Hacker Berhadiah Cantik

Selama 3 hari kemarin kami cuti dalam rangka memperingati 1 tahun kepergian Papah tercinta. Kami serombongan ke Yogyakarta dan Klaten. Detail cerita akan saya tuliskan terpisah. Selama cuti tersebut ada kabar baik bagi para sahabat karena ada penambahan hadiah kontes.

Voucher Diskon Kecantikan di L’Melia

L’Melia adalah sebuah klinik kecantikan (khusus wanita) milik dr. Erik Tapan & istrinya. Dr. Erik yang dikenal juga sebagai dokter internet ini memberikan voucher diskon sebesar 10% untuk semua treatment (kecuali obat) bagi 10 peserta pilihan.

Menyenangkan kan kalau bisa selalu tampil cantik? Tidak hanya Ping Si Hacker Pink yang bisa tampil cantik. Anda pun bisa!

Ehm, kalau pemenangnya pria, voucher bisa diberikan kepada istri, pacar, ibu, atau adik/kakak perempuan. Karena klinik kecantikan ini khusus wanita.

Kaos Capung Jogjakarta

Jalan Malioboro adalah surganya souvenir bagi para wisatawan. Saya melihat banyak kaos keren berkualitas. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk membawakan oleh-oleh kaos desain bordir bagi pemenang 1, 2 dan 3. Motif kaos adalah bordir (bukan sablon) sehingga bakal awet walau dicuci berkali-kali.

Kaos Capung Jogja
Kaos Capung Jogja

Kaos berwarna dasar hitam ini memiliki 3 pilihan motif, yaitu Maliboro, Toegoe Jogja dan Jogja Sego Segawe (Sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe). Keren ya?

Ping Juri Kontes

Selama periode cuti kemarin terjadi gencatan senjata antara saya dengan Ping. Berita baiknya, Ping bersedia didaulat menjadi juri. Cuman saya wanti-wanti ke Ping kalau penilaian tidak berdasarkan masalah teknis nan jelimet, tapi berdasarkan penyajian artikel. Soalnya kontes ini cuma untuk penulisan populer yang ringan-ringan saja, bukan jurnal ilmiah tentang keamanan. Semua blogger dengan berbagai latar belakang boleh turut serta, syukur-syukur bisa menjadi ajang pembelajaran keamanan berinternet.

Ping pun setuju, dia berjanji untuk mengesampingkan aspek teknis. Yang penting enak dibaca, katanya.

Penutup

Ayo kita belajar keamanan berkomputer dan berinternet. Kalau beruntung akan mendapatkan hadiah keren dan bisa bikin cantik dan awet muda. Buruan daftar kontesnya yaaa…

~~~

Sponsor: Klinik Kecantikan L’Melia
Jl. Cempaka Putih Tengah XXX no. 5D, Jakarta
Website: Klinik L’Melia

Kontes Ping Si Hacker Pink (CLOSED)

Update 13/12/2013: Pengumuman pemenang kontes bisa dibaca di: Pengumuman Kontes Ping Si Hacker Pink

~~~
Beberapa sahabat bertanya kepada saya dengan kalimat senada seirama, kurang lebih begini:

“Cerita Ping itu beneran? Atau cuma fiksi? Kok saya meragukannya?”

Wah… ternyata cerita tentang Ping Si Hacker Pink diragukan kebenarannya. Padahal kan memang belum tentu benar, xixixi… Namun keraguan teman-teman menjadi ide bagi saya, yaitu untuk menjadikannya sebuah kontes. Jadilah ini kontes ke-2 saya setelah Giveaway: Arduino Leonardo

I HATE PINK
I HATE PINK

Baca selebihnya »

STUDEWO was HACKED

Mantab… website studewo.com di-hack. Dari tanggal file-nya, mungkin di-hack tanggal 28 Mei 2011 (walah kok sudah lama baru sadar ya? Kemana aja sih?). Website-ku yang mengkhususkan diri untuk dunia musik ini di-hack oleh Mr_AnarShi-T dengan pesan:

