Boros Nge-GAS

Niatnya sih mengantar Bro Yus lihat-lihat gitar, untuk mencoba playability beberapa merek gitar sekalian survey harga-harga gitar dan aksesorisnya. Perjalanan dimulai dari Toko Musik Yamaha yang berada di mall Karawaci. Tidak lupa membandingkan merek dan harga-harganya di Gramedia yang kebetulan juga ada di situ.

Namun melihat gitar-gitar keren dan mencoba-cobanya membuat hati ini tergoda. Seandainya saja tidak ingat anak-istri, tentu daku sudah memboyong sebuah Yamaha RGX A2. Padahal sebenarnya yang mau beli gitar adalah Bro Yus. Hahaha…

Nyaris memboyong Yamaha RGX A2. Yg warna putih keren loh!
Nyaris memboyong Yamaha RGX A2. Yg warna putih keren loh! Diskon lagi...

Syukurlah hati ini bisa ditahan, walau pun pada akhirnya beli macem-macem juga. Kalau Bro Yus membawa pulang gitar akustik Yamaha & tasnya, maka daku memboyong Gig Bag Yamaha plus tuner digital merk FZONE FT-90 yang bisa digunakan untuk gitar & bass, baik untuk yang akustik mau pun elektrik. Kebetulan harganya cukup murah.

Hem… niatnya sih ngirit dengan ngerem pengeluaran, tapi akhirnya nge-GAS juga. Padahal daku pagi harinya baru saja memesan AmPlug AC30. Boros banget yak? Gara-gara virus GAS nih.

Mengganti Senar Gitar Ber-bridge Floyd Rose

Gitar baru belum tentu bisa langsung asyik dipakai. Terutama jika snar-nya sudah tidak baik lagi. Maklum, gitar baru bukan berarti siap pakai, karena jika lama dipajang di toko, atau malah lama tersimpan di gudang, maka snar-nya bisa berkarat. Demikian juga dengan gitarku.

Sebenarnya saat akan merakit kembali Yamaha SE 211 daku sudah menyiapkan snar gitar 1 set. Namun kemudian tidak terpakai karena daku memutuskan beli gitar Cort X-6 saja. Nah, mendapati snar Cort X-6 sudah tidak baik lagi, maka sudah tepat sekali jika snar tadi dipasang ke X-6.

Masalah kemudian timbul saat akan memasangnya karena daku tidak tahu cara masangnya! Hayah… rupanya Cort X-6 yang memiliki bridge Floyd Rose ini memiliki konfigurasi yang unik yang belum pernah kupelajari sebelumnya. Hehehe… Yamaha SE 211 memiliki bridge up-down bertipe floyd rose versi Yamaha, tapi tidak serumit Floyd Rose yg ada di Cort X-6 ini. Alhasil daku harus googling mencari tahu cara mengganti senar gitar yang memiliki bridge Floyd Rose.

Syukurlah banyak sekali panduannya. Termasuk video cara menggantinya. Rupanya video cara mengganti senar ini cukup besar juga. Itu pun ada 4 bagian. Weks… Sekarang daku pun mencoba mendownload ke-4 video tersebut dengan koneksi pas-pasan. Kayaknya bakal lama nih. Yowis, ganti senarnya ditunda sampai download video-nya kelar dulu. Hehehe…

Link terkait:
~ How To Change Strings on a Floyd Rose Bridge Part 1 of 4 (Youtube)
~ How To Change Strings on a Floyd Rose Bridge Part 2 of 4 (Youtube)
~ How To Change Strings on a Floyd Rose Bridge Part 3 of 4 (Youtube)
~ How To Change Strings on a Floyd Rose Bridge Part 4 of 4 (Youtube)
~ How to Change Strings on a Floyd Rose (guitar.about.com)

Bermusik Lagi

Mungkin sudah 13+ tahun daku tidak bermain musik. Sudah lama banget ya? Karena setelah bubarnya Squad Rock Band, motivasi untuk bermain musik punah sudah.

Belakangan semangat bermusik kembali menggelora. Namun apa daya, daku tidak memiliki peralatan musik yang sehat. Punya gitar sih, tapi sudah tidak sehat karena terburai-burai. Tapi semangat bermusikku sudah tidak terbendung sehingga daku pun membeli gitar baru, yaitu Cort X-6. Kemudian disusul membeli amplifier kecil untuk gitar, yaitu Fender Frontman 15G. Lebih afdol lagi saat dipinjami efek Boss Mega Distortion (MD-2) oleh Bro Adrian. Langsung saja suasana jadi hingar bingar.

Studio Pojokan
Studio Pojokan

Ini hingar bingar bener karena daku ngasal mainnya. Maklum, jari-jari sudah kaku semua. Feeling juga sudah tidak main. Jadi harus belajar lagi. Ironisnya belajarnya lagu-lagu kenceng macam Canon Rock. Halah… tambah berantakan mainnya.

Biarin ajah! Habis lagi stres. Selain karena sedang dikejar deadline implementasi sistem juga karena harga-harga lagi naik. Hiks…

Jreeeng…

Modifikasi Yamaha SE 211

Tibalah saatnya bagiku untuk merakit kembali gitar Yamaha SE211 yang telah setia menemaniku sejak tahun 1989. Gitar andalan yang telah menemaniku selama hampir 6 tahun ini telah terburai saat pindahan dulu. Sekedar keluar topik, dulu gitar ini termasuk murah, kalau tidak salah harganya di bawah 1 juta sudah termasuk amplifier kecil yang sudah dilengkapi distortion dan 3 pengatur tone. Namun jangan ditanya kualitasnya: kurang juga sih. Hehehe…

Buraian Yamaha SE 211
Buraian Yamaha SE 211

Woke kita lanjut… Daku pun membuka plastik hitam pembungkus buraian SE 211 ini. Pertama-tama daku ingin memasang neck ke body-nya. Dibutuhkan lempeng penyangga dan 4 baut. Tapi ternyata hanya kudapati 3 baut. Wah, kemana gerangan baut ke-4 ya? Langsung saja kubongkar plastik putih yang berisi komponen-komponen lain seperti pickup solo dan humbucker, potensio volume & tone, dll. Namun tidak kutemukan. Hih… gemes deh nyarinya. Sudah niat banget ternyata malah tidak lengkap onderdilnya.

Lalu kumasukkan lagi semuanya ke dalam plastik hitam sambil bertekad akan mencari baut yg sama di toko-toko bangunan atau baut/mur. Singkat cerita, 2 hari sudah diriku berkelana mencari baut yang sama dengan baut ini. Namun tidak ada yang menjual. Bahkan yang seukuran pun tidak ada. Kayaknya ini baut khusus dan tidak dijual di sembarang toko bangunan dan toko mur/baut. Walah…

Nyaris putus asa sebenarnya. Namun daku tidak kehabisan akal, pokoknya daku harus bisa gitaran lagi, bagaimana pun caranya! Lalu terbersit rencana untuk memodifikasi gitar andalanku ini. Ya, rencana pun disusun dan kemudian hari sabtu ini daku pun menjalankan aksi modifikasi ini. Bagaimana hasilnya?

Baca selebihnya »