Desain UI/UX Nurse Call System 2019

Sebenarnya ide ini sudah dicoba untuk dikembangkan sejak 2015-2016, namun sayangnya belum sempat terealisasi dan sampai sekarang masih mangkrak (baca: Demo Prototype Nurse Call System). Hingga akhirnya saya mencoba mendesain ulang UI/UX untuk Nurse Call System tersebut tentu dengan desain yang lebih modern. Di bawah ini adalah contoh videonya :

Rencananya piranti ini dibangun menggunakan Raspberry Pi Zero W dengan display TFT 5″ resolusi tinggi ditambah dengan kontroler untuk beberapa tombol dan rotary switch. Rotary switch dikelilingi oleh LED RGB yang akan menyala sesuai kebutuhan, hijau jika keadaan baik, merah jika ada panggilan atau emergency, biru jika pasien melakukan pemesanan, oranye jika ada panggilan komunikasi dari perawat di nurse station, dan lain-lain. Oh iya, tentu saja tombol tekan konvensional tetap disertakan. Gunanya untuk pemanggilan darurat tanpa melalui antarmuka piranti ini.

Baca selebihnya »

Iklan

Upgrade Head Unit Mobil dengan TV Digital

Mobil saya belum kekinian, tidak ada display LCD atau pun TV. Tadinya mau upgrade ke head unit yang sudah ada display LCD dan TV tapi ternyata mahal. Apalagi yang support TV Digital, harganya mahal banget Gan! Kalau maksa beli yang murahan takutnya malah kecewa, hahaha…

Jadi saya pun memutuskan mengadopsi Raspberry Pi Zero W + DVB TV Hat yang saya oprek tempo hari plus iPad sebagai display TV-nya. Berikut video-nya :

Tadinya saya mau memanfaatkan Raspberry Pi 3B ditambah LCD Display 3.5″ (lihat di sini) tapi ternyata display segitu kekecilan. Memang lebih baik pakai iPad yang 9.7″. Jelas lebih legaan. Ditambah iPad punya kemampuan dihubungkan ke head unit bawaan mobil untuk amplifikasinya. Dengan integrasi ke head unit mobil, suaranya jadi bagus dan keras.

Sebenarnya saya mau membuat setup ini permanen. Tapi ternyata Raspberry Pi perlu pasokan voltase yang stabil. Charger mobil saya seringkali tidak stabil sehingga membuat RPi kadang tidak mau nyala. Solusi sementara adalah dengan menghubungkan Raspberry Pi ke USB-nya head unit yang relatif lebih stabil. Tapi berarti output suara dari iPad tidak bisa masuk ke head unit.

Untuk mengatasi masalah stabilitas voltase ini ada 2 opsi, yaitu membeli charger mobil yang voltasenya stabil atau membuat sendiri regulator tegangan. Sepertinya opsi ke-2 lebih masuk akal.

Kemarin mencoba juga mengganti iPad dengan hape Samsung A7 yang display-nya walau pun lebih kecil tapi masih cukup nyaman. Sayangnya output audio dari A7 tidak bisa masuk ke headunit standard bawaan mobil. Kalau iPad dan iPhone suaranya bisa dikeluarkan via kabel lightning ke USB. Kalau Samsung A7 dan Xiaomi A1 belum ketemu caranya walau pun mode USB-nya sudah di-set ke “audio source”. Sepertinya setting “audio source” di Android itu justru memasukkan suara ke hape ya? Bukan sebaliknya?

Opsi “media transfer” juga tidak bisa membuat suara dialihkan ke USB. Sempat coba Xiaomi A1 pakai kabel audio biasa masuk ke port auxillary-nya head unit tapi suaranya tidak bagus. Nanti kapan-kapan coba pakai Samsung A7.

Tapi yang pasti dengan setup RPi Zero + DVB TV HAT + iPad sudah mencukupi bagi saya. Suasana perjalanan jadi lebih menyenangkan. Tantangan berikutnya adalah jika setup ini dibawa perjalanan jauh antar kota. Pasti jadi berantakan secara frekuensi siaran digital bisa berbeda di setiap region.

