Farhat Abbas Presiden Muda

Pagi tadi saya terhenyak ketika membaca berita di harian lokal. Rupanya Farhat Abbas menyiapkan dirinya menjadi calon presiden (capres) dan siap diusung partai-partai. Padahal belum lama ini Farhat tersandung masalah SARA dengan Ahok. Dia dilaporkan ke kepolisian terkait komen SARA-nya di twitter.

Capres
Capres

Disebutkan di berita bahwa Farhat bermodalkan pengalaman membela & menyelamatkan 4 orang terpidana mati. Dengan motto “Aku Indonesia” dan program “Majukan seni budaya bangsa”, Farhat menuliskan bahwa capres wajib sumpah pocong untuk tidak korupsi dan tidak KKN. Serasa kembali ke dunia animisme dan dinamisme ya?

Baiklah, silakan mencalonkan diri. Seperti halnya Bang Haji Rhoma Irama, mungkin Farhat Abbas akan mendapat banyak cibiran dari masyarakat. Atau mungkin menjadi presiden itu memang mudah? Atau urat malu kebanyakan orang sudah putus?

Capres dehhh…

Jembatan Penyeberangan

Jembatan Penyeberangan Nan Sepi
Jembatan Penyeberangan Nan Sepi

Di dalam foto nampak sebuah jembatan penyeberangan yang belum berusia setahun, jadi masih termasuk baru. Saya secara pribadi sudah merasakan beberapa kali menyeberang dengan jembatan ini terutama saat finishing pembangunannya dulu. Dan saya merasa sangat terbantu dengan adanya jembatan ini karena saya merasa aman dan nyaman dalam menyeberang. Kini jembatan ini sudah berfungsi dengan baik.

Namun setelah beberapa bulan keberadaannya, saya lebih sering melihatnya sepi. Di sisi lain, saya lebih sering melihat orang-orang berlarian menyeberang menantang maut. Padahal ini termasuk jalur besar dan kencang.

Dalam hati, saya bertanya, mengapa para penyeberang ini ngotot dan nekad menyeberang jalan padahal sudah disediakan jembatan penyeberangan? Mungkin salah satu poin ini bisa jadi alasan mereka:

1. Kalau naik jembatan penyeberangan berarti lebih banyak energi yang digunakan untuk menuju jembatan dan menaikinya. Jadi membuat capek saja.

2. Merasa lebih praktis kalau langsung menyeberang dari mall ke seberang jalan. Mungkin repot kalau membawa barang belanjaan harus naik-turun tangga jembatan penyeberangan.

3. Ngepasin angkot yang menanti mereka di seberang jalan. Soalnya jembatan penyeberangan pas dengan traffic light yang tidak memperbolehkan angkot ngetem, jadi mereka harus lebih jauh menjangkau angkot yg ngetem.

4. Merasa cantik/ganteng kalau bisa menantang maut dengan menyeberang jalan yang rame banget.

5. Sudah berdoa dengan khusuk sebelumnya sehingga yakin tidak mungkin tertabrak kendaraan lain.

6. Sudah punya asuransi jiwa & kesehatan, sehingga apa pun yang terjadi tidak masalah. Toh, dijamin asuransi.

7. Dan lain-lain

Dan alasan-alasan bodoh ini pun mengesampingkan akal sehat. Seringkali saya miris melihat seseorang atau beberapa orang sekaligus menyeberang dengan berlarian padahal jelas-jelas nampak jembatan ini ada di dekat mereka.

Padahal berdasarkan catatan, banyak loh yang tertabrak karena menyeberang di jalur padat. Pengalaman saya bekerja di rumah sakit telah menorehkan ingatan akan duka orang-orang yang tertabrak karena menyeberang. Mereka tidak meninggal, tetapi mengalami kecacatan parah dalam usia belia. Dan kecacatan ini berlaku seumur hidup mereka.

