Seminar Awam: Penyakit Ginjal Kronik & Komplikasinya

Teman-teman yg saya hormati,
Bagi yang ingin tahu lebih detil mengenai penyakit ginjal dan komplikasinya, Indonesian Kidney Care Club (IKCC) bekerjasama dengan RS Awal Bros Bekasi akan menyelenggarakan seminar awam yang bertema:

“Penyakit Ginjal Kronik & Komplikasinya”

Acara akan diadakan pada:

Hari/Tgl : Sabtu, 11 Januari 2014
Topik : Penyakit Ginjal Kronik & Komplikasinya
Pembicara : dr Dwi Juwono, SpPD-KGH
(Ahli Penyakit Dalam Konsultan Ginjal & Hipertensi) dari RS Awal Bros Bekasi
Waktu : pkl. 08:30 – 12:00 WIB
Tempat : RS Awal Bros Bekasi
Jl. K.H. Noer Ali Kav. 16-17 Kali Malang, Bekasi
Pendaftaran : Sek. IKCC: 021-28899904, 08121307838
(Sdri. Lastrie)
Website : bekasi.awalbros.com
Twitter : @awalbrosbks
Member : Gratis bagi member IKCC
Non Member : Rp. 10.000 (pengganti makalah dan snack)

Gratis pemeriksaan Tekanan dan Gula Darah

Yang wajib hadir pada seminar kali ini:

  1. Anggota & pengurus IKCC
  2. Mereka yang saat ini mengalami Hipertensi, Kencing Manis
  3. Anggota keluarga yang peduli dan ingin menjaga kesehatan orang yang dicintainya agar tidak jatuh pada kondisi cuci darah
  4. pemerhati kesehatan, yang lebih peduli menjaga kesehatan dibandingkan mengobatinya

Tolong di-forward informasi ini kepada saudara2 atau teman2 Anda yang sekiranya membutuhkannya. Tindakan sederhana Anda, sekiranya bisa membantu saudara/teman Anda yang kebetulan kurang beruntung dengan organ ginjalnya.
Terima kasih.

Mari Kita Sukseskan Hari Ginjal Sedunia, Kamis 14 Maret 2014

IKCC2014

Iklan

Sibuk BPJS

Ketika pemerintah mengumumkan BPJS (Badan Penyelengggara Jaminan Sosial), maka RS-RS kami pun mulai sibuk mempelajari BPJS. Sosialisasi BPJS telah diselenggarakan sejak Desember lalu dan sampai sekarang masih dibahas di level penerapannya.

Program yang sebenarnya sangat bagus ini bukan tanpa kendala ketika diimplementasikan, karena ternyata banyak RS yang masih keberatan mengikuti pentarifan BPJS. Bagi RS kecil atau yang operasionalnya sangat efisien, mungkin tarif yang ditetapkan oleh BPJS masih bisa menutup biaya operasional. Namun bagi RS besar belum tentu. Jika pun RS besar mengikuti tarif ini, bisa jadi mereka mengorbankan kualitas pelayanan, atau malah melakukan manipulasi data. Walau pun konon BPJS akan bekerja sama dengan auditor untuk meng-audit jika ada penyelewengan.

Dari sisi dokter pun ada dampaknya, dimana dokter harus memahami dengan benar coding diagnosa dan prosedur/tindakan yang akan diinput ke sistem BPJS supaya RS tidak rugi. Karena jika ada kesalahan, selain bisa membuat RS rugi, dokter bisa dianggap melakukan manipulasi data. Ini yang membuat beberapa dokter resah dengan BPJS.

Namun di balik kendala lapangan ini, kita memang harus mendukung BPJS walau pun dalam awal penerapannya masih belepotan. Namun diharapkan ke depannya semakin baik dan lebih baik lagi.

Wawancara Perokok

Saat melakukan rekrutmen, kadang ada situasi dimana saya terusik, yaitu saat mengetahui kalau si pelamar adalah perokok. Ya… saya terusik untuk mengetahui mengapa dia merokok. Biasanya di akhir wawancara jadinya saya malah memberi nasehat panjang-lebar tinggi-rendah luas-sempit tentang bahaya merokok.