CHIP OLED Radio Internet (versi 3) | Vlog

Ini masih membahas CHIP OLED Shield untuk C.H.I.P. Kali ini adalah contoh aplikasinya. Dan lagi-lagi saya membuat Radio. Bahkan ini berarti versi ke-3 untuk radio internet CHIP (baca: C.H.I.P Radio Internet versi 2). Ini karena saya menggunakan CHIP yang sama saat saya ngoprek radio internet sebelumnya.

Hanya saja, kali ini saya melakukan beberapa perbaikan, yaitu:

  1. Yang pertama sangat jelas, saya menggunakan CHIPOLED Shield. Yang berarti saya menggunakan display OLED mungil namun sangat jelas tampilannya dan hemat dayanya.
  2. Karena menggunakan CHIPOLED Shield, maka saya leluasa membuat kontrol untuk radio karena shield ini sudah dibekali dengan 5 buah tombol.
  3. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan library vlc, untuk engine streaming kali ini saya menggunakan mpd/mpc. Terus terang saya mencontek cara yang digunakan oleh piradio.

Berikut adalah video-nya:

Baca selebihnya »

Testing CHIP OLED Shield | Vlog

Kalau kemarin saya bercerita tentang latar belakang CHIP OLED Shield dan bagaimana membuatnya, maka kali ini saya akan mencoba apakah shield Chipoled ini berhasil atau gagal. Kemarin saya baru mencoba fungsionalitas display OLED-nya. Walau pun cuma 0.96 inchi, tetapi display ini bagus. Selain sangat jernih dan kontras, display ini lebih hemat energi dibanding display non-OLED.

Dalam shield ini saya cuma membuat 5 tombol. Tadinya mau membuat 6 tombol, tetapi karena ruang terbatas dan demi kerapian tata-letak, maka saya cuma membuat 5 tombol. Di bawah ini adalah video testing CHIP OLED Shield ini:

Baca selebihnya »

Demo Prototype Nurse Call System

Seorang teman main game Clash of Kings suatu saat menghubungi saya. Dia bertanya apakah saya bisa membuatkan desain Nurse Call System? Setelah menggali lebih dalam tentang requirement-nya, saya pun menjawab bisa (baca: Proyek dengan Raspberry Pi). Saya pun mengajukan usul sebaiknya menggunakan Raspberry Pi.

Desain elektronikanya tidak terlalu sulit karena hanya terdiri dari beberapa tombol, LED dan beberapa komponen pasif. Yang lebih menyita waktu adalah bagian software-nya. Karena ada beberapa bagian software yang dibuat dengan Python dan PHP. Kalau mau disebut lebih lengkap bahasa yang terlibat adalah: Python, PHP, SQL, JavaScript, CSS. Banyak kan? Hehehe…

Tempo hari saya sudah mendemokan workflow dari Nurse Call System ini lengkap dengan modul tombol yang dikendalikan oleh Raspberry Pi. Kali ini saya membuat video di Youtube untuk mendemokan workflow tersebut. Tapi di video ini saya tidak menggunakan modul tombol Raspberry Pi. Saya mensimulasikan secara software saja. Maklum saya belum membuat casing tombol yang baik (dan bagus). Berikut videonya:

Semoga video tersebut bisa sedikit menjelaskan alur dari Nurse Call System.

Meningkatkan Pengunjung ke Blog/Website Secara Instant

Salah satu indikator kepopuleran sebuah blog/website adalah banyaknya pengunjung ke blog/website tersebut. Untuk menarik sebegitu banyak pengunjung, Anda perlu merangkul mesin pencari (search engine) sehingga banyak orang akan terekomendasi untuk mengunjungi blog/website Anda.

Sebenarnya mesin pencari (search engine) tersebut memiliki algoritma tertentu dalam meranking hasil pencariannya, misalnya berdasarkan ketepatan keyword (kata kunci), lokasi si pencari, kepopuleran situs, dan lain-lain. Konon Google memiliki algoritma khusus yang rahasia.

