Update CHIP OLED Internet Radio : Volume OFF dan Banyak Station

Tulisan ini bukan bukan merupakan cicilan PR tempo hari sih. Ini lebih ke optimasi program internet radio di CHIP. Tadinya saya menggunakan tombol “Shutdown” untuk mematikan dan menyalakan suara radio. Tapi berarti saya tidak bisa menggunakan tombol shutdown ini untuk mematikan CHIP (shutdown). Jadi saya pun berpikir bagaimana caranya mematikan suara radio dan kemudian menampilkan jam tapi tidak menggunakan tombol Shutdown.

Stand by mode #chip #internetradio

A post shared by Emanuel Setio Dewo (@setiodewo) on

Saya pun berpikir selayaknya radio jaman dulu. Radio jaman dulu itu volumenya model putar. Putar ke kiri memelankan suara sedangkan putaran ke kanan membuat suara jadi keras. Ketika diputar ke kiri sampai mentok dan bunyi klik, radio pun mati.

Dan saya pun menirunya! Ketika tombol Down ditekan sampai ke volume 0, maka radio pun dimatikan dan kemudian menampilkan jam. Untuk menyalakannya lagi cukup tekan tombol Up yang akan menyalakan dan mengeraskan volume 1 step. Asyik ya? Sedikit beda, kalau radio jadul diputar, kalau radio saya ini ditekan. Satu masalah terpecahkan.

Read More »

Iklan

Merapikan Penyimpanan Source Code

Rupanya saya sudah mulai harus merapikan penyimpanan source code dari proyek-proyek elektronika saya. Kenapa? Karena saat ini saya coding di beberapa device, yaitu:

  1. MacBook Air. Ada beberapa proyek yang saya program dari MBA ini. Sayangnya MBA pernah bermasalah dengan Wemos D1 Mini yang menggunakan driver CH340. Ini adalah chip yang bertanggung jawab menghubungkan komputer dengan Wemos D1 Mini sehingga kita bisa meng-upload program ke Wemos. Kalau Wemos D1 mini dicolokkan ke MBA, maka laptop langsung crash. Jadi saya tidak menggunakan MBA lagi untuk coding proyek elektronika, karena ternyata Arduino Uno versi cloning juga menggunakan CH340. Baru kemudian saya nemu solusi ketidakcocokan MacOS dengan CH340. Dan ironisnya solusi ini baru ada setelah beberapa tahun. Namun terlambat, saya sudah banyak coding di device lain.
  2. Laptop Acer kuno. Ini adalah laptop kuno saya. Sudah pensiun. Source code sudah saya backup ke harddisk external.
  3. Raspberry Pi. Ya… saya memang menggunakan Raspi untuk coding beberapa proyek, termasuk salah satunya adalah Radio Touchscreen. Masalahnya saya aktif coding di 2 Raspberry Pi. Satu Raspi dengan casing hitam dimana saya banyak coding untuk Arduino, Wemos, Nano, Micro, dll. Sedangkan satu Raspi yang telanjang dimana saya gunakan untuk coding beberapa proyek yang membutuhkan modul external seperti display TFT Touchscreen, dll. Untungnya saya tidak menggunakan 2 Raspi lain sebagai basis development. Saya masih punya Raspi Zero W dan Raspi model B versi pertama. Keduanya belum sempat saya oprek, hehehe…
  4. CHIP. Belakangan saya sering ngoprek CHIP. Sejatinya saya senang ngoprek CHIP ini. Sayangnya ngoprek CHIP ini seperti tidak punya masa depan, karena CHIP versi original sudah tidak dijual oleh NextThingCo. Sekarang NTC jualan PocketCHIP dan CHIP Pro saja. Di websitenya cuma ditulis kalau CHIP akan hadir kembali dengan CPU GR8. Tapi sudah lama berselang tidak keluar juga. Kemarin dapat info kalau ada startup baru yang membuat cloning CHIP, yaitu: Popcorn Computer. Konon pinout-nya sama dengan CHIP. Namun sayangnya Popcorn Computer ini terlalu mahal. Di situ tertulis $99 untuk 2 buah. Beda banget dengan CHIP yang cuma $9.
  5. Notebook Asus. Saya juga coding di laptop ini. Tidak banyak sih. Secara ini laptop milik kantor. Seingat saya, saya coding  Radio Mini dengan Wemos D1 Mini di laptop ini. Oh iya, hampir lupa, antrian wemos dan IoT dengan wemos ada di sini juga. Ini gara-gara MBA saya tidak bisa berkomunikasi dengan Wemos.

