Lubuntu, Turunan Ubuntu yang Ringan

Menggunakan Sisop yang selalu up-to-date adalah pilihan yang baik, mengingat Sisop versi terbaru biasanya memiliki fitur unggulan yang sangat berguna bagi penggunanya. Namun seringkali sisop baru membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih tinggi. Jika kita ngotot menggunakan hardware lawas, kadang kala jadinya malah sangat mengganggu, terutama dari segi kelambatan sistem.

Seperti yang kami alami di perusahaan. Kami menggunakan sisop Ubuntu yang gratis (dan digaransi selalu gratis). Update & upgrade juga gratis. Sayangnya kebanyakan hardware yang dibeli sebelum tahun 2010 mulai terasa usang jika menggunakan Ubuntu terbaru, misalnya versi 12.10. Sistem jadi terasa lambat dan menjadikannya tidak nyaman. Salah satu solusi adalah meng-upgrade RAM menjadi minimal 2 GB. Namun ini menjadi masalah tersendiri karena RAM versi lawas sudah sulit ditemukan. Kalau pun ada harganya jadi mahal.

Namun usah khawatir karena ada solusi keren, yaitu menggunakan versi ringan dari Ubuntu, yaitu Lubuntu. Lubuntu adalah sisop turunan Ubuntu yang cepat dan ringan yang dikembangkan oleh komunitas Free & Open Source. Kunci kecepatan & keringanannya adalah penggunaan LXDE sebagai desktop environment-nya dan pemilihan aplikasi-aplikasi yang ringan.

Baca selebihnya »

Acer V5 + Ubuntu = Gagal Shutdown

Sudah hampir 2 minggu saya menggunakan notebook Acer V5. Ada keanehan yang terjadi saat saya mengganti Sisop-nya dari Windows 8 ke Ubuntu 12.10, yaitu notebook akan selalu reboot ketika di-shutdown. (*notebook yg ngeyel*)

Sudah beberapa hari ini saya mencari solusinya di internet. Ternyata kejadian ini sering terjadi pada notebook generasi baru yang di-install Ubuntu 12, tidak hanya terjadi pada notebook Acer. Saya menemukan salah satu solusi yang mengharuskan menginstall laptop-mode-tools. Sejenak saya bergembira karena notebook bisa shutdown. Tapi setelah itu gagal dan selalu reboot lagi.

Baca selebihnya »

Desain Skema & PCB Online

Nemu aplikasi keren untuk desain skematik dan PCB secara online via webbrowser. Dengan demikian kita tidak perlu install apa pun di PC kita. Cukup jalankan browser dan merujuk ke http://www.circuits.io. Setelah itu kita siap membuat skema & desain PCB.

Aplikasi ini berjalan baik di browser Chrome atau pun Chromium. Untuk bisa menyimpannya, kita perlu membuat account terlebih dahulu. Asyiknya kita bisa menggunakan akun Facebook atau Twitter.

Iseng bikin skema RTC DS1307
Iseng bikin skema RTC DS1307

Saya iseng membuat skema RTC dengan DS1307. Sayangnya saya tidak menemukan simbol Crystal 32.768 KHz. Jadi saya pakai simbol capacitor saja. Coretan saya bisa dilihat di: sini.

Untuk desain ringan, aplikasi ini enak dipakai dan kita cepat beradaptasi. Hanya saja sayangnya kebanyakan komponen memiliki bentuk SMD ukuran 0805. Saya kesulitan ketika mengganti ukuran resistor ke bentuk normal.

Sedangkan untuk desain PCB kurang enak dipakai. Mungkin karena memang masih versi beta ya? Tapi kayaknya aplikasi ini cukup menjanjikan, terutama karena kita tidak perlu instal apa pun di PC. Boleh dibilang zero footprint.

Secara default desain kita tersimpan di server curcuits.io dengan lisensi CC-BY-SA 3.0 (open hardware) atau bisa dipilih lisensi lain yang tersedia yang semuanya open hardware. Dan kita bisa membuat pengembangan atau pencabangan dari sirkuit lain yang sudah ada. Ini sangat membantu kita dalam mempercepat proses desain. Hasil akhir PCB bisa didownload dalam format Gerber. Atau jika mau kita bisa membelinya langsung dari circuits.io. Mereka yang akan memproduksinya bagi kita.

Secara keseluruhan aplikasi ini sangat menjanjikan. Tinggal dipoles sana-sini saja.

Mesin Antrian Arduino untuk RS Awal Bros Bekasi

Dua hari kemarin saya dan tim IT Bekasi ngoprek mesin antrian. Selama ini biaya untuk membuat mesin antrian cukup besar karena harus membeli mini PC, LCD monitor dengan touchscreen dan printer thermal dari merk mahal. Tentu saja pengadaan alat sedemikian mahal menjadikan beban yang cukup berat bagi perusahaan. Jadi kami berinisiatif membuat versi Arduino untuk menekan biaya-biaya tersebut.

