CHIP OLED Radio Internet (versi 3) | Vlog

Ini masih membahas CHIP OLED Shield untuk C.H.I.P. Kali ini adalah contoh aplikasinya. Dan lagi-lagi saya membuat Radio. Bahkan ini berarti versi ke-3 untuk radio internet CHIP (baca: C.H.I.P Radio Internet versi 2). Ini karena saya menggunakan CHIP yang sama saat saya ngoprek radio internet sebelumnya.

Hanya saja, kali ini saya melakukan beberapa perbaikan, yaitu:

  1. Yang pertama sangat jelas, saya menggunakan CHIPOLED Shield. Yang berarti saya menggunakan display OLED mungil namun sangat jelas tampilannya dan hemat dayanya.
  2. Karena menggunakan CHIPOLED Shield, maka saya leluasa membuat kontrol untuk radio karena shield ini sudah dibekali dengan 5 buah tombol.
  3. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan library vlc, untuk engine streaming kali ini saya menggunakan mpd/mpc. Terus terang saya mencontek cara yang digunakan oleh piradio.

Berikut adalah video-nya:

Read More »

Iklan

Testing CHIP OLED Shield | Vlog

Kalau kemarin saya bercerita tentang latar belakang CHIP OLED Shield dan bagaimana membuatnya, maka kali ini saya akan mencoba apakah shield Chipoled ini berhasil atau gagal. Kemarin saya baru mencoba fungsionalitas display OLED-nya. Walau pun cuma 0.96 inchi, tetapi display ini bagus. Selain sangat jernih dan kontras, display ini lebih hemat energi dibanding display non-OLED.

Dalam shield ini saya cuma membuat 5 tombol. Tadinya mau membuat 6 tombol, tetapi karena ruang terbatas dan demi kerapian tata-letak, maka saya cuma membuat 5 tombol. Di bawah ini adalah video testing CHIP OLED Shield ini:

Read More »

Merakit Game Console 8-bit Ardubuino | Vlog

Masih ingat cerita tentang Arduino Day tempo hari kan? Di acara itu saya bertemu dengan Mas Hendra Kusumah dan saya diberi PCB Ardubuino. Sayangnya ada beberapa komponen yang saya tidak punya stok. Kalau pun punya, tipe-nya berbeda. Seperti misalnya Arduino Pro Micro sebagai otaknya. Saya punyanya Arduino Pro Mini. Kata Mas Hendra sih harus pakai Arduino Pro Micro.

OLED Display juga berbeda. Saya punyanya yang menggunakan protocol I2C. Sedangkan Ardubuino menggunakan protocol SPI. Dan ternyata modul charger tidak sesuai. Modul TP4056 punya saya ternyata kependekan. Sepertinya di PCB Ardubuino versi 3 sudah diubah oleh Mas Hendra supaya bisa menggunakan TP4056 yang lebih umum.

Setelah komponen datang, maka saya pun segera merakitnya. Berikut adalah video-nya:

 

Asyik juga sih main console game 8-bit. Jadi ingat saat masih kecil. Saat ini saya meng-upload game Juno First. Opsi game lain bisa dilihat di website Arduboy.

Terima kasih mas Hendra Kusumah atas PCB-nya.

 

Selamat Hari Blogger Nasional

Rupanya hari ini adalah Hari Blogger Nasional (para blogger boleh libur dong? Xixixi). Dan tidak terasa, 3 bulan lagi blog saya yang sederhana ini akan ulang tahun yang ke-10. Wow… Rupanya blog ini sudah tuwa yak?

Sejatinya saya mulai ngeblog sejak 2004 di Sisfokampus.net (Alm) dan blogger.com. Tapi sejak Januari 2005 hijrah ke platform wordpress yang rupanya tetap jaya setelah 1 dekade. Salut bagi wordpress.com!

Selamat merayakan Hari Blogger Nasional bagi para blogger Nusantara! Dan meneruskan tradisi selama 9+ tahun, jikalau ada kopdar nasional, maka saya tidak akan hadir, xixixi… Ge-er yak? Padahal juga nggak diundang.

Home Office

Kemarin malam (tengah malam tepatnya) saya browsing tentang home office. Keren-keren. Tidak hanya rapi tapi banyak juga yang indah dengan mengedepankan estetika. Ada juga yang wow seperti ada di: Stefan Didak’s Home Office Desktop. Dahsyat…

Lantas saya pun punya mimpi punya home office sendiri. Rasanya asyik banget jika punya tempat kerja yang nyaman dan bisa membuat kita betah berjam-jam kerja. Tentu menjadi sangat produktif.

Meja kerja saya saat ini
Meja kerja saya saat ini

Yang terpikir saat ini adalah menyulap ruang tengah apartemen supaya bisa jadi home office. Wah pasti butuh biaya banyak ya? Belum lagi biaya operasionalnya. Mungkin bisa dicicil ya? Bisa juga pakai PC yang hemat energi seperti NUC atau bahkan Laptop yang difungsikan sebagai server. Atau Raspberry Pi? Ehm… kayaknya kurang bertenaga.

Ketika kerja di apartemen
Ketika kerja di apartemen

Yang jelas sih kayaknya butuh multi monitor. Saat ini berguna banget bekerja dengan 2 monitor, 1 untuk code dan 1 untuk lihat hasilnya. Perlu 1 monitor lagi untuk contekannya, xixixi…

Sedangkan monitor lain untuk nge-test sistem jika dijalankan di OS berbeda. Ayo nabung…