Beli Sepatu Bonus Pengaman

Entah benda ini apa namanya, tapi fungsinya untuk pengamanan barang-barang yang dijual di mall terhadap upaya pencurian. Pengaman ini akan dilepas saat kita membayar barang yg kita beli di Kasir.

Kalau misalnya ada seseorang berniat untuk tidak membayar dan kemudian membawa benda dengan pengaman ini melewati detector di pintu keluar, maka alarm akan berbunyi. Dan tentu saja mengundang satpam untuk menangkap orang itu.

Sepatu dengan Pengaman
Sepatu dengan Pengaman

Suatu saat kami membelikan Axel sepatu. Ternyata pengaman ini lupa dilepas oleh Kasir. Alhasil pengaman ini tetap nempel di sepatu Axel. Syukurlah tidak ada alarm yang berbunyi saat kami keluar. Dan kami baru sadar kalau pengaman ini belum dilepas saat kami sudah sampai rumah. Balik lagi ke mall untuk melepasnya? Hehehe… tentu saja malas donk. Belum lagi kalau ada prasangka macam-macam. Ya tho?

Pengaman itu
Pengaman itu

Akhirnya daku mencoba melepaskannya sendiri. Rupanya sulit. Harus pakai magnet seperti di kasir mall itu. Alhasil terpaksa daku gunting sedikit lidah sepatunya. Hiks… jadi tidak bagus lagi sepatunya. Namun apa boleh buat.

Axel dan Kirana

Kalau ada ajakan posting foto semenarik Maret Ceria yang digagas Mama Cal-Vin, mana bisa kita lewatkan begitu saja? Karena tentu banyak foto tingkah anak-anak yang lucu & menarik, sekaligus mengharukan untuk dikenang. Oh iya, Anda bisa ikutan juga loh!

Nah, dalam foto kali ini daku menampilkan foto Kakak Axel dan Dik Kirana. Bukan foto baru, tapi foto 2 tahun silam saat Kirana masih bayi. Di mana saat itu Axel sangat penasaran sama adik bayinya. Setiap saat ditengokin, dan seringkali Axel nampak gemes.

Namun kini keadaannya berubah. Kalau dulu seringnya Kirana terganggu, kini Kirana lah yang sering menggoda kakaknya. Kirana lebih sering main ke kamar kakaknya & minta ini-itu kepada kakaknya. Isengnya adalah saat malam hari kakaknya tidur, Kirana numpaki kakaknya ngajak main kuda-kudaan. Hayah… Tentu saja Kirana harus segera diciduk dan dikembalikan ke peraduannya.

Axel dan Kirana
Axel dan Kirana

Evaluasi 2010 dan Target 2011

Seperti yang sudah-sudah, inilah saatnya evaluasi dari target yang telah ditetapkan untuk 2010. Dan ternyata… ngga ada yg kesampaian. Hihihi… menyedihkan sangad. Berarti ngga berprestasi dong? Hiks, iya…

Bukannya tidak berusaha keras, tapi banyak sekali distraction di samping efek-efek berantai yang membuatnya jadi molor dan kemudian tidak tercapai. Dari masalah kontrakan, rumah, sekolah, mobil, novel, dll. (*ngeles indah, dasar ngga fokus!*)

Baca selebihnya »

Bagaimana Remaja Autis Jatuh Cinta?

{Klipping ini diambil dari Koran WARTA KOTA hari Minggu, 25 April 2010. Semoga bermanfaat.}

Jatuh cinta milik semua orang. Anak autis pun mengalaminya. Hanya saja, ada perbedaan dalam cara mengekspresikan, tapi secara keseluruhan hampir sama.

Ratna Gurning (42) menceritakan anak laki-lakinya, Zepha (14) yang didiagnosa autis sejak berusia 3 tahun 2 bulan. Seperti remaja lainnya, Zepha juga mengalaminya perubahan fisik seperti perubahan suara, berjerawat, tumbuh bulu di sekujur tubuh mau pun kumis.

Namun secara mental, Zepha masih bertindak seperti anak-anak. Hal-hal pribadi seperti mandi atau buang air kecil masih tanpa malu-malu dilakukan tanpa menutup pintu atau tidak menjaga ruang pribadinya.

Baca selebihnya »

Pendidikan Seks Untuk Anak Autis

{Klipping ini diambil dari Koran WARTA KOTA hari Minggu, 25 April 2010. Semoga bermanfaat.}

SEKS adalah kebutuhan alami semua manusia. Tak terkecuali anak yang memiliki kebutuhan khusus seperti autis. Masalahnya, menjelaskan perihal seks kepada anak yang ‘normal’ saja tidak mudah, apalagi kepada anak autis yang memiliki ‘keunikan’ tersendiri. Apalagi ketika anak autis beranjak dewasa, saat mereka juga mengalami jatuh cinta.

Menurut psikolog Dra Dyah Puspita, MSi, orangtua yang memiliki anak autis hampir selalu menghadapi kebingungan setiap putra-putrinya memasuki tahap perkembangan tertentu. Setelah mendapatkan diagnosis autis, orangtua kadang bingung mencari penanganan yang tepat. Waktu terus berjalan, dan ketika anak harus sekolah, orangtua bingung lagi mencari sekolah yang tepat. Permasalahan semakin rumit ketika anak memasuki usia pubertas atau masa remaja. Benarkah segitu rumitnya?

“Masa remaja tidaklah seseram yang dibayangkan, karena sebetulnya tersedia banyak alternatif cara mengelola keadaan secara efektif,” kata psikolog yang biasa disapa Ita itu dalam talkshow “Remaja Autistik dan Permasalahannya” saat Expo Peduli Autisme 2010 di Graha Sucofindo, pekan lalu.

Memang, orangtua harus lebih sabar dan mau memberikan waktu lebih banyak untuk memberikan perhatian kepada anak-anak autis. Harus ditanamkan dalam hati masing-masing orangtua, masalah seks juga menjadi masalah yang sulit bagi remaja kebanyakan, tidak hanya anak yang menyandang kebutuhan khusus.

Baca selebihnya »