Bingung Memilih Platform

Seorang teman meminta didesainkan sebuah sistem antrian. Masalahnya, sekarang platform yang tersedia banyak. Ini yang membuat kita jadi bingung menentukan mau pakai platform apa dan apakah platform tersebut efisien dari segi biaya?

Contohnya ya sistem antrian ini, opsinya bisa pakai PC biasa yang mahal; pakai Raspberry Pi yang lebih murah; pakai dongle Android yang praktis; atau murni mendesain elektronikanya? Masalahnya adalah harus pas antara biaya, kemudahan dan kehandalan. Seperti sebuah segitiga, ketiga faktor tadi ada di setiap sudut segitiga. Ketika kita mengedepankan kehandalan dan kemudahan, maka biaya akan jadi mahal. Atau ketika ketika memilih murah tapi handal, biasanya untuk mengembangkannya jadi sangat sulit. Namun memilih platform yang mudah dengan biaya murah biasanya kurang handal.

     Biaya --- Handal
       \         /
        \       /
         \     /
          Mudah

Tapi sebenarnya ada solusi lebih baik, yaitu mencampurkannya. Ada beberapa bagian menggunakan Raspberry Pi, bagian lain Dongle Android, dan yang membutuhkan komputasi dan penyimpanan besar bisa menggunakan PC biasa. Oh iya, sebagian lagi pakai Wemos D1 Mini.

Begitulah kira-kira.

Iklan

Server Oh Server

Hampir 2 minggu ini kami mengurusi server Co-Location yang kami letakkan di IDC Duren Tiga. Bermula dari niat meng-upgrade Sisop, Backup dan konfigurasi email, jadinya malah berantakan. Karena keesokan harinya server down, tidak bisa booting. Nah loh!

Yuk ngoprek server
Yuk ngoprek server

Akhirnya server pun kami tarik dari Data Center. Yang rusak adalah RAID Controller. Terpaksa kami memangkas fitur yang sebenarnya bagus itu. Jadi kami hanya menggunakan SATA. Kebetulan kami memang tidak menggunakan konfigurasi RAID. Anehnya board server tidak menyediakan ekstensi power. Terpaksa kami membuat sendiri kabel power untuk memberi tenaga bagi harddisk SATA kami. Untungnya berhasil, jadi kami tidak perlu mencari sparepart RAID Controller.

Server & RAID Controller yg rusak
Server & RAID Controller yg rusak

Read More »

Mendesain Antrian Poliklinik/Spesialis (1)

Setelah puas bermain dengan seven segment mungil (baca: Membuat Jam Breadboard Kurang Dari 30 Menit, Jam 7, Ngoprek 7-Segment Mungil Tanpa Datasheet, Digital Temperature with ATtiny85 & LM35, Bermain dengan Seven Segment), tibalah saatnya saya menggunakan Seven Segment untuk proyek yang berguna bagi perusahaan.

7-segment 4"
7-segment 4″

Kali ini saya mendesain tampilan antrian Poli Spesialis atau dokter. Supaya tampilan angka antrian bisa dilihat dari jarak jauh, kami menggunakan 7-segment berukuran 4 inchi. Ada sih yang lebih besar sampai 20 inchi, tapi rasanya 4 inchi sudah cukup terlihat baik dari jarak agak jauh.

Pertama kali yang harus saya lakukan adalah mendesain PCB. Jujur saja, saat saya mendesain, saya cuma mengandalkan teori dan pengalaman. Saya tidak menguji sirkuitnya terlebih dahulu di breadboard untuk kemudian didesain PCB-nya. Saya langsung mendesainnya menggunakan Fritzing dan memesan PCB di Multikarya. Benar-benar nekad ya?

Read More »

Cluster atau Private Cloud?

Selain membangun Server Cluster, pilihan menarik lain adalah membangun Private Cloud. Dengan membangun Private Cloud, kita bisa memberikan Infrastructure-as-a-service (IaaS) sehingga bisa mengkonfigurasikan server-server untuk berbagai keperluan secara virtual. Server yang nampak di user sebenarnya virtual, di belakang itu ada banyak server yang bekerja sama.

Server-server di belakang ini bisa dikonfigurasi membentuk beberapa server yang nampak di user dengan spesifikasi tertentu yang fleksibel. Misalnya untuk file-server kita konfigurasikan dengan spesifikasi CPU 2.6 GHz, RAM 4 GB dan storage 500 GB. Sedangkan untuk database server kita konfigurasikan dengan spesifikasi CPU 2.6 GHz, RAM 8 GB dan storage 4 TB. Demikian seterusnya. Jika spesifikasi ini dirasa kurang, maka kita bisa meng-upgrade spesifikasi secara software.

