Android TV Dongle

Sekarang eranya serba smart. Kebanyakan gadget sudah diembel-embeli kata smart. Dari smartphone, smart TV, bahkan AC pun harus smart. Sayangnya gadget smart ini termasuk mahal. Seperti saya yang mengangankan smart TV namun budget terbatas sehingga saya hanya membeli TV LED biasa dengan harga relatif murah.

Namun tidak perlu patah arang karena ada cara smart yang instant. Kita bisa membuat TV LED biasa menjadi TV Smart dengan menambahkan Android TV Dongle.

Paket Android TV Dongle
Paket Android TV Dongle

Saya membeli sebuah Android TV Dongle dengan seri DG08. Dongle ini memiliki spesifikasi lumayan dengan mengusung prosesor Dual Core 1.6 GHz, RAM 1 GB dan internal storage 4 GB. Spesifikasi ini setara dengan mesin Tablet PC kelas menengah.

3 buah dongle TV
3 buah dongle TV

Melengkapi ke-smart-annya, dongle ini dibekali koneksi wifi 802.11b/g/n, slot kartu memori TF (micro SD Card) yang bisa diisi dengan kartu memori sampai 32 GB, sebuah port USB 2.0 dan sebuah port micro USB untuk power dan tambahan slot USB. Sedangkan untuk koneksi ke TV LED menggunakan port HDMI 1.4 yang juga menghantarkan kanal audio ke TV. Pintar kan?

Baca selebihnya »

Smartfren Andromax-i

{ Ini bukan review profesional. Tulisan ini ditulis secara subyektif dari seorang pembeli produk. Tulisan dibuat secara independen tanpa pesan atau sokongan dari sponsor. }

Liburan panjang kemarin (28/12/2012) saya membeli ponsel Smartfren Andromax-i. Saya membelinya karena pertimbangan harga murah tapi spesifikasi ponsel bagus. Walau pun cuma berharga Rp 1.199.000 (resminya), ponsel ini sudah dibekali prosesor dual dengan kecepatan 1 GHz. Layarnya 4″ IPS. Ditambah fitur unggulan, yaitu dual SIM Card (CDMA + GSM). Langsung saja saya jabanin, hehehe…

Produk yang aslinya adalah Hisense AD683G ini merupakan pengembangan dari Hisense AD680 yang lebih dulu dikenal dengan nama Smartfren Andromax yang cukup mendapat sambutan luar biasa di Indonesia. Peningkatan yang mencolok dari pendahulunya adalah dipakainya prosesor dual core dan layar 4″ dengan resolusi lebih baik.

Sosok Smartfren Andromax-i
Sosok Smartfren Andromax-i

Uniknya, saya membelinya secara delivery. Saya mengontak perwakilan distributornya di Yogyakarta. Sudah gitu saya nawar, namanya juga usaha, hehehe… Ternyata bisa loh ditawar. Saya mendapatkan harga Rp 1.175.000 ditambah ongkos kirim Rp 5.000 karena saya di luar area Ring Road DIY. Jadi totalnya Rp 1.180.000 sudah termasuk nomer Smartfren. Tidak lupa saya minta nomer cantik.

Tampilan dari dekat
Tampilan dari dekat

Singkat kata, paginya paket Smartfren Andromax-i sudah berada di tangan saya lengkap dengan nomer cantik Smartfren. Cihuuy… Untuk spesifikasi lengkap dari ponsel “I Hate Slow” ini bisa dilihat di: Spesifikasi Andromax-i

Saya membeli yang warna putih. Sosoknya cukup menawan. Minimalis seperti halnya ponsel-ponsel dari merek terkenal. Walau pun demikian menurut saya sosoknya cukup manis ditunjang dimensinya yang tipis dan tidak terlampau besar, cukup di dalam genggaman tangan saya.

Lumayan tipis kan?
Lumayan tipis kan?

Baca selebihnya »

Nyobain MeeGo

Sungguh sayang jika Nokia meninggalkan sistem operasi MeeGo. Karena bagiku, sisop (sistem operasi) ini cukup keren. Selain ringan dan boot up cuma butuh beberapa detik, tampilannya juga intuitif.

Dan di hari Minggu yang cerah ini daku mencoba MeeGo versi 1.2 dengan USB live. Ini dia beberapa tampilan MeeGo. Keren kan?

Tampilan Awal Meego
Tampilan Awal Meego

Baca selebihnya »

Iklan XL Gratis Facebook Mobile

Seperti biasa, keisenganku timbul. Kali ini daku mengisengi iklan xl yang bertajuk “XL Gratis Facebook Mobile.” Pasalnya adalah karena saat daku nonton suatu acara, iklan ini begitu menggebu-gebu. Nyaris setiap slot iklan ini selalu muncul. Bagusnya adalah karena lagunya memang keren.

xl gratis facebook mobile
xl gratis facebook mobile

Tapi keisenganku mencatat beberapa kejanggalan, yaitu:

  1. Dalam iklan tersebut terhitung 5× frame hape bergambar fb di-zoom.
  2. Sebelum hape-nya di-zoom, tampak bahwa tangan orang yg memegang hape tersebut sedang mengetikkan sesuatu. Tapi tidak ada kata-kata yg terketikkan di tampilan hape-nya.
  3. Kalau diperhatikan, ternyata aplikasi tersebut menampilkan thumbnail yang berbeda-beda, tapi tulisannya sama, yaitu “was tagged in my albums.” Tulisan sisanya juga sama semua.
  4. Jam yg tertampil di semua tampilan tersebut juga sama, yaitu 11:48am.

Hem… nampaknya pembuat iklan ini kurang jeli ya? Tapi harus diakui kalo lagunya keren dan mengundang kita untuk turut menyenandungkannya. Hanya sayang ada beberapa poin yg janggal seperti yg kutulis di atas.

Catatan: Gambar diculik dari situs xl.

Pemrograman di Facebook

Monetize nampaknya menjadi kata kunci bagi orang-orang dengan jiwa wirausaha yang tinggi. Langkah ini membutuhkan kreativitas yang tinggi untuk menciptakan inovasi sehingga sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dapat menjadi lahan bisnis yang basah.

Dulu jamannya blog, orang berlomba-lomba membuka lahan supaya blog-nya dapat menghasilkan uang. Banyak yang berhasil. Namun tidak sedikit yang kecewa setelahnya.

Kini jamannya jejaring sosial, maka orang berbondong-bondong memanfaatkannya secara maksimal. Ya, aplikasi jejaring sosial semacam facebook (FB) memang menyediakan tools jejaring sosial yang terbaik & termudah dipakai. Dengan akun terdaftar lebih dari 400 juta dan bahkan mengalahkan popularitas google di trafik dunia maya, FB menjadi lahan basah yang melimpah bagi para wirausahawan kreatif & inovatif.

Sesuai dengan prinsip ekonomi, dengan modal yang minimal diharapkan bisa menghasilkan hasil maksimal. Dan FB pun dapat memfasilitasi hal itu walau pun hanya dengan aplikasi-aplikasi standarnya sehingga bisnis dapat dijalankan dengan lebih efisien.

Namun bagi para pelaku bisnis yang kreatif & inovatif, mungkin memerlukan banyak hal yang belum ada di FB. Solusinya tentu menambahkan kekurangan yg ada di FB dengan membuatnya sendiri. Syukurlah bahwa FB menyediakan platform yang terbuka sehingga para pengembang aplikasi dapat membuat sendiri aplikasinya.

Baca selebihnya »