Mawar Merah Merekah

Selain memotret bunga mawar dengan DSLR, saya juga mencoba memotret dengan BlackBerry Z10. Saya senang memotret dengan Z10 karena hasilnya bagus dan editor bawaannya keren dan mudah digunakan. Berikut contoh foto dari Z10 yang saya crop dan edit white balance dan saturation-nya.

Mawar

Detail foto: Aperture f/2,2, Exposure time 1/50 sec, focal length 4,1mm, ISO 137, no flash.

Iklan

Cara Mengganti PIN atau BBM ID di BBM for Android

Suatu ketika Anda perlu mengganti BBID (BlackBerry ID) di BBM Android Anda. Atau mungkin perlu mengganti PIN yang sudah Anda dapatkan sebelumnya. Caranya mudah kok. Tidak perlu uninstall dan install ulang BBM Anda. Cukup lakukan trik berikut ini.

Screen shot Pengaturan

  1. Masuk ke bagian Pengaturan di Android Anda.
  2. Pilih bagian Aplikasi.
  3. Klik BBM di daftar aplikasi yang telah Anda install.
  4. Pada Info Aplikasi (lihat screen shot di atas) klik tombol “Hapus memori”. Kemudian tekan pula tombol “Hapus data”.
  5. Supaya mulai dari awal, klik tombol “Paksa berhenti”.
  6. Keluar dari Pengaturan. Jalankan ulang BBM di Android Anda.
  7. Akan muncul pengaturan ulang BBM. Silakan masukkan email dan BBID yang ingin Anda pakai. Bisa juga dengan membuat BBID baru.
  8. Setelah berhasil dengan BBID, maka akan muncul PIN baru Anda.

Horeee… Anda punya PIN baru!

Kehadiran Skype di BlackBerry 10

Kalau penundaan kehadiran BBM (BlackBerry Messenger) tempo hari mengundang perdebatan dan omelan, sebenarnya kita perlu ngomel juga tentang kehadiran Skype di BlackBerry 10. Apa pasalnya? Soalnya sejak kehadiran BB10 di pasaran dengan kemunculan Z10, Skype telah menjadi salah satu aplikasi yang berjanji hadir di BB10. Iklannya di BlackBerry World telah lama tayang, namun yang tersedia sampai kini adalah versi Preview.

Setelah lama menunggu, hadirlah versi Preview-nya dengan antarmuka yang lebih menawan, lebih serasi dengan Sisop BB10. Update antarmuka yang lebih menawan ini juga telah hadir di Android.

Sebagai informasi, Skype yang telah dibeli Microsoft ini sangat popular di dunia PC sebagai aplikasi komunikasi video (juga text dan audio). Sayangnya kita harus berlangganan untuk memanfaatkan video conference (lebih dari 2 partisipan) atau untuk penggunaan korporasi.

Silakan install dan coba di BB10 Anda. Berikut link-nya: Skype (Preview).

Atau scan code berikut ini:

~~~

Berita terkait:
~ We take a look at the new Skype UI for BlackBerry 10 – and it’s real sweet!
~ Skype (Preview) (BlackBerry World)

~~~

Catatan tambahan: Saat ini belum semua zona bisa menikmati update antarmuka baru Skype di BB10. Barusan saya install masih menggunakan antarmuka lama. Hiks… Ayo ngomeeel…

Apakah BBM Messenger Terbaik?

Ketika BBM akan dirilis ke platform Android dan iOS, yang mengakibatkan aplikasi messenger ini tidak eksklusif lagi di handset BlackBerry, maka ada saja opini berkeliaran di berbagai media. Apakah BlackBerry cukup percaya diri melawan program chat lain yang memiliki basis pengguna jauh di atasnya? 200 juta pengguna WhatsApp versus 60 juta pengguna BBM? Apakah BlackBerry sangat yakin kalau BBM lebih baik dari pada aplikasi chat lain?

Ketika pertanyaan “Apakah BBM (BlackBerry Messenger) messenger terbaik?” dilontarkan, mungkin jawabannya akan beragam dengan berbagai argumentasi yang sangat relatif. Maklum, sekarang ini program untuk chat sangat bejibun, terutama yang berbasis aplikasi mobile. Bahkan jauh meninggalkan penggunaan aplikasi chat/messenger desktop yang telah berumur tua.

Namun bagiku (IMHO), BBM masih yang terbaik. BBM memang bukanlah aplikasi yang keren, kaya warna, kaya emoticon, hiburan atau pun games. Justru dia sederhana saja tampilannya. Namun justru itulah yang membuatku menyukainya. Terutama jika menggunakan OS BB10 yang lebih gegas, maka BBM menjadi lebih responsif dalam antarmukanya.

Selain itu, daku sangat menyukai status dari sebuah pesan. Kita bisa tahu kalau pesan yang kita kirimkan dari beberapa status, pertama adalah status pengantaran. Setelah kita tekan tombol kirim, maka akan ditampilkan simbol seperti sinyal radio, yang berarti ponsel kita sedang berupaya mengirimkan pesan. Kemudian diikuti status pengantaran yang jika gagal akan ditampilkan tanda silang merah. Jika berhasil dikirimkan ke server BlackBerry, maka akan ditampilkan icon centang abu-abu.

Baca selebihnya »

Memanfaatkan Tethering Android Untuk Berbagi Media

Saat ini daku memiliki beberapa piranti, yaitu BlackBerry, Smartphone Android, Tablet PC, Notebook, dan Dongle TV Android. Masing-masing punya fungsinya sendiri-sendiri walau pun secara fungsional mereka memiliki fitur yang sama. Maksudnya, semuanya bisa menampilkan foto/video, berkomunikasi, dll. Hanya saja, kadang-kadang kita perlu melihat foto atau memainkan film yang tersimpan di satu piranti di piranti lain, atau yang didownload dari notebook/tablet PC.

