PR Untuk CHIP OLED Internet Radio

Kemarin saya sudah berhasil membuat internet radio yang menurut saya keren (menurut saya saja loh ya). Radio sudah berhasil bekerja dengan baik. Namun ada beberapa hal yang perlu saya perbaiki. Tidak begitu penting sih, tapi belum berhasil saya buat. Berikut PR-nya:

  1. Scroll text untuk nama channel. Rupanya harus pakai virtual view port kalau menggunakan library dari Luma.OLED. Belum nemu cara semudah scroll text di LCD 16×2. Kalau bisa scroll kan keren, terutama untuk nama channel yang panjang. Saat ini saya cuma membatasi penamaan channel supaya tidak terlalu panjang. Tapi nama channel yang sudah terlanjur saya tulis panjang jadi terpotong, contohnya: Sonora Classic Rock.
  2. Tombol Shutdown belum berjalan dengan semestinya. Ini rada aneh juga sih karena beberapa cara yang saya tahu dan juga hasil googling di internet belum berhasil membuat CHIP shutdown. Ketika saya tekan tombol shutdown cuma keluar dari aplikasi radio, tetapi tidak membuat CHIP shutdown.
  3. Baterai untuk CHIP. Enaknya adalah CHIP sudah punya controller battery. Kita bisa memonitor status power, pakai baterai atau tidak, status pengisian, tegangan dan arus baterai, arus pengisian dan temperatur CHIP sehingga kita bisa bikin proteksi.
  4. Case/box untuk Internet Radio. Jadi pengen beli printer 3D. Hiks, harus nabung dulu.
  5. Membuat program untuk MP3 player. Jadi ketika CHIP tidak terhubung ke internet bisa memainkan file MP3. Memang sih internal storage CHIP saya cuma 4 GB yang sudah terisi OS dll sehingga tersisa sedikit. Namun enaknya adalah CHIP masih punya colokan USB. Jadi lagu-lagu bisa mengambil dari flashdisk.
  6. Apalagi yaaa? Cari ide dulu deh. Hehehe

Itu dia beberapa PR untuk CHIP radio internet ini. Kalau teman-teman mau bantuin juga boleh kok. Kalau sudah jadi saya dikasih tahu yaaa? Terima kasih.

Iklan

Merapikan Penyimpanan Source Code

Rupanya saya sudah mulai harus merapikan penyimpanan source code dari proyek-proyek elektronika saya. Kenapa? Karena saat ini saya coding di beberapa device, yaitu:

  1. MacBook Air. Ada beberapa proyek yang saya program dari MBA ini. Sayangnya MBA pernah bermasalah dengan Wemos D1 Mini yang menggunakan driver CH340. Ini adalah chip yang bertanggung jawab menghubungkan komputer dengan Wemos D1 Mini sehingga kita bisa meng-upload program ke Wemos. Kalau Wemos D1 mini dicolokkan ke MBA, maka laptop langsung crash. Jadi saya tidak menggunakan MBA lagi untuk coding proyek elektronika, karena ternyata Arduino Uno versi cloning juga menggunakan CH340. Baru kemudian saya nemu solusi ketidakcocokan MacOS dengan CH340. Dan ironisnya solusi ini baru ada setelah beberapa tahun. Namun terlambat, saya sudah banyak coding di device lain.
  2. Laptop Acer kuno. Ini adalah laptop kuno saya. Sudah pensiun. Source code sudah saya backup ke harddisk external.
  3. Raspberry Pi. Ya… saya memang menggunakan Raspi untuk coding beberapa proyek, termasuk salah satunya adalah Radio Touchscreen. Masalahnya saya aktif coding di 2 Raspberry Pi. Satu Raspi dengan casing hitam dimana saya banyak coding untuk Arduino, Wemos, Nano, Micro, dll. Sedangkan satu Raspi yang telanjang dimana saya gunakan untuk coding beberapa proyek yang membutuhkan modul external seperti display TFT Touchscreen, dll. Untungnya saya tidak menggunakan 2 Raspi lain sebagai basis development. Saya masih punya Raspi Zero W dan Raspi model B versi pertama. Keduanya belum sempat saya oprek, hehehe…
  4. CHIP. Belakangan saya sering ngoprek CHIP. Sejatinya saya senang ngoprek CHIP ini. Sayangnya ngoprek CHIP ini seperti tidak punya masa depan, karena CHIP versi original sudah tidak dijual oleh NextThingCo. Sekarang NTC jualan PocketCHIP dan CHIP Pro saja. Di websitenya cuma ditulis kalau CHIP akan hadir kembali dengan CPU GR8. Tapi sudah lama berselang tidak keluar juga. Kemarin dapat info kalau ada startup baru yang membuat cloning CHIP, yaitu: Popcorn Computer. Konon pinout-nya sama dengan CHIP. Namun sayangnya Popcorn Computer ini terlalu mahal. Di situ tertulis $99 untuk 2 buah. Beda banget dengan CHIP yang cuma $9.
  5. Notebook Asus. Saya juga coding di laptop ini. Tidak banyak sih. Secara ini laptop milik kantor. Seingat saya, saya coding  Radio Mini dengan Wemos D1 Mini di laptop ini. Oh iya, hampir lupa, antrian wemos dan IoT dengan wemos ada di sini juga. Ini gara-gara MBA saya tidak bisa berkomunikasi dengan Wemos.

