Video Game Tank Force ke-100

Rupanya saya sudah meng-upload 100 video tentang permainan Tank Force. Sebenarnya saya tidak selalu menang, malahan sering kalah juga. Tapi yang saya upload kebanyakan yang menang. Cuma beberapa saja yang kalah yang saya upload. Ya karena kalau kalah itu jadinya tidak menarik. Lebih menarik jika videonya tentang kemenangan.

Nah di bawah ini adalah video ke-100 rekaman permainan Tank Force yang saya upload di youtube:

Main Game Tank Force

Belakangan saya lagi sering main game Tank Force. Kebetulan main dari Asus TUF sangat mengasyikkan dibandingkan jika main dari hape Android. Ya jelas sih karena layar laptop lebih besar jauh, yaitu 15″ dibandingkan hape yang cuma sekitar 6″.

Namun kemudian saya jadi berpikir, dahulu kala ketika masih masa masih remaja, saya dulu kadang main catur, monopoly, halma, dakon, kartu, dan banyak lagi mainan tradisional. Dulu harus benar-benar ketemu lawan main. Ya tentu saja seru banget karena bisa sambil becanda ria, makan-makan, dan lain-lain.

Sekarang di game online semacam Tank Force ini tidak perlu ketemu muka dengan teman atau lawan main. Cukup terkoneksi dengan internet, maka kawan dan lawan bisa ada di mana saja. Bahkan dari penjuru dunia yang tidak pernah kita dengar nama kotanya. Atau menyebutkannya pun tidak tau bagaimana ngomongnya.

Jaman sudah berubah. Dunia semakin datar (bukan dalam artian fisik loh ya, tapi secara jangkauan). Jarak semakin dekat. Semua berkat teknologi. Bagi yang belum sempat upgrade cara berpikir, sudah saatnya sekarang buruan upgrade. Jangan sampai gara-gara renang bisa jadi hamil, begitu kata seorang komisioner KPAI yang terhormat. Mungkin mikirnya terlalu kejauhan.

Bagi yang senang main game online, kamu bisa tengok channel game saya di:

Ya beginilah isi posting ala kadarnya, dari pada blog lama tidak ter-update. Mending promosi channel game, hahaha…

Sampai jumpa lagi di lain kesempatan.

Oleh-oleh Raspberry Pi dan Minecraft untuk Kirana

Sebenarnya tema ini untuk vlog yang akan datang. Tapi entah mengapa saya terlalu malas membuat vlog, padahal bahannya sudah tersedia. Hmmm… semoga weekend ini bisa menuntaskan vlog-nya. Tapi sementara ini perkenankanlah saya menuliskannya di blog ini, supaya blog ini tetap bisa aktif. Hehehe…

Jadi ceritanya Puteri Tercintaku, Kirana, yang suka banget main Worldcraft, kemudian sekarang lagi suka main Minecraft. Permainan kuno ini memang mengasyikkan sebenarnya. Walau pun tampilannya sederhana, serba kotak-kotak, tapi bagi orang serius mainnya bisa menjadikan sebuah dunia yang menarik. Bahkan di versi barunya bisa ray tracing yang menjadikan pencahayaan di dunia maya itu sangat menarik. Seolah pencahayaan seperti di dunia nyata.

Tapi Minecraft yang dimainkan Kirana dari hape-nya itu memang tidak secanggih itu. Lagi pula dia memang belum perlu yang secanggih itu.

Namun saya merasa kalau Kirana sebaiknya tidak terlalu sering bermain hape. Karena jarak hape dengan matanya terlalu dekat. Mungkin punya dampak tidak baik bagi mata dan kesehatan tubuhnya secara keseluruhan.

Oleh karena itu saya pun berpikir untuk memberikan Raspberry Pi versi 3B yang kebetulan saya punya beberapa unit. Sebenarnya ada versi 4B juga, tapi yg terbaru ini masih sering dipakai papanya. Lagi pula versi 3B sudah cukup performanya ketika digunakan untuk main Minecraft Pi.

Jadi saya pun membawa sebuah Raspberry Pi 3B dan pernak-perniknya ke Semarang. Kemudian saya menggunakan TV besar di ruang tengah untuk displaynya. Untuk mouse bisa menggunakan Logitech wireless. Sedangkan keyboard juga menggunakan Logitech tapi versi bluetooth. Jadi mouse dan keyboard bisa diletakkan di meja kecil di depan TV. Kirana jadi agak jauhan main Minecraft-nya. Dan rupanya dia cukup menikmati memainkan Minecraft dari jarak yang cukup jauh itu.

Cerita detailnya akan saya ceritakan di vlog ya? Nantikan vlog-nya yang akan saya upayakan bisa di-upload akhir minggu ini.

Sampai jumpa lagi.

Yuk Main Tank Force: Pertempuran Tank 3D

Saya baru mulai main game Tank Force: Pertempuran Tank 3D belakangan ini walau pun sebenarnya game ini sudah rilis sejak 2017. Ya maklumlah, baru punya laptop gaming barusan, hehehe… Tapi sebenarnya game ini tidak terlalu membutuhkan spesifikasi hardware yang berat. Jadi tidak perlu laptop khusus gaming.

Di tokonya tidak disebutkan secara spesifik spesifikasi hardware, cuma dituliskan butuh memory 1 GB dan bisa berjalan di arsitektur ARM, x86 atau x64. Tidak disebutkan diperlukan kartu grafis khusus atau CPU dengan clock tertentu. Namun di Asus TUF FX505DD dapat berjalan baik dengan setting grafis tertinggi.

Yang saya suka dari game ini karena game play-nya mudah dipelajari dan memainkannya tidak butuh waktu lama. Jadi kalau kalah di suatu pertempuran ya tidak apa-apa, tinggal ikut pertempuran selanjutnya. Kalau menang ya tentu saja senang karena mendapat poin yang besar. Kalau naik pangkat dapat reward yang lumayan lah…

Upgrade tank juga mudah. Yang sulit adalah ngumpulin perak untuk upgrade tank karena harus ikut banyak perang untuk mengumpulkan perak supaya cukup. Eh ada opsi beli perak atau emas sih, tapi saya tidak mau keluarkan uang untuk membeli emas atau silver tersebut, hehehe…

Nah di bawah ini adalah rekaman salah satu peperangan di mana saya dapat menghancurkan 9 tank musuh. Rasanya puas banget, hahaha…

Baca selebihnya »