Nah, banyak kan? Belakangan saya sering bingung, code proyek ini dimana ya? Saya harus mengingat alasan-alasan mengapa saya harus coding di salah satu perangkat saya di atas, baru kemudian saya teringat. Hahaha…

Read More »

CHIP OLED Radio Internet (versi 3) | Vlog

Ini masih membahas CHIP OLED Shield untuk C.H.I.P. Kali ini adalah contoh aplikasinya. Dan lagi-lagi saya membuat Radio. Bahkan ini berarti versi ke-3 untuk radio internet CHIP (baca: C.H.I.P Radio Internet versi 2). Ini karena saya menggunakan CHIP yang sama saat saya ngoprek radio internet sebelumnya.

Hanya saja, kali ini saya melakukan beberapa perbaikan, yaitu:

  1. Yang pertama sangat jelas, saya menggunakan CHIPOLED Shield. Yang berarti saya menggunakan display OLED mungil namun sangat jelas tampilannya dan hemat dayanya.
  2. Karena menggunakan CHIPOLED Shield, maka saya leluasa membuat kontrol untuk radio karena shield ini sudah dibekali dengan 5 buah tombol.
  3. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan library vlc, untuk engine streaming kali ini saya menggunakan mpd/mpc. Terus terang saya mencontek cara yang digunakan oleh piradio.

Berikut adalah video-nya:

Read More »

Testing CHIP OLED Shield | Vlog

Kalau kemarin saya bercerita tentang latar belakang CHIP OLED Shield dan bagaimana membuatnya, maka kali ini saya akan mencoba apakah shield Chipoled ini berhasil atau gagal. Kemarin saya baru mencoba fungsionalitas display OLED-nya. Walau pun cuma 0.96 inchi, tetapi display ini bagus. Selain sangat jernih dan kontras, display ini lebih hemat energi dibanding display non-OLED.

Dalam shield ini saya cuma membuat 5 tombol. Tadinya mau membuat 6 tombol, tetapi karena ruang terbatas dan demi kerapian tata-letak, maka saya cuma membuat 5 tombol. Di bawah ini adalah video testing CHIP OLED Shield ini:

Read More »

Membuat CHIP OLED Shield | Vlog

Saya punya 2 buah CHIP. Saya sangat menyukai CHIP. Namun sekarang CHIP sudah menjadi barang langka karena sudah tidak dijual lagi oleh NextThingCo. Konon akan keluar CHIP versi GR8. Tapi sudah lama berselang tidak keluar-keluar juga. Sedangkan CHIP Pro tidak se-powerful CHIP versi original ini.

Karena saya senang mengoprek CHIP, maka saya mendesain shield khusus untuk CHIP yang akan menambahkan display OLED versi I2C (inter-integrated circuit) dan 5 buah tombol. Dengan shield ini, saya jadi mudah mengoprek CHIP dan bisa berkonsentrasi menuliskan kode.

Ya rasanya saya perlu mendesain sebuah shield untuk CHIP karena selama ini CHIP memang tidak banyak punya aksesoris. Coba saja bandingkan dengan Arduino yang punya banyak variasi shield, atau Raspberry Pi yang melimpah aksesoris Hat/pHat-nya. Sedangkan CHIP jarang sekali. Kalau saya mendesain shield untuk CHIP, mungkin bisa membantu teman-teman yang punya CHIP yang selama ini kesulitan dalam mengopreknya.

Di bawah ini adalah video youtube cerita tentang CHIP OLED Shield ini.

Untuk tutorial bagaimana cara kerja CHIP dengan display OLED ini bisa merujuk ke artikel: CHIP + Mini OLED Display + Luma OLED = CHIPtimus Prime. Di situ ada link untuk penggunaan versi SPI juga. Tapi berhubung saya punyanya stock I2C, maka saya mendesain shield ini menggunakan versi I2C.

Read More »

Beli Sesuatu Yang Belum Dibutuhkan | Vlog

Seringkali saya membeli sesuatu yang belum saya butuhkan saat ini, terutama komponen elektronika. Alasannya sepele, saya membelinya karena lebih murah dari pada yang tersedia di pasar lokal. Saya memang sering membeli komponen langsung dari China. Kebetulan ada beberapa yang free ongkir.  Karena ongkir-nya free, tentu sampainya tidak menentu, alias lama. Kadang sampai lupa kalau saya membeli barang ini.

