Meningkatkan Kunjungan ke Studewo.com (Ping)

Melanjutkan cerita tentang Ping (Meningkatkan Kunjungan ke Blog/Website Secara Instant), saya mendapatkan kesempatan menjajal engine yang dikembangkannya pada situs Studewo.com. Situs ini jarang sekali saya update. Malahan hampir terlupakan hingga akhirnya suatu hari sebuah tagihan perpanjangan domain+hosting tiba di inbox saya. Hehehe…

Singkat cerita, saya ingin jumlah kunjungan ke situs studewo ini naik. Dari semula 0-5 kunjungan per hari menjadi 300 kunjungan/hari. Angka 300 ini karena saya cuma diberi kuota segitu, hiks… Maklum dalam rangka uji coba engine-nya Ping, gratisan…

Statistik harian studewo.com
Statistik harian studewo.com

Dan karena ada lonjakan drastis, maka dashboard pun memberikan pesan seperti gambar di bawah ini.

Pesan dari wordpress
Pesan dari wordpress

Apakah ini ada efeknya bagi mesin pencari (Google)? Besok kita selidiki lagi ya? Hehehe… catatannya bersambung lagi.

Memanfaatkan Tethering Android Untuk Berbagi Media

Saat ini daku memiliki beberapa piranti, yaitu BlackBerry, Smartphone Android, Tablet PC, Notebook, dan Dongle TV Android. Masing-masing punya fungsinya sendiri-sendiri walau pun secara fungsional mereka memiliki fitur yang sama. Maksudnya, semuanya bisa menampilkan foto/video, berkomunikasi, dll. Hanya saja, kadang-kadang kita perlu melihat foto atau memainkan film yang tersimpan di satu piranti di piranti lain, atau yang didownload dari notebook/tablet PC.

Saat ini daku banyak mengambil foto/video dari BlackBerry Z10 dan tentu lebih nyaman menikmatinya dari TV LED 32″ dengan bantuan Dongle TV Android. Asyik kan? Apalagi jika kita menikmatinya bersama teman atau keluarga.

Sungguh tidak praktis jika daku harus mengirim foto-foto tersebut ke Dongle TV Android. Kebetulan Dongle TV Android-ku tidak memiliki koneksi Bluetooth. Lagi pula menyalin file media yang begitu besar ke piranti lain malah memboroskan kapasitas penyimpanan. Mengirim via email atau menyimpan foto-foto tersebut di cloud? Malah jadi tambah boros bandwidth.

Untunglah daku bisa memanfaatkan fitur tethering hotspot di Android yang bisa mengkoneksikan sampai 5 piranti dalam jaringan lokal selain fungsi utama tethering sebagai pembagi koneksi internet. Daku memanfaatkan Smartphone dari Smartfren, yaitu Smartfren Andromax-i sebagai hotspot dan mengkoneksikan piranti yang lain ke hotspot ini. Untuk sharing cukup mudah karena notebook sudah terinstall Samba. Sedangkan antara piranti Android bisa memanfaatkan aplikasi File Expert yang memiliki fitur berbagi content via FTP, Wifi, DNLA, dll. Saya lebih senang menggunakan fitur FTP yang memampukan piranti Android sebagai FTP Server. Kalau mau keren bisa memanfaatkan fitur DNLA untuk memainkan video di piranti lain. Kebetulan BlackBerry Z10 telah mendukung fitur ini.

Dengan memanfaatkan fitur tethering & hotspot dari Android ini berarti daku bisa menghemat dari pembelian piranti WiFi Hotspot yang walau pun sekarang sudah cukup murah namun membuat perbendaharaan pirantiku semakin banyak. Males kan kalau kemana-mana harus menenteng banyak piranti? Lagi pula daku sedang berhemat, hehehe…

Dengan cari ini daku bisa mengintip isi masing-masing piranti dari piranti lain via berbagi content jaringan ini. Ke depannya daku ingin membangkitkan Raspberry Pi yang lama teronggok tak berdaya. Daku ingin memanfaatkan Raspberry Pi sebagai SAN/NAS (storage area network/network attached storage) yang akan menyimpan semua file media (foto, video, dll) dan siap dimainkan dari semua pirantiku yang terhubung ke hotspot. Kebetulan daku telah menyediakan sebuah harddisk external 1 TB. Untuk Raspberry Pi telah pula daku siapkan Dongle Wifi USB. Sedangkan Raspberry Pi-nya sendiri akan dikonfigurasi headless alias tanpa monitor, keyboard dan mouse. Begitu nyala langsung berfungsi sebagai SAN.

