Menciptakan Layanan yang Berkesan

Kalau tempo hari saya berhasil menebak misteri dan mendapat hadiah buku, maka kemarin saya bertemu langsung dengan penulis buku “THE FUTURE OF HEALTHCARE MARKETING” tersebut, yaitu Bpk. Sumardi.

Presentasi oleh Pak Sumardi
Presentasi oleh Pak Sumardi

Kemarin Pak Sumardi membawakan presentasi berjudul “Menciptakan Layanan yang Berkesan”. Pak Sumardi yang juga pendiri “Upnormal Group” ini menjelaskan pentingnya layanan yang berkesan. Tentu kesan yang positif ya. Karena pasien yang merasakan kesan positif dan puas bisa saja menjadi sales bagi rumah sakit. Berbeda dengan pasien yang kecewa. Bisa saja pasien yang kecewa ini akan menjadi penghalang bagi rumah sakit.

Saya, Pak Sumardi & dr. Erik Tapan
Saya, Pak Sumardi & dr. Erik Tapan

Presentasi kemarin sangat bermanfaat bagi seluruh jajaran di rumah sakit. Karena kepuasan pelanggan ditentukan oleh semua orang yang terlibat.

Misteri 11-12-13 Berhadiah Buku

Tempo hari dr. Erik Tapan melontarkan kuis di group RS Awal Bros bertajuk misteri 11-12-13. Beliau memposting sebuah gambar animasi bergambarkan logo RS Awal Bros dengan tulisan 11-12-13 di depannya. Dan ada animasi angka 9. Apakah arti gambar tersebut?

Misteri 11-12-13
Misteri 11-12-13

Saya pun iseng menjawabnya. Dan ternyata benar. Jawaban lengkapnya adalah: angka 11-12-13 adalah tanggal peresmian RS Awal Bros Panam, yaitu 11 Desember 2013. Sedangkan angka 9 menunjukkan bahwa RS Awal Bros Panam adalah rumah sakit ke-9 dari group RS Awal Bros. Selengkapnya adalah:

  1. RS Awal Bros Pekanbaru
  2. RS Awal Bros Batam
  3. RS Awal Bros Tangerang
  4. RS Awal Bros Bekasi
  5. RS Awal Bros Makassar
  6. RSIA Evasari
  7. CMC Clinic & Rumah Bersalin
  8. RS Awal Bros Ujung Batu
  9. RS Awal Bros Panam

Dan karena jawaban saya benar, saya mendapatkan hadiah buku berjudul THE FUTURE OF HEALTHCARE MARKETING karangan Sumardy & Marlin Silviana lengkap dengan tanda tangan penulisnya. Asli, bukunya keren, full color. Membacanya jadi menyenangkan. Mungkin akan saya ulas jika sudah selesai membacanya.

Terima kasih dr. Erik Tapan atas hadiahnya yang keren. Dan selamat bagi group RS Awal Bros atas berdirinya RS ke-9. Tahun depan kita menunggu yang ke-10.

Diserahterimakan oleh Mas Andri
Diserahterimakan oleh Mas Andri

Manusia Itu Herbivora

Buku Nabati-Man
Buku Nabati-Man

Di Kitab Suci diceritakan kalau manusia pertama sampai beberapa keturunannya berusia 900+ tahun. Kemudian generasi Nabi Nuh dan keturunannya berusia 400+ tahun. Umur Nabi Musa 120+ tahun. Hingga kemudian manusia setelah itu berumur di bawah 120 tahun.

Di Kitab Mazmur bahkan disebutkan kalau kemudian umur manusia itu 70 tahun. Dan jika kuat bisa mencapai 80 tahun.

Apa yang membedakan beberapa generasi tersebut? Mengapa generasi pertama bisa sampai ratusan tahun tapi generasi modern cuma kurang dari 100 tahun?

Baca selebihnya »

Poconggg Si Pocong Gila

Setelah kami membeli buku, kami pun membaca buku di sebuah cafe. Nikmatnya membaca sambil ngopi Cappucino yang busanya banyak seakan bisa untuk nyuci baju (*hayah*). Daku pun membaca buku motivasi sedangkan temanku membaca buku “Poconggg Juga Pocong.” Buku yang konon sempat membuat heboh dunia manusia ini tampaknya lucu banget. Tuh lihat saja, temanku ngakak terus dari sejak buku dibuka. Daku pun jadi ikutan tertawa melihat temanku yang ngakak terus karena tidak bisa menahan ketawa.

“Ketawa saja, ngga usah ditahan. Kalau ditahan malah keluar ampasnya loh!” Kataku sok bijak (*hayah*). Daku pun membaca sambil berdoa, semoga temanku ini tidak korslet.

Tadi malam giliranku membaca buku ini. Masalahnya daku baru mulai membaca jam 23:30 setelah sebelumnya menonton film “The Rite” bajakan hasil download. Jadi malam ini daku berkencan dengan film & buku horror. Ups… tidak semuanya horror dink.

Kalau nonton “The Rite” sudah pasti serem. Sudah gitu nontonnya sendirian pake headphone dan lampu remang-remang. Mencekam dan membuat bulu kuduk berdiri.