Dari pengalaman mewawancarai para perokok, ternyata mereka merokok karena kebiasaan dan tidak ada alasan spesifik. Mungkin mereka memperhalus kata “kecanduan” menjadi “kebiasaan”. Para perokok ini mengaku biasa menghabiskan 1 bungkus rokok seharinya. Ironisnya tidak ada keinginan sama sekali untuk berhenti. Maka saya pun bilang kalau perokok akan berhenti merokok jika sudah sakit. Lalu mulailah ceramah saya tentang bahaya merokok dan dampak buruknya bagi orang-orang di sekitarnya. Dan saya tidak bosan-bosannya melakukan hal ini, xixixi…

Walau pun demikian, pada periode lalu kami merekrut seorang perokok. Untungnya dia tidak ada masalah dengan kesehatan. Syukurlah dia tahu diri dengan tidak merokok di lingkungan rumah sakit. Jadi kalau mau merokok, dia harus keluar lingkungan rumah sakit dulu dan kalau perlu ngumpet, xixixi…

Bahaya Perokok Pasif

Ternyata perokok pasif itu memiliki resiko kesehatan lebih besar dari pada perokok itu sendiri. Menurut Mbak Wiki, 25% dari zat berbahaya yang dikandung rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75% dibuang ke udara sekitar yang akhirnya terhirup oleh perokok pasif. Para perokok tertolong oleh filter ketika menghirup rokok. Sedangkan perokok pasif sama sekali tidak ter-filter.

Dengan konsentrasi zat berbahaya yang lebih banyak dihirup oleh perokok pasif, otomatis resiko perokok pasif lebih besar. Dari hasil googling ditemukan banyak sekali bahaya perokok pasif. Berikut adalah beberapa yang dihimpun dari berbagai sumber.

  1. Jantung & Stroke
  2. Kanker Paru-paru
  3. Kematian Dini
  4. Bayi mati mendadak (SIDS, Sudden Infant Death Syndrome)
  5. Gangguan Pernafasan seperti asma, sulit bernafas, batuk berkepanjangan, alergi
  6. Gangguan Sistem Imun pada Anak
  7. Gangguan emosional atau psikologis sebagai efek penyakit akibat rokok
  8. Kerusakan memori

Boleh dibilang, semua resiko yang dihadapi oleh Perokok Aktif juga harus dihadapi oleh Perokok Pasif. Bahkan menurut sebuah artikel resiko Perokok Pasif 3× lipat dari pada Perokok Aktif.

Sungguh ironis jika kita melihat seseorang merokok dengan pose sok gagah dikelilingi oleh non-perokok yang kadang masih anak-anak atau bahkan bayi. Mereka pun turut menghirup asap rokok yang sangat berbahaya.