LCD 16x2, Arduino Uno, Shield Antrian dan Printer Thermal Mini
LCD 16×2, Arduino Uno, Shield Antrian dan Printer Thermal Mini

Kami membuat shield khusus untuk mengkoneksikan Arduino Uno ke 4 tombol, printer thermal mini, LCD 16×2, dan RTC. Ditambah regulator 5 Volt khusus untuk printer thermal. Soalnya printer thermal membutuhkan arus 1.5 Ampere, jadi perlu dipisahkan dari Arduino.

Tampilan LCD sebagai informasi utk pasien
Tampilan LCD sebagai informasi utk pasien

Untuk prototype ini saya membuat shield secara manual alias menggunakan kabel/kawat untuk wiring antar komponen. Maklum, saat saya berangkat ke Bekasi lupa membawa PCB polos, bor, setrika dan ferry chloride untuk pembuatan PCB. Penyolderan kabel/kawat secara manual ini menjadikan pembuatan shield jadi sangat lama dan butuh ketelitian dengan pengecekan berulang-ulang.

Printer thermal mini dengan info tanggal & jam dari RTC
Printer thermal mini dengan info tanggal & jam dari RTC

Yang jadi catatan penting selama pembuatan ini adalah saat membuat regulator 5 Volt untuk printer thermal. Seperti biasa saya menggunakan IC regulator 7805. Namun kenapa output regulator hanya 2-3 Volt? Hingga akhirnya semua komponen diterondoli ulang dan hanya tersisa 7805. Saat diukur tegangannya hanya 2-3 volt. Berarti 7805-nya bermasalah. Benar saja, saat saya ganti dengan stock 7805 keluaran langsung stabil di 5 volt. Ehm… berarti saya dapat 7805 cacat produksi. Hiks…

Otaknya menggunakan Arduino Uno yang ada di bawah shield darurat dengan PCB generik
Otaknya menggunakan Arduino Uno yang ada di bawah shield darurat dengan PCB generik

Syukurlah semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Supaya prototype tampak rapi, maka kami membuat demo dengan memasukkan semua rangkaian di box bekas LCD monitor. Jadi tampak rapi kan? Dan yang pasti, prototype ini biayanya jauh di bawah mesin antrian yang selama ini kami pasang di masing-masing rumah sakit.

Tampilan mesin antrian dengan Arduino Uno
Tampilan mesin antrian dengan Arduino Uno
Box demo mesin antrian
Box demo mesin antrian
Pemeragaan prototype antrian oleh Pak Adrianto
Pemeragaan prototype antrian oleh Pak Adrianto
Box demo sederhana ini akan dipresentasikan besok
Box demo sederhana ini akan dipresentasikan besok

Senangnya… akhirnya kegiatan ngoprek microcontroller terutama dengan Arduino ini bisa berguna bagi perusahaan. Kalau selama ini saya selalu ngoprek di luar jam kerja, 2 hari kemarin ngoprek menggunakan jam kerja. Toh semuanya bagi perusahaan tho? Hehehe…

Semoga antrian ini bisa bermanfaat bagi perusahaan
Semoga antrian ini bisa bermanfaat bagi perusahaan

Jika prototype ini disetujui BOD, rencananya saya akan buat kit untuk semua RS. Bisa penghematan besar loh.

nge-Pot 84 with LCD (Pot Elektronik Open Source Hardware)

Masih meneruskan tulisan tentang nge-Pot 84 with LCD (Pot Elektronik), kali ini saya akan membahas desain prototype ini. Mohon maaf jika skema-nya tidak saya sertakan, karena saya belum sempat merapikannya. Di bawah ini adalah tampilan desain PCB nge-Pot 84 with LCD.

Desain Layout PCB nge-Pot 84 with LCD
Desain Layout PCB nge-Pot 84 with LCD

Sedangkan di bawah ini tampilan bagian bawah untuk etsa (etching). Saya mengexportnya ke format JPG. Jika ada yg membutuhkannya dalam format SVG atau PDF bisa menghubungi saya. Oh iya, untuk mencetaknya harus dengan skala 1:1 alias tidak boleh resize supaya presisi. Jangan lupa menggunakan socket 16 pin untuk chip Attiny84.

Siap untuk transfer paper ke PCB
Siap untuk transfer paper ke PCB

Dalam desain ini relay sengaja saya pindah ke sebelah kiri supaya tidak tersentuh tangan saat mengeset nilai-nilai ambang dengan tombol di sebelah kanan. Berikut adalah daftar penggunaan pin ATtiny84.

Pin fisik Attiny84 Pin I/O Arduino Fungsi Pin
13 0 Soil Moisture sensor
12 1 Relay utk pompa air
11, 10, 9, 8 2, 3, 4, 5 LCD – Data
7 6 Tombol Minus
6 7 Tombol Plus & Sensor Suhu
5 8 Tombol Mode
3 9 LCD – Enable
2 10 LCD – RS

Di bawah ini adalah Bill of Materials dalam 2 format, yaitu Assembly List yang berguna saat perakitan dan daftar komponen yang berguna saat belanja komponen.

Baca selebihnya »