Paling tragis saat mengetahui siswi SMA yang tertabrak trailer sehingga harus diamputasi kedua kakinya karena remuk. Jika demikian, nasi sudah jadi bubur. Dan waktu tidak bisa berputar terbalik untuk mengembalikan peristiwa ironis dan menyadarkan mereka bahwa jembatan penyeberangan sudah ada di sana untuk membantu mereka menyeberang jalan dengan aman dan nyaman.

Agen Ganda

Mendengar istilah “agen ganda” tentu pikiran kita melayang ke film-film action spionase. Tapi tidak usah jauh-jauh melayang, karena “agen ganda” ini terkadang tidak jauh beroperasi di dekat kita. Secara gampang kita bisa melihat dari rekan kerja yang mengerjakan sesuatu atau pekerjaan untuk perusahaan lain di jam kerja, mungkin dilakukan di ruang kerja dan dengan fasilitas kantor tanpa ada kaitan dengan pekerjaannya yang resmi, tanpa restu kantor, dan seringkali memperoleh keuntungan dari perusahaan lain.

Seandainya saja pekerjaan lain ini dikerjakan di luar jam kerja tanpa menggunakan fasilitas kantor, tentu lain ceritanya, karena hal ini bisa disebut sebagai pekerjaan sampingan. Tapi kalau sudah menggunakan jam kerja dan fasilitas kantor untuk kepentingan perusahaan lain tanpa seijin perusahaan tempat dia bekerja, silakan saja cap dia sebagai agen ganda.

Belakangan ini kami ada kasus dimana seorang sekretaris memanggil beberapa koordinator & karyawan untuk diwawancara di perusahaan lain. Tentu saja para koordinator & karyawan penuh tanda tanya, kok bisa sang sekretaris resmi memanggili koordinator untuk diwawancara untuk perusahaan lain? Ironisnya ini dilakukan di jam kerja dengan fasilitas kantor! Wah, ada agen pembajakan SDM nih.

Baca selebihnya »

Buku: Percepatan Rejeki

Saat jalan-jalan di toko buku, saya cukup girang ketika menemukan buku “Percepatan Rejeki Dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan” karangan Ippho ‘Right’ Santosa. Sejak membaca bukunya yang berjudul “13 Wasiat Terlarang! Dahsyat Dengan otak Kanan”, boleh dibilang saya ini penggemar Ippho Santosa. Makanya dengan tidak ragu saya langsung membeli buku Seri Otak Kanan ini.

Sampai rumah segera saja saya sobek bungkus dan memulai membacanya dengan penuh semangat. Namun segera saja semangat saya pupus. Semuanya bermula dari sebuah bab “Bacalah!” yang mengawali semua bab dalam buku ini.

Baca selebihnya »

Careless

Kalau suatu saat Anda menggunakan toilet dan menemukan tempelan “PERHATIAN” seperti foto di bawah ini, apa yang ada di benak Anda?

PERHATIAN
PERHATIAN

Kalau saya sih jelas prihatin. Bukan pada tempelen itu, tetapi kepada pengguna toilet yang sembarangan dan tidak turut menjaga kebersihan. Seringkali daku jumpai pada siang hari toilet kotor sekali. Padahal paginya sudah dibersihkan oleh CS. Memang sih ada CS yang bertugas membersihkannya, tapi lebih baik jika kita turut menjaga kebersihannya. Ya tho? Mungkin itu semua dipengaruhi mentalitas orangnya ya? Daku jadi teringat posting sebelumnya: “Antara Rokok, Batuk, Kentut dan Exhaust”. Sama-sama careless. Coba baca cerita ke-3 yang bersinggungan dgn toilet. Xixixi…

Oke, satu lagi bukti yang menunjukkan bahwa masih ada orang yang careless bin sembarangan bin sembrono, yaitu foto di bawah ini yang masih diambil dari toilet yang sama. Cara membuang tissue-nya sembarangan, padahal sudah disediakan tempat sampah. Saat daku lihat, tempat sampah masih kosong & bersih.

Tempatnya Sampah
Tempatnya Sampah

Rupanya orang dengan mentalitas menyedihkan itu banyak juga berkeliaran di sekitar kita. Atau malah orang itu kita sendiri? Mari kita coba perbaiki dari kita sendiri.