusakan untuk saya tanda tangani. Tapi Si Petugas berjanji memperlakukan gitar ini sebagai barang VIP. Gitar akan dimasukkan secara terpisah dengan barang-barang lain dan akan diperlakukan lebih hati-hati. Saya pun pasrah dan berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengan si Gitar Pendiam ini.

Tentu saja sepanjang perjalanan saya merasa khawatir. Ehm… bohong sih, saya sempat ketiduran, hahaha…

Sesampai di Cengkareng tentu saja saya langsung dag-dig-dug menantikan Si Gitar Pendiam di conveyor. Sepertinya sih memang diperlakukan secara VIP. Karena dia baru muncul belakangan saat hampir semua barang selesai diantarkan di conveyor. Dan ternyata si Gitar Pendiam tidak sendiri! Ada gitar lain juga yang mengalir lewat conveyor. Malah lebih besar dan tebal. Sepertinya gitar akustik. Sama-sama ada label VIP.

Setelah itu barulah Si Gitar Pendiam yang mungil itu muncul. Langsung saja saya ambil dan buka untuk dicek. Ternyata semuanya baik-baik saja. Tidak ada kerusakan, tidak ada yang hilang. Puji Tuhan.

Dan terima kasih pada Sriwijaya Air dan segenap crew yang terlibat yang telah menjaga Si Gitar Pendiam ini sehingga selamat tiba di tujuan. Lega deh pokoknya.

Syukurlah Si Gitar Pendiam (Silent Guitar) selamat di bagasi 🙏

A post shared by Emanuel Setio Dewo (@setiodewo) on

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.