Di belakang itu semua bertebaran banyak server yang bekerja sama menunjang konfigurasi server tadi. Dan jika kurang, maka kita bisa menaikkan skala-nya dengan cepat. Asyik ya?

Read More »

Optimasi Software ke Tablet PC

Rupanya daku sudah lama tidak nulis tentang pekerjaan di blog ini, terutama yang berkenaan dengan pemrograman. Jadi perkenankanlah daku menulis sedikit tentang pekerjaan di blog ini. Mohon maaf jika bahasanya teknis banget.


{Gambar diambil dari Mbak Wiki}

Belakangan ini piranti bergerak sudah begitu merakyat, termasuk di antaranya adalah Tablet PC. Terima kasih pada Apple iPad yang walau pun bukan pemain pertama di ranah Tablet PC namun telah menyumbangkan kepopuleran hingga kini Tablet PC bukan lagi barang yang aneh di masyarakat. Nah, berkenaan dengan semakin memasyarakatnya Tablet PC ini, maka daku pun berinisiatif untuk mengoptimasi beberapa modul dalam SIM untuk digunakan dengan Tablet PC. Terutama karena para user SIM semakin dinamis pergerakannya sehingga membutuhkan piranti yang praktis untuk mengakses sistem.

Sebenarnya banyak opsi bahasa pemrograman yg bisa digunakan untuk pengembangan sistem yang optimal dipakai di Tablet PC, namun daku memilih menggunakan PHP dengan diperkaya Javascript. Nampaknya ini solusi yang praktis mengingat solusi lain lebih spesifik ke OS dan piranti tertentu. Sedangkan PHP + Javascript lebih luas pemakaiannya termasuk di ponsel sekalipun karena syaratnya cuma browser yang memiliki kemampuan javascript.

Read More »

Review: Acer Aspire 2930-642G25Mn

Hai, daku bukannya ganjen kalau sekarang pakai batu permata. Tapi memang ini sudah suatu keharusan. Sekarang daku harus bekerja menggunakan batu permata. Tapi bukan berarti daku sudah tidak bekerja di dunia IT lagi, karena batu permata ini bukanlah batu permata betulan.

Seri Gemstone
Seri Gemstone

Batu permata yang kupakai ini adalah sebuah nobie dari Acer yang merupakan seri gemstone. Pertama kali pakai seminggu yang lalu memang kesannya mewah banget. Casingnya berkilau seperti kaca. Kalau nobie dinyalakan, maka tulisan Acer di belakang layar akan menyala. Sudah begitu cat-nya ada gradasi hitam ke biru metalik. Dan berkilau seperti sebuah batu permata. Keren deh.

Seri nobie dari Acer ini adalah Acer Aspire 2930-642G25Mn. Nobie ini sudah dipersenjatai dengan prosesor nobie baru dari Intel, yaitu Core2 Duo T6400 yang menggunakan fabrikasi 45 nm alias lebih kecil lagi dari jajaran Core2 Duo sebelumnya yang menggunakan fabrikasi 65 nm.

Read More »

Tambahan RAM 2 GB

system_monitor1Bagi seorang yang bekerja di dunia TIK (teknologi informasi & komunikasi) seperti diriku, kapasitas RAM yang besar adalah sebuah kemewahan tersendiri. Soalnya dengan kapasitas RAM yang besar, berarti semakin banyak hal yang bisa dilakukan secara bersamaan plus kecepatan sistem yang meningkat. Kalau sudah begitu diharapkan produktivitas menjadi meningkat.

“Halah… apa iya bisa langsung meningkat produktivitasnya, Mas Bro?”

Hari ini diriku sedang bergembira ria karena mendapatkan tambahan RAM sebesar 2 GB. Maklum, RAM bawaan notebook Acer TravelMate 6292 cuma 512 MB. RAM sebesar ini sangat kurang dibanding pekerjaan yang harus diembannya. Sistem jadi sering terengah-engah ketika harus bekerja keras.

Tuh lihat di “System Monitor” dari Ubuntu. Saat diambil gambarnya, sistem belum banyak menjalankan program. Coba nanti kalau sudah mulai menjalankan banyak program akan bisa kita lihat perubahan performanya. Asyik kan?