Namun membaca buku “Poconggg Juga Pocong” membuat suasana berbalik. Dari suasana yang mencekam menjadi ketawa-tawa. Pantas saja temanku ketawa-tawa terus saat membacanya. Lha daku tentu saja ngga bisa ketawa ngakak karena sudah tengah malam. Lagian kalau ngakak bisa bikin pasien-pasien di kamar sebelah terganggu.

Alhasil daku pun menahan tawa sampai jam 00:30. Untung tidak keluar ampasnya…

Buku Motivasi Berhadiah

Ada 1 hal yang menarik yang saya perhatikan dari buku-buku motivasi, yaitu semakin banyaknya buku motivasional yang melampirkan hadiah atau bonus, baik langsung mau pun tidak langsung. Sependek yang saya tahu, fenomena pemberian bonus ini dipopulerkan di Indonesia oleh Tung Desem Waringin (TDW). Mohon koreksi jika saya salah (CMIIW).

Tentu saja hal ini sangat menarik bagi saya karena buku motivasi ini belum-belum sudah memotivasi kita untuk membelinya, dan tentu saja untuk kemudian membacanya. Jadi kita pun mendapatkan ilmu & motivasi plus hadiah atau bonus yang dilampirkannya. Menarik kan?

Iming-iming bonus atau hadiah ini pun tidak tanggung-tanggung karena secara mencolok menghias sampul buku-buku motivasional dan nilainya cukup menggiurkan. Bahkan ketika saya menayangkan foto buku “Percepatan Rejeki” langsung dikomentari oleh Pak Mars yang tertarik dengan bonus langsung Rp 900,000. Sampul buku karangan Ippho Santosa ini bisa jadi menipu karena buku ini tidak memberikan bonus uang sepeser pun. Harap dicatat, buku ini tidak memberikan uang sepeser pun kepada pembacanya. Sekali lagi, tidak! (*meniru gaya tulisan Ippho*)

Karena terkesan menipu, buku motivasional ini jadinya saya nilai tidak etis. Oke, sang penulis bisa saja berkelit dengan dalih apa pun, namun setiap orang yang membaca tulisan ini akan mengira kalau akan mendapatkan uang Rp 900,000 saat membeli buku ini.

Jauh berbeda dengan buku-buku karangan motivator lain yang lebih senior yang menyertakan kata-kata “SENILAI” yang bisa kita artikan kalau bonusnya bukanlah berupa uang namun apa pun yang nilainya sesuai nominal yang tercantum. Misalnya: “Bonus tiket senilai Rp 450,000”, “Bonus konsultasi senilai Rp 1,000,000”, dll. Dan kalau pun nominal bonusnya salah, paling tidak kita memiliki persepsi bahwa bonus itu dinilai sekian oleh penulisnya dan bonus bukanlah berupa uang tunai. Fair kan?

Oke kita tinggalkan buku motivasi yang terkesan tidak etis dan kita membahas buku motivasi yang baik-baik saja. Karena ada 1 hal menarik lain yang ingin saya utarakan di sini, yaitu tentang seorang pengusaha dan motivator Bong Chandra. Saya memiliki 2 buku karangan Bong Chandra, yaitu “Unlimited Wealth. 17 Hari Menuju Kebebasan Finansial” dan “The Science of Luck. 12 Rahasia Menciptakan Keberuntungan Secara Ilmiah.” (*maaf, saya belum sempat menuliskan resensi kedua buku ini & beberapa buku lainnya, hehehe*) Bong Chandra ini sama-sama berangkat dari Batam seperti halnya Ippho Santosa dan Jaya Setiabudi yang sama-sama berprofesi sebagai pengusaha dan motivator.

Kedua buku karangan Bong Chandra ini saya nilai bagus banget. Sebagian dari isinya baru dan sangat memotivasi. Namun beberapa hal yang sudah pernah saya baca sebelumnya tetap dapat disajikan dengan menarik.

Kembali ke bonus… Kedua buku ini memberikan keterangan bonus yang lugas dan tidak menyesatkan. Selain mengandung kata “senilai”, buku ini juga memperinci bonus yang akan diterima pembelinya di sampul depan. Jadi tulisan bonus di sampul tidaklah menyesatkan.

Hal lain yang membuat saya semakin menghormati Bong Chandra adalah karena kedua buku ini royaltinya disumbangkan! Sekali lagi, DISUMBANGKAN! Pada buku “Unlimited Wealth” disebutkan kalau “100% royalti buku ini akan disumbangkan.” Sedangkan buku “The Science of Luck” dituliskan “120% royalti buku akan disumbangkan.” Pasti nombok ya? Bong Chandra pasti sudah sedemikian sejahtera & makmurnya sehingga bisa memberikan ilmu plus sumbangan yang cukup signifikan.

Anggap saja 100% dan 120% royalti ini benar-benar disumbangkan kepada pihak yang memang membutuhkan, saya jadi berpikir kalau saya membeli buku ini, berarti saya pun turut menyumbang. Saya pikir, inisiatif ini benar-benar mulia, karena mengajak kita turut menyumbang selain tentu saja kita mendapatkan ilmu dan motivasi dari buku ini. Mungkin kita tidak menyumbang dalam bentuk uang karena uang yang disumbangkan adalah hak milik Bong, namun kita telah menjadi saluran dari niat baik Bong Chandra.

Ini yang membuat saya sangat mengagumi Bong Chandra!