Majalah MUSICLIVE

Kemarin malam jalan-jalan ke Gramedia menemani Buba yang ingin beli buku. Terus kepincut sama majalah musik bertajuk MUSICLIVE ini. Isinya tentang band-band indie (independent) dan lagu-lagu yang diedarkan dengan jalur indie. Benar-benar media publikasi yang sangat bagus bagi band-band Indonesia yang masih belum beruntung di belantika musik Indonesia.

Tapi jangan meremehkan musik indie loh! Ada juga band atau musisi ternama yang memanfaatkan jalur indie. Atau banyak juga band atau musisi yang berangkat dari jalur indie dan menjadi sangat ternama. Tentu riwayat perjuangan mereka sangat menarik untuk diulas & dipelajari.

MUSICLIVE
Majalah MUSICLIVE

Dan majalah MUSICLIVE yang mem-bundle CD audio fulltrack lagu-lagu ini dapat menjadi jalur yang baik untuk memulai karir di belantika musik Indonesia. Jelas kekuatan dari majalah ini adalah di visi & misinya yang berbeda dengan banyak majalah musik lain dan sangat fokus di dunia indie. Namun tidak sekedar menuturkannya, majalah ini juga beraksi nyata dengan merangkum band & lagunya dalam bentuk nyata sehingga bisa langsung dinikmati oleh pembacanya. Majalah & CD Audio-nya ini layak untuk dikoleksi.

Rasanya bakal makin afdol jika kelak MUSICLIVE tidak hanya mem-bundle CD audio saja, tetapi juga video klip musik dari para band indie yang diulasnya.

[RECOMMENDED]

Enakan Curhat Di Blog

Dengan hadirnya facebook & twitter tentu membuat kegiatan curhat dan senggol™ (iseng-iseng online) jadi mengasyikkan. Tapi kok daku merasa lebih nyaman curhat di blog ya? Selain bisa nulis panjang × lebar × tinggi, juga searchable (bener ngga istilahnya?). Memang respons teman2 di FB & twitter akan lebih cepat. Tapi nulis di FB & twitter akan segera dilupakan dengan berjalannya waktu dan sulit ditemukan kembali. Sedangkan di blog kelak masih bisa dicari & dibaca-baca lagi.

Dan yang kurang daku suka dari FB & twitter adalah karena mereka itu sistemnya tertutup. Tentu ada kelebihannya, terutama dari segi privasi. Tapi kelemahannya banyak. Kita jadi tidak bisa mendapatkan feedback dari masyarakat yang lebih luas lagi yang mungkin lebih memiliki kompetensi pada masalah yang sedang kita hadapi. Dan mungkin apa yang kita diskusikan dapat berguna bagi orang lain yang kebetulan mengalami masalah yang sama.

Hidup blog!!!

Fiat 850 Sport Coupe

Di sekitar tahun 1998-1999 saat daku kuliah S2 di UGM dulu, daku sangat terobsesi dengan sebuah mobil yang menurutku sangat keren, yaitu Fiat 850 Sport Coupe tahun 1972. Gara-garanya adalah saat daku melintasi sebuah jalan kemudian melihat mobil ini melaju dengan kerennya. Langsung saja seharian itu daku pun terbayang-bayang mobil ini.

Sejak saat itu daku beberapa kali memergoki mobil ini di jalan. Sempat juga mergokin mobil ini mogok. Hihihi…

Sampai suatu ketika daku pun memberanikan diri bertanya-tanya dengan si pemilik mobil ini. Kebetulan mobil ini berhenti di suatu gallery. Daku pun memperkenalkan diri dan kami pun ngobrol-ngobrol panjang. Rupanya si pemilik adalah seniman lukis yang cukup beken di kota gudeg ini.

Sejak saat itu daku pun kalau melintas dan ketemu dengannya selalu melambaikan tangan. Dan daku lebih sering ke kampus dengan lewat galeri-nya. Padahal ada jalan lain yang lebih deket ke kampus.

Baca selebihnya »

Potentiometer Reverse Log

Akhirnya potensiometer pesananku tiba juga setelah beberapa minggu menanti. Pots (singkatan dari potensiometer) yang daku pesan ini termasuk langka di Indonesia, yaitu bertipe reverse log atau biasa dikodekan sebagai C. FYI, kode A adalah utk potensiometer tipe logaritmis dan B untuk linear.

Potensiometer Reverse Log
Potensiometer Reverse Log

Pots bermerk Alpha dengan ukuran C500k ini memang seringkali dipakai untuk membuat efek dan juga untuk volume/tone gitar. Sifatnya memang agak unik dan seperti halnya tipe logaritmis, pembuatan pots jenis ini relatif lebih sulit dari pada yang jenis linear biasa. Makanya harga pots ini relatif lebih mahal dibandingkan dengan yg linear atau pun logaritmis. Jika digambarkan, efek dari pot ini grafiknya terbalik dari yang tipe logaritmis. Kalau logaritmis memiliki bentuk lengkung parabola ke atas, maka yang ini lengkung parabolanya menghadap ke bawah.

Baca selebihnya »

Membuat MXR Distortion Plus

Sangat penuh perjuangan saat daku membangun kloningan efek gitar MXR Distortion Plus. Dari hunting komponen, gagal saat menggunakan perf board, gagal saat menyablon PCB, sampai perburuan FeCl.

Namun perjuangan itu berakhir manis saat daku berhasil membuatnya. Terima kasih untuk Bro Yuswanto yang telah membantu menyablon PCB.

Yang polos bersama teman-temannya
Yang polos bersama teman-temannya

MXR Distortion Plus (clone) ini memang bersuara mantap. Tidak bakal kecewa deh kalau membuatnya sendiri. Selain modalnya relatif tidak besar, efek distorsi memang menu wajib gitaris, apalagi gitaris metal, kuti mesdu (baca: kudu mesti) memilikinya! Atau beli jadi saja? Hem… boleh juga lah, praktis, tapi butuh modal ekstra.

Sayangnya daku belum berhasil merekam suara efek via Digicam. Suaranya jadi terlalu cempreng saat direkam oleh Digicam. Padahal kalau didengarkan langsung dari ampli Fender Frontman 15G suaranya mantap banget. Kayaknya perlu pakai microphone yang bagus. Besok deh kucoba merekam pakai Nokia XM 5800. Sekarang daku mau santai dulu. Ciao…

Dalemannya
Dalemannya