Nah, banyak kan? Belakangan saya sering bingung, code proyek ini dimana ya? Saya harus mengingat alasan-alasan mengapa saya harus coding di salah satu perangkat saya di atas, baru kemudian saya teringat. Hahaha…

Read More »

CHIP OLED Radio Internet (versi 3) | Vlog

Ini masih membahas CHIP OLED Shield untuk C.H.I.P. Kali ini adalah contoh aplikasinya. Dan lagi-lagi saya membuat Radio. Bahkan ini berarti versi ke-3 untuk radio internet CHIP (baca: C.H.I.P Radio Internet versi 2). Ini karena saya menggunakan CHIP yang sama saat saya ngoprek radio internet sebelumnya.

Hanya saja, kali ini saya melakukan beberapa perbaikan, yaitu:

  1. Yang pertama sangat jelas, saya menggunakan CHIPOLED Shield. Yang berarti saya menggunakan display OLED mungil namun sangat jelas tampilannya dan hemat dayanya.
  2. Karena menggunakan CHIPOLED Shield, maka saya leluasa membuat kontrol untuk radio karena shield ini sudah dibekali dengan 5 buah tombol.
  3. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan library vlc, untuk engine streaming kali ini saya menggunakan mpd/mpc. Terus terang saya mencontek cara yang digunakan oleh piradio.

Berikut adalah video-nya:

Read More »

Testing CHIP OLED Shield | Vlog

Kalau kemarin saya bercerita tentang latar belakang CHIP OLED Shield dan bagaimana membuatnya, maka kali ini saya akan mencoba apakah shield Chipoled ini berhasil atau gagal. Kemarin saya baru mencoba fungsionalitas display OLED-nya. Walau pun cuma 0.96 inchi, tetapi display ini bagus. Selain sangat jernih dan kontras, display ini lebih hemat energi dibanding display non-OLED.

Dalam shield ini saya cuma membuat 5 tombol. Tadinya mau membuat 6 tombol, tetapi karena ruang terbatas dan demi kerapian tata-letak, maka saya cuma membuat 5 tombol. Di bawah ini adalah video testing CHIP OLED Shield ini:

Read More »

Merakit Game Console 8-bit Ardubuino | Vlog

Masih ingat cerita tentang Arduino Day tempo hari kan? Di acara itu saya bertemu dengan Mas Hendra Kusumah dan saya diberi PCB Ardubuino. Sayangnya ada beberapa komponen yang saya tidak punya stok. Kalau pun punya, tipe-nya berbeda. Seperti misalnya Arduino Pro Micro sebagai otaknya. Saya punyanya Arduino Pro Mini. Kata Mas Hendra sih harus pakai Arduino Pro Micro.

OLED Display juga berbeda. Saya punyanya yang menggunakan protocol I2C. Sedangkan Ardubuino menggunakan protocol SPI. Dan ternyata modul charger tidak sesuai. Modul TP4056 punya saya ternyata kependekan. Sepertinya di PCB Ardubuino versi 3 sudah diubah oleh Mas Hendra supaya bisa menggunakan TP4056 yang lebih umum.

Setelah komponen datang, maka saya pun segera merakitnya. Berikut adalah video-nya:

 

Asyik juga sih main console game 8-bit. Jadi ingat saat masih kecil. Saat ini saya meng-upload game Juno First. Opsi game lain bisa dilihat di website Arduboy.

Terima kasih mas Hendra Kusumah atas PCB-nya.

 

Beli Sesuatu Yang Belum Dibutuhkan | Vlog

Seringkali saya membeli sesuatu yang belum saya butuhkan saat ini, terutama komponen elektronika. Alasannya sepele, saya membelinya karena lebih murah dari pada yang tersedia di pasar lokal. Saya memang sering membeli komponen langsung dari China. Kebetulan ada beberapa yang free ongkir.  Karena ongkir-nya free, tentu sampainya tidak menentu, alias lama. Kadang sampai lupa kalau saya membeli barang ini.

Seperti kali ini yang saya pun sudah lupa beli apa. Sepertinya sudah sebulan yang lalu belinya, tapi baru sampai sekarang. Berikut adalah videonya:

Isinya adalah modul PAM8403. Ini adalah modul amplifier kelas D yang punya daya penguatan 3 Watt. Sebelumnya saya menggunakan modul PAM8403 ini untuk melengkapi proyek radio saya. Saya suka dengan modul ini karena sangat ringkas dan efisien, tidak seperti modul amplifier kelas A atau B.

Saya belinya 30 pieces. Mengapa juga saya beli banyak-banyak ya? Ya karena penjualnya menjual per lot, per 10 pieces. Harga per lot ini pun murah. Karena dijual per lot (isi 10 pieces), harganya jadi lebih murah dari pada harga per satuan yang ada di pasaran lokal.

Waktu saya membelinya, saya berpikir kalau modul PAM8403 ini bakal bermanfaat di proyek-proyek mendatang, apalagi yang berkenaan dengan suara. Proyek saya yang bersuara sebelumnya ya hanya Radio, Radio Internet dan media player. Tapi ke depan bisa saja dipakai untuk proyek semacam Alexa, Google AIY Project, Voder, atau proyek sederhana seperti speaker aktif, speaker bluetooth, alarm, alat komunikasi, dan lain-lain. Nanti deh cari ide dulu, yang penting komponen sudah ada, hehehe…