Seperti kali ini yang saya pun sudah lupa beli apa. Sepertinya sudah sebulan yang lalu belinya, tapi baru sampai sekarang. Berikut adalah videonya:

Isinya adalah modul PAM8403. Ini adalah modul amplifier kelas D yang punya daya penguatan 3 Watt. Sebelumnya saya menggunakan modul PAM8403 ini untuk melengkapi proyek radio saya. Saya suka dengan modul ini karena sangat ringkas dan efisien, tidak seperti modul amplifier kelas A atau B.

Saya belinya 30 pieces. Mengapa juga saya beli banyak-banyak ya? Ya karena penjualnya menjual per lot, per 10 pieces. Harga per lot ini pun murah. Karena dijual per lot (isi 10 pieces), harganya jadi lebih murah dari pada harga per satuan yang ada di pasaran lokal.

Waktu saya membelinya, saya berpikir kalau modul PAM8403 ini bakal bermanfaat di proyek-proyek mendatang, apalagi yang berkenaan dengan suara. Proyek saya yang bersuara sebelumnya ya hanya Radio, Radio Internet dan media player. Tapi ke depan bisa saja dipakai untuk proyek semacam Alexa, Google AIY Project, Voder, atau proyek sederhana seperti speaker aktif, speaker bluetooth, alarm, alat komunikasi, dan lain-lain. Nanti deh cari ide dulu, yang penting komponen sudah ada, hehehe…

Atmel ATTINY817 Xplained MINI

Dulu saya suka sekali ngoprek ATTiny, terutama ATtiny85 dan ATTiny84. Menurut saya, chip-chip ini sangat sederhana dan mudah dipelajari. Kalau mau bikin piranti elektronika simpel (embedded) bisa menggunakan chip kecil ini. Selain murah, juga bisa praktis & ringkas.

Walau pun demikian, ATTiny memang punya keterbasan, terutama di spesifikasinya. Tapi memang sebenarnya Attiny tidak ditujukan untuk aplikasi yang kompleks. Attiny biasanya digunakan untuk mengendalikan tugas-tugas ringan yang spesifik. Tidak seperti chip yang kompleks seperti ATMega328 yang digunakan di Arduino versi awal atau SAM3X8E yang menggunakan arsitektur ARM yang bisa multi purpose dengan kecepatan tinggi.

Terakhir saya sempat ngoprek Radio dengan Attiny85 dan berakhir mentok karena keterbatasan memori-nya yang cuma 8 KB. Itu pun sudah berkurang menjadi sekitar 6 KB karena digunakan untuk bootloader. Dan saya pun kehabisan memori karena harus menggunakan beberapa library, hiks…

Lalu beberapa waktu lalu saya dapat email dari Atmel tentang kehadiran beberapa seri ATtiny, yaitu ATtiny417, ATtiny814, ATtiny816 dan ATtiny817. Saya pun memesan ATtiny817 XMini yang merupakan evaluation board untuk ATtiny817.

Apa sih istimewanya ATtiny817 ini? Yang jelas, ATtiny817 ini tetap minimalis dengan memori flash cuma 8 KB, SRAM 512 byte, EEPROM 128 byte, kecepatan clock meningkat sampai 20 MHz/20 MIPS, punya 2 buah timer/counter 10-bit, tetap menggunakan 8-bit DAC, analog comparator, accurate internal oscillator dan multiple calibrated voltage references. Dan yang menarik karena ada Peripheral Touch Controller (PTC), custom logic, 10-bytes unique ID dan bentuk packagingnya 24 pin. Detail spesifikasi bisa dilihat di: ATTINY817 (www.microchip.com) dokumen komplit: Datasheet.

Nah, Evaluation Kit ATtiny817 Xplained Mini (Xmini) yang saya beli ini sudah dilengkapi debugger terintegrasi, 2 buah tombol kapasitif (terintegrasi QTouch Peripheral Touch Controller), Auto-ID, akses ke semua sinyal ATtiny817, 1 LED status berwarna hijau, 1 tombol mekanik, virtual port COM (CDC), ditenagai USB, punya pin yang kompatibel dgn Arduino, header SPI. Tuh lihat saja di foto di atas. Jadi mudah ngopreknya karena pin jadi kompatibel dgn Arduino UNO.

Jujur saja saya masih belum tau mau dibikin apa, dan kapan ngopreknya, secara saat ini lagi sibuk dengan pekerjaan. Semoga saja dalam waktu dekat bisa segera ngoprek lagi. Soalnya yang menarik dari Attiny817 ini adalah adanya 2 tombol kapasitifnya. Sepertinya bisa luas aplikasinya.