{Catatan: Saya ingat dulu ketika Google pernah membolehkan masyarakat untuk menaikkan ranking sebuah situs dengan sistem rekomendasi. Sayangnya mekanisme tersebut cuma bertahan beberapa saat hingga akhirnya ditutup kembali.}

Upaya untuk membuat blog/website menarik bagi mesin pencari sehingga mereka meletakkan blog/website Anda di halaman pertama dikenal sebagai SEO (Search Engine Optimization). Banyak orang yang mempelajarinya dan mempraktekkannya dan… mereka berhasil! Bahkan ada jasa khusus mengenai SEO ini. Saya ingat ketika dulu jaman hebohnya internet marketing yang memanfaatkan SEO yang sayangnya banyak juga jebakannya. Hingga akhirnya mesin pencari harus memperbaiki algoritmanya.

{Catatan: Mengapa SEO diminati? Karena pada dasarnya upaya ini memiliki biaya yang lebih murah dari pada jika Anda memasang iklan di Google, bahkan mungkin gratis. Seperti kita ketahui, memasang iklan di Google itu mahal, hitungannya per click. Itu baru 1 mesin pencari, belum mesin pencari yang lain.}

Namun ada seorang hacker yang saya temui yang memiliki teori berbeda! Ehm…

Sebut saja namanya Ping (bener-bener nama samaran, xixixi). Dia memiliki teori yang dibalik. Jika cara konvensional memanfaatkan mesin pencari untuk menjaring sebanyak mungkin pengunjung dan itu berarti menunggu mesin pencari meng-crawl blog/website Anda, maka bagaimana jika sebaliknya dilakukan?

Bagaimana jika blog/website Anda telah memiliki puluhan ribu pengunjung? Apakah traffic sebesar ini tidak terendus oleh mesin pencari? Karena salah satu kriteria yang diterapkan oleh mesin pencari adalah popularitas, maka blog/website paling populer bakal diletakkan di halaman depan. Dengan demikian blog/website Anda akan diletakkan di depan.

Bagi Ping, traffic kunjungan yang besar bukanlah suatu masalah. Ping telah menciptakan sebuah utility yang membuat website/blog Anda mendapatkan kunjungan yang berlimpah. Ehm, kunjungan palsu tentu saja! Itu bisa dilakukan walau blog/website Anda baru berumur 1 hari! Benar-benar instant. Ketika dalam waktu singkat blog/website Anda telah berada di halaman pertama, maka pengunjung yang sesungguhnya akan datang membanjiri blog/website Anda.

Ehm… ehm (lagi)… sejatinya saya mendapatkan kesempatan mencoba utility-nya. Kebetulan saya mendapatkan kesempatan mencoba penambahan kunjungan +300 kunjungan/hari gratis selama seminggu. Dalam beberapa hari ini saya lihat di statistik WP naik antara 280-350.

Kata Ping, infrastruktur yang dimilikinya saat ini baru mampu menaikkan traffic sampai 3.000 kunjungan/hari untuk 20 blog/website. Dalam waktu dekat dia akan menaikkan kemampuan infrastrukturnya sampai traffic 30.000 kunjungan/hari untuk 100 blog/website. Sayangnya Ping tidak membuka algoritmanya. Ehm, kayaknya saya harus merayu dia supaya bisa membuka rahasianya, xixixi…

Peta Panduan

Peta Panduan
Peta Panduan

Sebenarnya peta jajahan kemarin itu hanyalah sebuah selingan ketika daku membuat fitur peta panduan menuju ke Rumah Sakit Awal Bros. Karena jenuh dan mentok, akhirnya bikin peta jajahan, hahaha…

Fitur yang sedang daku kembangkan dari peta dengan memanfaatkan Google Maps adalah “Pandu Saya”. Jika pasien mengklik tombol “Pandu Saya”, maka secara otomatis akan tergambar route dari lokasi pasien saat ini menuju ke Rumah Sakit yang dimaksud. Tentunya dibutuhkan piranti dengan GPS (Global Positioning System). Jika piranti tidak memiliki fitur GPS, maka akan ditampilkan pesan bahwa pasien harus menggunakan piranti dengan fitur GPS. Tapi nampaknya hampir semua smartphone memiliki fitur GPS.

Fasilitas GPS ini juga sangat penting saat pasien membutuhkan penjemputan ambulance. Petugas ambulance bisa dengan segera mengetahui lokasi pasien. Demikian juga saat pasien membutuhkan pelayanan Homecare. Asyik kan?