Jika Anda turut prihatin dengan keadaan ini, apakah yang kira-kira akan Anda lakukan? Adakah tindakan yang Anda lakukan? Jika ada, apakah yang akan Anda lakukan?

~~~

Bacaan terkait:
~ Bahaya Perokok Pasif 3 Kali Perokok Aktif
~ 7 Bahaya Kesehatan Dari Perokok Pasif
~ Apakah Anak Anda Seorang Perokok Pasif
~ Peneliti: Perokok Pasif Lebih Beresiko Mati
~ Perokok Pasif Beresiko Terkena Kerusakan Memori
~ Rokok Lebih Mematikan Bagi Perokok Pasif
~ Googling…

Manusia Itu Herbivora

Buku Nabati-Man
Buku Nabati-Man

Di Kitab Suci diceritakan kalau manusia pertama sampai beberapa keturunannya berusia 900+ tahun. Kemudian generasi Nabi Nuh dan keturunannya berusia 400+ tahun. Umur Nabi Musa 120+ tahun. Hingga kemudian manusia setelah itu berumur di bawah 120 tahun.

Di Kitab Mazmur bahkan disebutkan kalau kemudian umur manusia itu 70 tahun. Dan jika kuat bisa mencapai 80 tahun.

Apa yang membedakan beberapa generasi tersebut? Mengapa generasi pertama bisa sampai ratusan tahun tapi generasi modern cuma kurang dari 100 tahun?

Baca selebihnya »

Menjaga Kesehatan

Kalau kita sakit, barulah kita merasa bahwa kesehatan itu sangat penting dan mahal. Dan kita menyadari bahwa saat kita sakit produktivitas kita menurun, bahkan malah tidak produktif sama sekali. Benar sekali nasehat bijak: menjaga kesehatan lebih baik dari pada mengobati. Nampaknya memang kita harus selalu berusaha menjaga kesehatan kita. Mungkin dengan olah raga, minum supplemen, menjaga pola hidup sehat & bersih, dll.

Sangat disayangkan jika banyak orang tidak menyadari pentingnya menjaga kesehatan, misalnya dengan mengikuti pola hidup tidak sehat, tidak pernah olah raga, merokok, dll. Ehm, daku termasuk yang jarang olah raga, hiks…

Yang paling disayangkan adalah karena daku masih sering melihat orang merokok, apalagi di sembarang tempat seolah tidak peduli pada orang di sekitarnya. Tidak hanya di daerah, tapi di Jakarta pun masih sering daku lihat. Lihat saja di Bandara Soekarno-Hatta yang masih sering terlihat orang merokok sembarangan. Padahal sudah digalakkan anti merokok di sembarang tempat. Kalau pun mau merokok sudah disediakan area khusus merokok.

Di Bandara PKU kemarin daku sempat melihat seorang pria yang menggendong bayi dengan selendang kemudian menyalakan rokoknya di tengah keramaian. Daku lihat bayinya cuma melongo melihat rokok yang menyala di bibir pria tersebut. Kasihan sekali, masih bayi sudah terpapar asap rokok. Sebenarnya daku mau menegur, tapi melihat tampang si pria kayak preman dan cuek-bebek, daku pun mengurungkan niat utk menegur.

Pernah juga membaca berita di koran seorang ibu meninggal karena kanker paru-paru. Setelah diselidiki, ternyata suaminya perokok berat, sedangkan si ibu tidak. Kasihan Si Ibu dan anak-anaknya. Konon kanker paru-paru penyebab utamanya adalah karena rokok.

Bagi para perokok, kalau mau sakit, sakitlah sendiri saja. Tidak perlu mengajak orang lain ikut sakit karena menghisap asapmu. Karena merokok di sembarang tempat sama saja memaksa orang lain jadi perokok pasif. Kalau pun ngotot mau merokok dan kemudian sakit, maka merokoklah yang sopan.

~~~

Tulisanku yang lain tentang merokok: Klik Sini

Tubuh Seorang Perokok

Eh, di RS nemu gambar serem yang menggambarkan tubuh seorang perokok. Coba deh diperbesar gambarnya, karena selain gambarnya mengerikan juga ada keterangan efek samping dari merokok. Kalau saya sih ngeri ngeliatnya. Bagaimana dengan Anda? Bagaimana para perokok melihat & menyikapi gambar ini?

Tubuh Seorang Perokok

Upaya menakut-nakuti para perokok nampaknya tidak efektif. Sama tidak efektifnya ketika harga cukai rokok dinaikkan dan di setiap bungkus rokok diterakan peringatan tentang efek samping merokok. Bahkan kata sakti “merokok dapat menyebabkan impotensi” pun tidak menjadi halangan bagi para perokok untuk tetap merokok.

Nampaknya para perokok ini bakal berhenti merokok ketika pada akhirnya mereka sakit parah. Entah karena kanker paru-paru, impoten, stroke, atau penyakit berat lainnya.

Padahal kalau si perokok ini sakit parah, bisa jadi keluarganya bakal kehilangan tulang punggung penopang kehidupannya. Dan bisa jadi asap rokok yang mereka hembuskan itu turut meracuni keluarga tercinta atau pun orang-orang di sekitarnya.