Rasanya sudah gatal ingin segera mewujudkannya. Tapi ah, liburan dulu…

Presentasi e-Business

Hari Rabu (15/05/2013) kemarin saya menghadiri presentasi e-Business yang disampaikan oleh dr. Erik Tapan di RS Awal Bros Bekasi. Sungguh menarik bahwa dunia bisnis sudah harus menggunakan saluran media sosial dengan efektif demi memenangkan persaingan bisnis. Dan dewasa ini pemanfaatan saluran media sosial sudah menjadi suatu keharusan.

Hanya saja, eksekusinya menjadi PR tersendiri bagi institusi bisnis, terutama supaya bisa selaras dengan strategi perusahaan. Bagi para individu yang telah memiliki akun di media sosial diharapkan mampu secara selaras mendukung perusahaan di media sosial terutama untuk membangun imaji yang positif.

dr. Erik Tapan
dr. Erik Tapan

Presentasi diakhiri dengan diskusi teknis pelaksanaan pemanfaatan media sosial di group RS Awal Bros. Karena walau pun telah memanfaatkan media sosial, ternyata masih banyak PR untuk membenahi mekanisme selama ini supaya selaras dengan strategi perusahaan.

Balapan Belajar Cloud

Senangnya mengamati proses pembelajaran & setup server cloud antara tim B (RS AB Bekasi) dengan tim T (RS AB Tangerang). Sebenarnya ada 1 tim lagi, yaitu Tim P (RS AB Pekanbaru), sayangnya karena keterbatasan pengetahuan SDM IT di sana yang mengakibatkan mereka tidak bisa ikutan.

Aku sendiri sebenarnya membantu Tim B dan kami belum berhasil menambahkan node ke MAAS. Padahal node sudah berhasil di-install via cloud controller.

Sedangkan tim T kebalikannya. Mereka sudah berhasil mendaftarkan node di MAAS tetapi belum bisa install node via controller. Tibalah saatnya untuk menggabungkan kedua tim.

Jika sudah berhasil mengkonfigurasi cloud, tantangan berikutnya sudah menanti, yaitu untuk menginstall aplikasi dan servis di cloud. Tentu saja setelah itu harus melakukan benchmarking atas sistem cloud.

Ayo maju terus Tim!!!

Eksperimen MySQL Cluster & Benchmarking

Selama 2 minggu terakhir ini kami melakukan eksperimen dengan MySQL Cluster. Kami mengacu kepada dokumen resmi dari MySQL, yaitu: MySQL Cluster NDB. Kami telah berhasil mengkonfigurasinya dengan 1 PC management, 1 Server MySQL dan 3 Storage Node. Tetapi kami penasaran dengan performanya. Maka kami pun melakukan benchmarking. Kami menggunakan program benchmarking PMBT (PHP MySQL Benchmark Tool).

Kami menambahkan parameter ndbcluster supaya PMBT bisa mengenali engine database NDB Cluster. Hasilnya ternyata mengecewakan. PMBT menunjukkan performa cluster yang sangat kurang. Jauh sekali di bawah MyISAM. Lebih baik dibandingkan InnoDB, tapi karena masih jauh sekali di bawah MyISAM, kami pun jadi ragu menggunakan MySQL Cluster ini.

Kami bereksperimen dengan mematikan 1 PC Storage Node. Ternyata kecepatan cluster MySQL meningkat. Kami matikan 1 lagi PC Node. Kecepatan cluster pun meningkat. Tentu saja ketika node ke-3 dimatikan, cluster pun down karena sudah tidak memiliki storage node lagi. Walau pun server down, tapi data aman.

Nampaknya clustering dari acuan resmi ini mengacu kepada pilihan High Availability. Padahal kami menginginkan konfigurasi Performance. Karena dengan engine MyISAM saja server kami sudah kedodoran, apalagi jika menggunakan MySQL Cluster yang performanya jauh banget di bawah MyISAM?

Oke, mungkin kami salah mengkonfigurasikan cluster ini. Tapi berdasarkan referensi lain dari situs lain di internet tidak jauh beda dengan yang ada di situs resminya. Jika demikian, mungkin konfigurasi dari situs lain akan menghasilkan performa yang sama dengan yang kami rasakan sekarang. Lagian tidak ada penjelasan secara gamblang untuk konfigurasi cluster MySQL utk perfomance.

Kini kami melirik solusi Cloud. Saat ini tim sudah membeli buku-buku tentang Cloud. Salah satunya karangan Onno W. Purbo. Sementara ini saya belajar mengandalkan literatur yang tersedia dari internet. Kebetulan ada e-book tentang Cloud dari OWP juga. Yuk kita belajar membuat Private Cloud?