Walk for Autism Indonesia 2011

Ikutan yuk?

Iklan

Bagaimana Remaja Autis Jatuh Cinta?

{Klipping ini diambil dari Koran WARTA KOTA hari Minggu, 25 April 2010. Semoga bermanfaat.}

Jatuh cinta milik semua orang. Anak autis pun mengalaminya. Hanya saja, ada perbedaan dalam cara mengekspresikan, tapi secara keseluruhan hampir sama.

Ratna Gurning (42) menceritakan anak laki-lakinya, Zepha (14) yang didiagnosa autis sejak berusia 3 tahun 2 bulan. Seperti remaja lainnya, Zepha juga mengalaminya perubahan fisik seperti perubahan suara, berjerawat, tumbuh bulu di sekujur tubuh mau pun kumis.

Namun secara mental, Zepha masih bertindak seperti anak-anak. Hal-hal pribadi seperti mandi atau buang air kecil masih tanpa malu-malu dilakukan tanpa menutup pintu atau tidak menjaga ruang pribadinya.

Baca selebihnya »

Pendidikan Seks Untuk Anak Autis

{Klipping ini diambil dari Koran WARTA KOTA hari Minggu, 25 April 2010. Semoga bermanfaat.}

SEKS adalah kebutuhan alami semua manusia. Tak terkecuali anak yang memiliki kebutuhan khusus seperti autis. Masalahnya, menjelaskan perihal seks kepada anak yang ‘normal’ saja tidak mudah, apalagi kepada anak autis yang memiliki ‘keunikan’ tersendiri. Apalagi ketika anak autis beranjak dewasa, saat mereka juga mengalami jatuh cinta.

Menurut psikolog Dra Dyah Puspita, MSi, orangtua yang memiliki anak autis hampir selalu menghadapi kebingungan setiap putra-putrinya memasuki tahap perkembangan tertentu. Setelah mendapatkan diagnosis autis, orangtua kadang bingung mencari penanganan yang tepat. Waktu terus berjalan, dan ketika anak harus sekolah, orangtua bingung lagi mencari sekolah yang tepat. Permasalahan semakin rumit ketika anak memasuki usia pubertas atau masa remaja. Benarkah segitu rumitnya?

“Masa remaja tidaklah seseram yang dibayangkan, karena sebetulnya tersedia banyak alternatif cara mengelola keadaan secara efektif,” kata psikolog yang biasa disapa Ita itu dalam talkshow “Remaja Autistik dan Permasalahannya” saat Expo Peduli Autisme 2010 di Graha Sucofindo, pekan lalu.

Memang, orangtua harus lebih sabar dan mau memberikan waktu lebih banyak untuk memberikan perhatian kepada anak-anak autis. Harus ditanamkan dalam hati masing-masing orangtua, masalah seks juga menjadi masalah yang sulit bagi remaja kebanyakan, tidak hanya anak yang menyandang kebutuhan khusus.

Baca selebihnya »

Shooting Mirror To Mirror

Kemarin (Sabtu, 28/06/2008 ) aku mengikuti shooting Mirror To Mirror sebagai nara sumber. Topik yang diangkat adalah “Tantangan Bagi Para Ayah Yang Bekerja Di Luar Kota/Negeri.” Sebagai informasi, Mirror To Mirror (MTM) adalah program gagasan Ibu Any Bagwanto yang bertujuan untuk menyebarkan sharing dalam bentuk CD/VCD tentang keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus, misalnya autis. Saat ini MTM sudah membuat 2 volume CD audio sharing orang tua dan kali ini MTM berganti format, yaitu dalam format VCD.

Sungguh luar biasa upaya Ibu Any sehingga program ini dapat berjalan dengan baik. Berkat bantuan Tuhan, akhirnya semuanya dapat berjalan dengan lancar. Semoga program MTM dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

Untuk mendapatkan CD & VCD mirror to mirror silakan hubungi Ibu Any Bagwanto di: 021-74863149.