Saat ini daku banyak mengambil foto/video dari BlackBerry Z10 dan tentu lebih nyaman menikmatinya dari TV LED 32″ dengan bantuan Dongle TV Android. Asyik kan? Apalagi jika kita menikmatinya bersama teman atau keluarga.

Sungguh tidak praktis jika daku harus mengirim foto-foto tersebut ke Dongle TV Android. Kebetulan Dongle TV Android-ku tidak memiliki koneksi Bluetooth. Lagi pula menyalin file media yang begitu besar ke piranti lain malah memboroskan kapasitas penyimpanan. Mengirim via email atau menyimpan foto-foto tersebut di cloud? Malah jadi tambah boros bandwidth.

Untunglah daku bisa memanfaatkan fitur tethering hotspot di Android yang bisa mengkoneksikan sampai 5 piranti dalam jaringan lokal selain fungsi utama tethering sebagai pembagi koneksi internet. Daku memanfaatkan Smartphone dari Smartfren, yaitu Smartfren Andromax-i sebagai hotspot dan mengkoneksikan piranti yang lain ke hotspot ini. Untuk sharing cukup mudah karena notebook sudah terinstall Samba. Sedangkan antara piranti Android bisa memanfaatkan aplikasi File Expert yang memiliki fitur berbagi content via FTP, Wifi, DNLA, dll. Saya lebih senang menggunakan fitur FTP yang memampukan piranti Android sebagai FTP Server. Kalau mau keren bisa memanfaatkan fitur DNLA untuk memainkan video di piranti lain. Kebetulan BlackBerry Z10 telah mendukung fitur ini.

Dengan memanfaatkan fitur tethering & hotspot dari Android ini berarti daku bisa menghemat dari pembelian piranti WiFi Hotspot yang walau pun sekarang sudah cukup murah namun membuat perbendaharaan pirantiku semakin banyak. Males kan kalau kemana-mana harus menenteng banyak piranti? Lagi pula daku sedang berhemat, hehehe…

Dengan cari ini daku bisa mengintip isi masing-masing piranti dari piranti lain via berbagi content jaringan ini. Ke depannya daku ingin membangkitkan Raspberry Pi yang lama teronggok tak berdaya. Daku ingin memanfaatkan Raspberry Pi sebagai SAN/NAS (storage area network/network attached storage) yang akan menyimpan semua file media (foto, video, dll) dan siap dimainkan dari semua pirantiku yang terhubung ke hotspot. Kebetulan daku telah menyediakan sebuah harddisk external 1 TB. Untuk Raspberry Pi telah pula daku siapkan Dongle Wifi USB. Sedangkan Raspberry Pi-nya sendiri akan dikonfigurasi headless alias tanpa monitor, keyboard dan mouse. Begitu nyala langsung berfungsi sebagai SAN.

Rasanya sudah gatal ingin segera mewujudkannya. Tapi ah, liburan dulu…

SBY di BB Z10

Salah satu fitur yang saya sukai dari BlackBerry Z10 adalah keyboard touch screen-nya. Dia memiliki fitur prediksi yang bagus yang membantu kita dalam mengetik berdasarkan tata bahasa dan apa yang pernah kita ketikkan. Cukup cerdas karena Z10 akan mengingat apa yang sering kita ketik untuk seseorang. Intinya dia cukup cerdas karena bisa mengingat kata-kata yang kita ketik untuk seseorang.

Sus...

Walau pun dia bisa belajar, dia telah dibekali prediksi standard. Yang saya temui, dia bisa memberikan usulan nama orang. Mungkin Z10 telah dibekali dengan nama-nama standard yang sesuai dengan negara atau bahasa yang kita pakai. Contohnya saat saya mengetikkan “Sus”, maka Z10 menawarkan nama Susan (generik) dan yang menarik adalah “Susilo”.

Baca selebihnya »

Galau BlackBerry Z10

Sekitar 3 hari kemarin saya galau. Penyebabnya adalah karena BlackBerry Torch saya bermasalah di fleksibel-nya. Jadi saat saya slide tutup, maka layar akan padam. Kadang saat saya buka slide-nya, layar tidak mau nyala. Jadi saya harus tekan tombol on di bagian atas Torch. Masalahnya seperti yang dibahas di “Kelemahan Flexibel BB Torch 9800”.

Berdasarkan pengalaman teman-teman yang pernah mengalami hal serupa, Torch mesti ganti modul fleksibelnya. Untuk modul yang original harganya termasuk ongkos pasang Rp 400-450,000. Weks, mahal banget yak? Kalau yang bukan aslinya bisa lebih murah setengahnya. Tapi konon tidak akan tahan lama.

Di samping malas untuk servis yang butuh waktu lama, dari lubuk yang paling dalam (*gubrak*), sebenarnya saya sudah bosan juga dengan Torch yang telah menemani saya selama hampir 2 tahun. Jadi saya pun memutuskan untuk membeli BlackBerry Z10. Pertimbangannya adalah karena saya tetap ingin menjalin komunikasi dengan komunitas di BBM (BlackBerry Messenger), namun saya tidak ingin menggunakan BlackBerry dengan platform lawas. Saya ingin menggunakan Sisop BB10 yang lebih modern. Lagi pula spesifikasi hardware Z10 benar-benar mumpuni. Jadi saya pun membulatkan tekad membeli Z10.

z10

Baca selebihnya »