Tidak Boleh Jangan

Konon otak manusia itu akan cenderung mengabaikan kata negasi seperti “tidak”, “jangan”, “dilarang” atau yang sejenisnya. Sehingga jika ada sebuah nasehat atau peraturan yang dimulai dengan kata negasi (misalnya larangan), biasanya malah dilakukan oleh orang yg dinasehati.

Sebagai contoh sederhana, misalnya kita menasehati anak kita supaya tidak hujan-hujanan dengan kalimat seperti ini:

“Nak, kalau hujan tidak boleh hujan-hujanan.”

Baca selebihnya »

Kalau Pemalas Dapat Award

Hehehe… bagaimana kalau seorang pemalas dapat award? Ya begini ini, yang jelas pasti telat nerusin award-nya. Namun walau pun daku ini seorang pemalas, bukan berarti tidak bertanggung jawab, tho? Jadi dalam rangka mempertanggung-jawabkan award ini, perkenankanlah daku mengerjakan PR-nya.

1) Thank and link to the person who awarded me this award

Perkenankanlah daku mengucapkan terima kasih kepada Kakanda terkasih Mbak ChocoVanilla dan Sahabat Maya Mas Asop yang membuat daku GR karena ketiban award.

2) Share 8 things about myself

Sebagai seorang pemalas sejati, perkenankanlah daku menggambarkan diriku sendiri.

Baca selebihnya »

Tips Page Rank

Beberapa hari belakangan daku BW ke blog para sahabat dan rupanya banyak yang membahas Page Rank (PR) dari Mbak Google. Sepanjang-pendek yg daku ketahui, PR ini membuat peringkat WWW berdasarkan algoritma yang dikembangkan oleh Larry Page yang kemudian digunakan oleh Google. Algoritma yang digunakan akan membobot setiap halaman berdasarkan link dan keterkaitan link dgn website lain. Semakin sering dikunjungi dan di-refer oleh situs lain, maka page kita akan semakin berbobot. Istilah kerennya: popular.


Gambar diculik dari Mbak Wiki

Namun algoritma ini bukan harga mati. Rupanya algoritma ini terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak lagi parameter. Mungkin juga karena saking ruwetnya plus semakin banyaknya page, perhitungannya jadi lebih lama. Makanya sekarang mungkin periode rilis PR jadi 6 bulan bahkan 1 tahun. Padahal dulu cuma 1~3 bulanan.

Baca selebihnya »

Inspirasi Hari Ini: Maaf

Sebagai manusia yang tidak sempurna, kita tentu seringkali berbuat salah, dosa, kejahatan, kegagalan, kelalaian, atau perbuatan lain yang bisa saja merugikan orang lain. Namun kata “maaf” ini mengapa sulit sekali keluar dari mulut?

Kita semua tahu bahwa kesederhanaan kata “maaf” yang hanya terdiri 4 huruf ini menyimpan sesuatu yang sangat besar. Dan membuat kita enggan dan menghindari kata “maaf” ini.

1) Kata “Maaf” merupakan pengakuan dan penyesalan atas kesalahan, dosa, kejahatan, kegagalan, kelalaian, atau perbuatan kita yang merugikan orang lain atau melanggar hukum. Seringkali kita berasa berat sekali mengakui kesalahan kita. Entah karena ego atau malu?

Baca selebihnya »

Menyeleksi Perasaan

Suatu saat daku pernah mendengarkan sebuah nasehat dari seorang motivator terkenal. Nasehat ini berkaitan dengan besarnya jumlah pikiran yang berkecamuk di otak kita. Katanya sih sampai puluhan ribu. Kalau tidak salah ingat, katanya bisa lebih dari 64,000.

Namun supaya hidup kita lega, sebenarnya bukanlah jumlah pikiran yang dikurangi, tetapi kurangilah keterlibatan perasaan dalam pikiran kita. Seperti kita tahu, banyaknya masalah atau pikiran yang seringkali melibatkan perasaan malah mempersulit penyelesaian masalah. Tidak hanya mempersulit, bahkan bisa saja membikin macet, atau kalau dalam istilah IT adalah hang. Semoga saja tidak sampai BSOD ya? Bisa-bisa harus restart otak. Xixixi

Dan biasanya perasaanlah yang membuat kita ngambeg dan semuanya malah jadi macet. Nah… nampaknya mulai sekarang kita perlu menyeleksi keterlibatan perasaan kita ini. Syukur-syukur bisa membuat prioritas perasaan (*emang bisa ya?*). Kalau cuma tersinggung sama seseorang atau atasan karena pekerjaan yang sepele, ya mending tidak usah dimasukkan ke hati. Bisa-bisa boros perasaan. Sayang dong hidup kita. Ya tho? Xixixi…

{ Sedang menasehati & memotivasi diri sendiri }