Semakin Jarang ke Gereja

image

Hiks… rupanya daku semakin jarang ke Gereja untuk mengikuti Misa. Alasan pertama dan utama adalah malas. Entah mengapa daku jadi malas ke Gereja. Padahal dulu rajin loh.

Tapi walau pun daku jarang ke Gereja, daku tidak pernah berhenti atau lupa berdoa dan bersyukur. Karena berdoa kepada Tuhan tidak mesti dilakukan di Gereja dan tidak mesti harus hari Minggu saat Misa.

Hiks… kesannya excuse ya? Tapi daku merasa ada yg hampa saat ke Gereja sendirian. Daku merasa sangat menyenangkan jika bisa ke Gereja bareng keluarga yang sayangnya moment seperti itu jarang bisa daku nikmati. Sedangkan kalau sendirian saja kesannya malah hampa dan tidak nyaman. Kayaknya sisi relijiusku masih rendah ya? Hiks…

Selamat hari Minggu, Sobat. Tuhan memberkati kita semua.

Iklan

Di Balik Lagu Kirana Bobok

Oke, mungkin posting ini sangat lebay bin mellow karena harus sampai menceritakan sesuatu di balik sebuah lagu sederhana bertajuk “Kirana Bobok” yang durasinya pun cuma 1:25 menit. Tapi sejujurnya, daku merasa perlu menuliskannya. Mungkin kelak cerita ini dapat berguna bagi anak-cucu. Dan mungkin cerita ini bisa jadi motivasi bagi pembaca, terutama untuk selalu berusaha & berkarya yang terbaik.

Daku yakin, setiap orang punya potensi dan kapasitas yang luar biasa. Namun kebanyakan dari mereka tidak mempergunakan talenta dengan sebaik-baiknya. Atau banyak orang yang lebih cenderung untuk bersantai atau bermalas-malasan. Padahal waktu mereka bisa saja berakhir kapan saja! Dan mungkin mereka tidak sempat lagi mempersembahkan karya atau kebaikan bagi dunia!

Baca selebihnya »

Transit

Horeeee… hari ini daku pulang Semarang. Tentu saja setelah ijin karena Paskah kemarin tetap bekerja di client. Sayangnya tidak ada penerbangan langsung dari Pekanbaru ke Semarang. Jadi harus transit Jakarta.

Syukurlah perjalanan diteruskan dengan perusahaan penerbangan yang sama dan jedanya cuma sejam. Soalnya kalo penerbangannya beda atau jeda pesawat berikutnya terlalu lama, maka kita harus repot ngurus bagasi, tiket, dll.

Pernah repot transit? Daku pernah. Dari penerbangan yang beda sampai jeda penerbangan berikutnya yang berjam2.

Tapi daku pernah jumpa penumpang lain yang rupanya sangat nelangsa karena harus beberapa kali transit. Jedanya pun luar biasa lama sehingga penerbangan dari ujung Timur Indonesia ke bagian tengah harus ditempuh dalam 2 hari. Sampainya pun sudah malam. Dari ceritanya, penerbangan di daerahnya cuma ada 3x dalam seminggu. Itu pun kerap batal. Tentu saja harga tiketnya selangit. Hiks, jadi trenyuh dengernya.

Jadi, tetap nikmati! Banyak orang yang tidak seberuntung & senyaman kita.

Terlambat & Kesempatan Hidup

Seorang pekerja datang terlambat & kemudian diomelin habis-habisan oleh bosnya. Namun anehnya pekerja itu malah tersenyum saja & menanggapi omelan bosnya dengan hati riang seolah tanpa beban.

“Kok Bapak santai saja diomelin habis-habisan oleh bos?” tanya sekretaris penuh rasa penasaran.

“Seandainya saja dia tahu apa yang terjadi sebelumnya dengan saya.” jawab pekerja itu tetap dengan senyumnya.

“Memang apa yang terjadi sebelumnya?” tanya sekretaris penuh selidik.

“Tadi saya nyaris tewas. Seandainya saja saya tidak ditolong oleh seseorang yang memegang saya yang hampir jatuh dari jembatan penyeberangan karena terpeleset, mungkin saya tidak bisa lagi hadir di sini.”

Cuek

Daku memasuki lift yang hanya kebetulan diriku saja penumpangnya. Kutekan angka 6 dan daku langsung melangkah mengambil posisi belakang. Sesaat sebelum pintu tertutup secara otomatis, kulihat seorang Bapak berlari mendekati lift dan mencoba menekan tombol lift supaya pintu kembali terbuka. Namun upayanya gagal, pintu akhirnya tertutup sempurna dan lift mulai bergerak naik.

Sementara itu… daku di dalamnya hanya diam tidak membantunya. Daku tidak berupaya sedikit pun maju ke depan dan menekan tombol untuk buka pintu lift. Malah daku hanya terpaku.

Sejenak kemudian daku tersenyum menahan tawa. Daku mentertawakan diriku sendiri yang mengapa sedemikian cueknya. Sekaligus mentertawakan sang Bapak yang gagal dalam upanyanya menghentikan lift.

Namun kemudian daku merasa bersalah. Seharusnya daku bisa membantunya, siapa tahu dia memiliki urusan yang sangat penting dan harus segera dilakukan. Hiks…

Penggemblengan 10,000 jam

Konon setiap orang sukses telah melalui 10,000 jam penggemblengan sehingga dirinya bisa memiliki kesuksesan atau prestasi seperti sekarang. Kita ambil contoh Valentino Rossi, dia bisa memenangkan kelas 125 cc, 250 cc dan MotoGP karena telah melalui penggemblengan yang sangat panjang. Sekedar informasi, Vale memulai pelatihannya sejak umur 5 tahun. Amat-sangat muda. Jadi tidak heran jika dia begitu hebat dan penuh prestasi.

Demikian dengan atlet lain seperti Tiger Wood, David Beckham, dll. Tidak hanya di dunia olah raga, di dunia entertainment pun begitu. Kalau kita ambil contoh penyanyi lokal, kita bisa merujuk kepada Agnes Monica. Kita bisa melihat begitu suksesnya Agnes di dunia tarik suara. Namun kita tidak dapat memungkiri bahwa di balik kesuksesannya sekarang, dia telah melewati masa penggemblengan yang lama yang terus dilakukan secara konsisten. Kita bisa yakin kalau Agnes pun telah melampaui masa penggemblengan 10,000 jam.

Masa 10,000 jam ini memang bukan angka mutlak. Namun banyak orang dan pengamat yakin bahwa angka ini adalah suatu batas psikologis untuk mendukung kesuksesan seseorang. Dan hampir setiap orang yang sukses dapat kita telusuri bahwa mereka telah melampaui batas penggemblengan 10,000 jam ini.

Baca selebihnya »