Mr_AnarShi-T was here
The 077 | Tn-ViruS | ThE cOomMenDer
ThiS is NoT a Lie ThiS is ReaL , ThiS iS a Joke FroM Tunisien FuCk3r Gr33T’s To You bb


Entah apa maksudnya. Tapi lelucon ini melampirkan lagu yang keren habis. Walau pun mengaku dari “Tunisien”, lagu yang dilampirkan berbahasa Indonesia. Anda dapat langsung mendengarkan lagunya di STUDEWO.com (sebelum saya perbaiki dalam beberapa hari ke depan) atau bisa juga didengarkan di:

Title: Nurani Kehidupan
Artits: INNERBEAUTY
Album: For Our Souls
Year: 2007
Duration: 5 minutes 1 second

~~~

Update: Studewo.com sudah daku perbaiki @22/07/2011 13:00 WITA

Akhirnya Pemblokiran Depkominfo 90%

Senang rasanya membaca berita “Tifatul: Pmblokiran Situs Berbahaya Sudah 90 Persen.” Asli, walau pun masih tidak bisa mempercayai angka “90%” yg ditulis di situ, tetapi paling tidak ada optimisme di situ. Mengenai angka yang salah kan bisa diralat kemudian. Ya tho? (*hayah*)

Dan lebih menyenangkan lagi, pemblokiran ini disebutkan tidak hanya situs-situs pornografi, tetapi juga disebutkan sebagai situs-situs yang berbahaya, yaitu situs yang mengandung muatan pornografi dan mengajarkan kekerasan. Yap, patut digarisbawahi: “mengajarkan kekerasan” seperti “terorisme”. Hehehe… jadi GR nih, jangan-jangan Om Tif mbaca tulisan daku sebelumnya. (*hayah, GR-nya ndak ketulungan*)

Eniwei, baidewei, baswei, nampaknya ada kemajuan sedikit dari depkominfo. Dan semoga ada progres lebih keren lagi di masa mendatang.

Namun ada sedikit masukan bagi Om Tif, terutama mengenai akurasi angka yang disebutkannya, yaitu “90%”. Lebih baik tidak meniru kesalahan yang sama seperti yang pernah dilakukan oleh Pakar Telematika gadungan yang semena-mena menulis angka tanpa dasar. Kita semua tentu masih ingat angka sakti 68% yang pernah disebutkannya. Usulanku ini bukan tanpa dasar loh! Soalnya daku masih bisa melihat situs-situs porno dan bahkan mendownload film-nya loh!!! (*hayah, membuka aib. Iya-iya, sudah kuhapus dari tablet & nobie, kok*) Dan kalau menyebutkan “persentase”, tentu ada jumlah acuan 100%-nya. Lha ini apakah ada 100%-nya?

Depkominfo vs Teroris

Woke, sepak terjang teroris memang sudah sangat mengerikan dan sekarang cenderung brutal, karena sudah berani menyerang polisi & masjid, di samping tentu saja target lamanya, yaitu gereja2. Rasanya tak habis2 membaca berita tentang terorisme ini.

Namun di antara berita2 tersebut tidak dijumpai peran serta depkominfo dalam mencegah & menanggulangi terorisme. Mereka malah sibuk dengan norma2 beraurat di dunia maya. Padahal depkominfo bisa turut aktif dalam pemberantasan terorisme dengan keahlian mereka di bidang IT. Dan daku rasa inisiatif ini pasti akan dapat meningkatkan prestise & kewibawaan depkominfo dari pada hiruk pikuk hujatan yang berlangsung saat ini, terutama yg tertuju langsung pada menkominfo.

Usaha ini tentu perlu mendapat dukungan & bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari masyarakat & tim ahli. Dan itu pasti akan didapat secara otomatis kemudian.

Jadi, bagaimana nih Om Tif? Mau berinisiatif membantu & membentuk tim elit IT? Atau lebih suka bergumul dengan norma2 beraurat yg lebih mengasyikkan & menggiurkan?