Baca selebihnya »

Memasang Adsense di Forum Autisme Indonesia (phpBB 3)

Memasang Google Adsense di phpBB 3 ternyata tidak sulit, tapi itu bagi yang mengerti. Kemarin aku sempat bingung karena tidak bisa memasang Adsense. Aku pikir seperti versi sebelumnya, Adsense bisa langsung dikopas (copy paste) di template. Tapi kok Adsense tidak muncul-muncul?

Hem… baru hari ini aku tahu masalahnya setelah googling. Rupanya phpBB 3 telah menyediakan fasilitas untuk mengedit template-nya di ACP (Administration Control Panel). Tanpa melewati fasilitas ini, perubahan yang dilakukan langsung di file template akan diabaikan. Hehehe… aku baru tahu hal ini. Kayaknya phpBB punya cache template yang aktif.

Cara memasukkan kode Adsense adalah dengan mengedit template index_body.html, viewforum_body.html dan viewtopic_body.html. Letakkan kode Adsense di tempat yang sesuai. Sekalian saja aku edit footernya untuk menambahkan kredit. Aku belum tahu apakah peletakan kode Adsense di index_body.html dapat melanggar TOS Google Adsense atau tidak. Soalnya di index kan ada form untuk login dan Google Adsense melarang peletakan kode Adsense di form login.

Penjelasan detail mengenai Adsense di phpBB3: “How to put Google Adsense in PHPBB3”.
Hasilnya dapat dilihat di: “Forum Autisme Indonesia”

Semoga bermanfaat.

Forum Autisme Indonesia

Forum Autisme Indonesia sudah aktif. URL-nya: www.forumautisme.net. Forum ini dibuat sebagai wadah diskusi untuk keluarga autisme Indonesia. Diharapkan forum ini dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan bagi keluarga autis pada khususnya.

Saat ini Forum Autisme Indonesia (FAI) belum memiliki logo. Sangat diharapkan partisipasi masyarakat dalam desain logo FAI.

Semoga bermanfaat. Amin.

Seminar dan Expo Autisme 2008 Hari Kedua

Hari kedua seminar berlangsung lebih ramai. Kurang lebih 520 orang yang hadir dari segala penjuru kota di Indonesia. Kebanyakan yang hadir adalah wanita dan sedikit sekali prianya. Hehehe… saya termasuk yang sedikit itu. Mungkin karena yang lebih banyak mengurus anak penderita autistik adalah sang ibu dari pada sang ayah.

Seminar hari kedua berlangsung panjang, dari jam 10:00 sampai 17:30. Ada 8 topik dari 7 pembicara. Berikut adalah judul seminar yang dibawakan dalam 3 sesi:

Sesi 1
Moderator: Dr. Rini Pramesti

  1. “Perkembangan Otak Janin Dan Pengaruh Kehamilan” oleh Dr. Setyo Handryastuti, Sp. A (K).
  2. “Tips Meminimalkan Resiko Kehamilan Berikutnya Pada Keluarga Dengan Anak Autis” oleh Dr. Melly Budhiman, Sp. KJ.

Sesi 2
Moderator: Sri Utami Djamaludin

  1. “Menjadi Orangtua Yang Bahagia” oleh DR. Adriana Ginanjar, MS.
  2. “Pengalaman Sebagai Orangtua Nuha” oleh Krisnadi Yuliawan.
  3. “Cool Siblings” oleh Yuniar Mukhlis.

Sesi 3
Moderator: Sri Utami Djamaludin

  1. “Pendidikan Bagi Anak Autistik” oleh Dyah Puspita.
  2. “Home Education Bagi Anak Autistik, Mungkinkah?” oleh Hanny Gunawan.
  3. “Merancang Pendidikan Bagi Remaja Autistik” oleh Dyah Puspita.

Kalau kemarin belum sempat berkenalan dengan Ibu Dyah Puspita, maka hari ini saya berkesempatan berkenalan dengan beliau. Sempat memfoto beliau bersama dengan Ibu Adriana Ginanjar (yang saya beli juga bukunya) dan juga Krisnadi Yuliawan.

Jika ada kesempatan, saya ingin mengangkat beberapa topik seminar menjadi tulisan khusus di sini. semoga kesampaian.