Film Kepemimpinan

Saya sangat suka film perang China kuno seperti yang baru saja saya tonton, yaitu The Dragon Blade. Atau film-film lama seperti The Three Kingdoms, The Red Cliff, dll. Film peperangan memang tidak pernah menyenangkan mengingat kita disuguhkan kekejian. Namun terlepas dari itu, saya selalu tertarik ketika disuguhkan adegan kepemimpinan, baik kepimpinan yang baik mau pun yang jahat. Dan juga intrik perebutan kepimpinan atau kekuasaan, penghianatan dan balas dendam.

Yang membuat saya termenung adalah bagian kepimpinan yang baik, dimana dia mampu membuat para anak buah menjadi setia dan rela berkorban jiwa dan raganya demi visi dan misi yang diperjuangkan pemimpinannya. Dan pemimpin yang baik menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap visi dan misinya dengan rasa persahabatan dan kesetiakawanan yang tinggi serta penghargaan yang besar terhadap setiap anak buahnya. Pemimpin yang baik diperlihatkan dengan keteladanannya yang luar biasa sehingga para anak buah dapat begitu menghormatinya.

Dan dari film-film ini kita dapat belajar banyak. Selain belajar kepimpinan, juga nilai-nilai kemanusiaan dan juga strategi.


{Gambar dipinjam dari Wikipedia}

Sayangnya film-film Indonesia tidak banyak yang menggarap sisi kepemimpinan seperti ini. Mungkin tidak perlu berlatar belakang peperangan, cukuplah jika film kepemimpinan digarap dengan latar belakang berbeda seperti misalnya kepimpinan perjuangan bisnis, pembelaan hak asasi manusia. Atau yang ringan-ringan saja seperti kepimpinan kelompok belajar, band, daerah, dll.

Rasanya jenis film seperti ini perlu lebih diperbanyak mengingat kita membutuhkan banyak pemimpin. Namun sebelum film-film seperti ini banyak dibuat di Indonesia, kita perlu belajar dari film-film China dulu. Asal dipetik yang baik. Yang buruk dibuang saja, hehehe…

Penggemblengan 10,000 jam

Konon setiap orang sukses telah melalui 10,000 jam penggemblengan sehingga dirinya bisa memiliki kesuksesan atau prestasi seperti sekarang. Kita ambil contoh Valentino Rossi, dia bisa memenangkan kelas 125 cc, 250 cc dan MotoGP karena telah melalui penggemblengan yang sangat panjang. Sekedar informasi, Vale memulai pelatihannya sejak umur 5 tahun. Amat-sangat muda. Jadi tidak heran jika dia begitu hebat dan penuh prestasi.

Demikian dengan atlet lain seperti Tiger Wood, David Beckham, dll. Tidak hanya di dunia olah raga, di dunia entertainment pun begitu. Kalau kita ambil contoh penyanyi lokal, kita bisa merujuk kepada Agnes Monica. Kita bisa melihat begitu suksesnya Agnes di dunia tarik suara. Namun kita tidak dapat memungkiri bahwa di balik kesuksesannya sekarang, dia telah melewati masa penggemblengan yang lama yang terus dilakukan secara konsisten. Kita bisa yakin kalau Agnes pun telah melampaui masa penggemblengan 10,000 jam.

Masa 10,000 jam ini memang bukan angka mutlak. Namun banyak orang dan pengamat yakin bahwa angka ini adalah suatu batas psikologis untuk mendukung kesuksesan seseorang. Dan hampir setiap orang yang sukses dapat kita telusuri bahwa mereka telah melampaui batas penggemblengan 10,000 jam ini.

Baca selebihnya »

Cara Bangun Dari Duduk

Belakangan daku sering mengamati bagaimana orang bangkit dari duduknya. Ada yang bangkit dengan ogah-ogahan, males-malesan, bahkan ada yg utk bangkit saja perlu dibantu topangan tangan. Ironis sebenarnya, karena orang-orang yang daku amati masih muda dan secara fisik nampak sehat.

Mengapa kok tiba-tiba daku banyak mengamati cara orang bangkit dari duduknya? Karena ternyata kita bisa menilai orang tersebut dengan vitalitasnya. Apakah seseorang itu punya vitalitas yang tinggi atau malah loyo. Paling nampak & merupakan pengamatan secara diam-diam ya dari cara berdirinya dari duduk. Sebenarnya masih ada cara lain melihat vitalitas seseorang selain dari cara berdirinya, yaitu dari semangat hidup yg bisa dibaca dari bicaranya atau pemikirannya, kecepatan jalan, kelincahan atau bahkan dari hal-hal kecil yang nampak seperti tatapan & tarikan alisnya.

Baca selebihnya »

Full Team di Pekanbaru

Hari ini daku ke Pekanbaru lagi. Tapi kali ini ada yg istimewa karena daku berangkat bersama rombongan IT Corp. Keberangkatan kami ini untuk memperkuat tim IT Corp yang sudah berangkat duluan. Jadi kami full team 7 orang di Pekanbaru. Tugasnya cukup berat karena harus menyelesaikan implementasi dan semua permasalahannya sampai akhir Januari ini.

Tim IT Corp
Tim IT Corp

Sebagai pemimpin, tugas yang kuemban cukup berat. Karena selain harus menetapkan target dan menjalankannya dengan ketat, juga harus menjaga motivasi tim. Nah yang terakhir ini yang cukup sulit. Hehehe… mesti membuat agenda jalan-jalan, makan-makan dan nonton bareng nih (*hayah*). Yang pasti sih harus bisa membuat suasana menyenangkan dalam bekerja. Sehingga bekerja jadi menyenangkan. Kalau bisa begitu, pasti kinerja bisa jadi meningkat.

Semoga misi kami ini dapat berhasil. Selamat bekerja tim! Salam

Dasar Malaysia Kambing!

Tadinya daku sudah berusaha menahan diri tidak menulis apa pun tentang konflik RI dgn Malaysia. Tapi ternyata daku tidak tahan lagi. Apalagi setelah membaca banyak status dari berbagai jejaring sosial yg isinya mencela SBY. Ya benar, keputusan pemerintah dalam mengatasi konflik ini dengan diplomasi seperti yg dituangkan dalam pidato presiden malam ini memang mengundang banyak cercaan. Selain dari lawan politiknya, juga dari banyak masyarakat.

Benar-benar memprihatinkan. Mengenai hal ini, daku cuma punya opini sederhana. Daku menganalogikannya begini: ada seekor kambing jantan nakal yang hobinya ngajak berantem mulu. Hobinya memamerkan tanduk panjang bergelung indah kebanggaannya. Seandainya saja kambing nakal ini diladeni secara kambing juga, pasti terjadi adu tanduk antara dua kambing. Hem… tidak heran kan kalau sering terjadi adu kambing?

Lha kita ini bukan kambing, Saudara-saudara! Dan Indonesia ini bukan negara kambing, Sobat-sobat! Ya kalau ketemu kambing jantan nakal kayak gini, mestinya kita bisa ngelus-ngelus, syukur-syukur berhasil menjinakkannya. Nanti kalau sudah jinak, kita bisa menyembelihnya dengan suka cita. Apalagi kalau waktunya pas perayaan. Ya, tho?

Baca selebihnya »