Membuat Radio Internet Dalam 5 Menit

Di apartemen dan kantor rada kesulitan kalau mendengarkan radio FM karena tidak dapat sinyal yang bagus. Kalau pun dapat pasti suaranya tidak bagus, kresek-kresek. Solusi paling mudah ya mendengarkan radio internet. Jelas lebih bagus suaranya. Kelemahannya ya karena harus terkoneksi ke internet. Tapi solusi ini mau tidak mau dilakukan kalau masih mau dengerin radio.

Untuk mendengarkan radio internet ini bisa dilakukan menggunakan VLC atau Rhythmbox (default player audio di Ubuntu). Tapi saya kurang suka menggunakan kedua player ini karena saya menganggapnya kurang praktis. Jadi saya menantang diri sendiri untuk membuat player html dalam 5 menit. Bisakah? Ternyata gampang banget kok membuatnya.

Kalau teman-teman mau membuatnya sendiri silakan menyalin code di bawah ini. Tapi kalau malas dan ingin segera mendengarkan radio internet, silakan kunjungi situs ini: Radio Zero.

Screenshot from 2019-08-02 16-25-15

Mohon maaf saya cuma menampilkan gambar code-nya karena saya kesulitan menuliskan kode html di wordpress. Tapi jika diinginkan bisa mengunjungi github di : Web-Radio (github).

Semoga bermanfaat.

CHIP OLED Radio Internet (versi 3) | Vlog

Ini masih membahas CHIP OLED Shield untuk C.H.I.P. Kali ini adalah contoh aplikasinya. Dan lagi-lagi saya membuat Radio. Bahkan ini berarti versi ke-3 untuk radio internet CHIP (baca: C.H.I.P Radio Internet versi 2). Ini karena saya menggunakan CHIP yang sama saat saya ngoprek radio internet sebelumnya.

Hanya saja, kali ini saya melakukan beberapa perbaikan, yaitu:

  1. Yang pertama sangat jelas, saya menggunakan CHIPOLED Shield. Yang berarti saya menggunakan display OLED mungil namun sangat jelas tampilannya dan hemat dayanya.
  2. Karena menggunakan CHIPOLED Shield, maka saya leluasa membuat kontrol untuk radio karena shield ini sudah dibekali dengan 5 buah tombol.
  3. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan library vlc, untuk engine streaming kali ini saya menggunakan mpd/mpc. Terus terang saya mencontek cara yang digunakan oleh piradio.

Berikut adalah video-nya:

Baca selebihnya »

MiFi in action

Speedtest MiFi Bolt! di Apartemen

Kemarin sore saya bergegas mencoba koneksi Bolt di apartemen. Dapat sinyal 4 bar. Dan ternyata koneksinya lumayan. Ini dia hasilnya:

10418352_10152321383054620_4041654947488069052_n

Secara teoritis LTE 4G punya kecepatan maksimal 72 Mbps. Dan ketika dapat kecepatan download 7.13 Mbps rasanya keren banget. Langsung saja saya nonton video youtube dengan kualitas HD. Boleh dikata lancar walau kadang buffering sebentar.

MiFi in action

Bolt! Mobile WiFi (Huawei E5372s)

Rasanya putus asa kalau mengandalkan koneksi internet dengan operator selular biasa. Selain tidak bisa diandalkan sinyal dan kecepatannya juga karena ada kuota pemakaian internet. Sebelumnya saya menggunakan XL, Tri dan Smartfreen. Yang satu bagus tapi kemahalan, sementara yang lain murah tapi tidak bisa diandalkan kecepatan dan sinyalnya.

Kali ini saya mencoba membeli Bolt! Sebenarnya keinginan ini sudah sejak lama, tapi saya menunda membelinya karena saya sering keluar kota dimana sinyal 4G Bolt! belum menjangkau daerah kerja. Tapi apa mau dikata, saya sudah malas menggunakan koneksi selular biasa. Saya mau yang luar biasa, maka saya pun membeli MiFi (mobile wifi) dari Bolt!

Kemarin siang saya pesan dari Lazada.co.id dan siang ini saya sudah menerimanya. Bener-bener jos tho? Ini dia penampakan ketika saya membuka paketnya. Jangan lupa perhatikan tulisan kalau MiFi ini buatan Indonesia. Top!

Baca selebihnya »

Batal Belanja Karena di-Ban

Saya ini orangnya males, lebih sering belanja via online. Dari pada pusing nyari sendiri ke toko-toko, mending kan beli online. Seperti ketika tempo hari mau beli tinta printer black dan tri-color, saya mau beli dari “B”, salah satu toko online terbesar. Masalahnya adalah saya lupa password-nya. Maklum, berapa ratus (*lebay*) pin dan password yang mesti diingat.

Yang lebih menjengkelkan, ketika saya klik link “Lupa password” dengan harapan mendapat email pengingat, ternyata email pengingat tidak segera saya terima. Tentu saja saya berusaha memasukkan password seingatnya.

Keesokannya email pengingat baru saya terima. Email yang sangat terlambat. Dan ketika saya coba login, akun saya di-ban. Kayaknya karena saya terlalu banyak mencoba untuk login dengan password salah.

banned

Karena saya butuh tinta itu segera, mau tidak mau saya beralih ke toko online lain, sebut saja “L”. Kok ya ternyata harganya lebih murah untuk tinta tri-color. Sudah gitu gratis ongkos kirim.

Sehari berselang setelah pesanan diverifikasi, paket tinta datang dengan selamat. Sudah masuk ke printer dengan baik. Hasil cetakan baik. Saya puas.

Hari ini saya iseng, saya coba hubungi CS toko “B” tersebut via chat messenger yang disediakan. Saya utarakan kalau akun saya di-ban dan minta dibebaskan. CS-nya bingung, mungkin tidak tahu arti banned, wakaka… Dan dia berkata menuliskan keluhan saya untuk ditindaklanjuti 2×24 jam di hari kerja. Oke, ini hari Sabtu, jadi mungkin efektif akan ditindak lanjuti 4 hari ke depan.

Kejadian sederhana sebenarnya, tapi membuat saya berkernyit. Menurut saya, mekanisme pertahanan (bukan keamanan) ini justru merugikan toko “B” sendiri. Dengan tidak didukungnya fitur yang mempermudah pelanggan di samping lambatnya respon sistem dan CS membuat pelanggan (mau pun calon pelanggan) mengalami kesulitan dan tentu saja dengan mudah membuat mereka beralih ke toko lain. Seperti saya yang pada akhirnya membeli dari kompetitornya.

Kalau begini, yang rugi siapa? Yang jelas pelanggan tidak rugi.