Elpiji Sialan

Ketika ada pengumuman Elpiji (LPG) naik, maka rakyat pun resah bukan kepalang. Tidak hanya ibu rumah tangga yang terancam dapurnya tidak berasap namun juga tentu saja para pelaku bisnis makanan. Terang aja resah, lha kenaikan awal bisa sampai di atas 68% di level konsumen. Mabok toh?

Ironisnya pemerintah yang merestui kenaikan ini kemudian merevisinya. Tapi terlambat! Ada banyak masyarakat yang memutuskan untuk beralih ke Elpiji 3 kg yang sering dikenal sebagai melon itu. Maklum, harga Elpiji 3 kg memang lebih murah per kg-nya dibanding tabung 12 kg berkat adanya subsidi.

Tadi lihat berita di TV tentang kelangkaan Si Melon ini. Imbasnya jelas, masyarakat bawah yang menggantungkan asap dapurnya dari Elpiji 3 Kg jadi kesulitan mendapatkan Si Melon.

Lantas saya pun prihatin, apakah kenaikan awal 68% ini tidak dipikirkan dampaknya pada masyarakat? Kalau pun sekarang kenaikan sudah direvisi, namun efek negatifnya sudah terlanjur terjadi. Pemerintah harus memikirkan langkah perbaikan dari situasi & kondisi ini. Tapi sampai saat ini kayaknya pemerintah cuek. Hiks…

Siapa Membaret Mobilku

Kemarin, saat daku parkir seorang sopir RS bilang kalau daku sebaiknya parkir di pinggiran karena lebih teduh. Memang sih di pinggiran itu terlindung karena di antara tembok pagar dan tembok RS sehingga lebih adem. Lalu daku pun mengikuti sarannya dengan memindahkan parkir di samping.

Pagi ini daku pun memarkir Mbak Vega di samping lagi. Harapanku sih supaya tidak kepanasan dan mobil jadi awet. Tapi ternyata kejadiannya malah bikin daku sewot. Karena saat daku mau pulang, daku menjumpai baretan panjang dari pintu belakang memanjang sampai depan. Mungkin belum puas dengan baretan panjang di body samping, baretan diteruskan naik ke kap mesin sampai lampu depan. Waaah benar-benar baretan yang menyebalkan.

Daku sih menduga baretan ini disengaja oleh orang yang tidak menyukaiku dan tahu kalau ini mobilku. Lebih ironis karena mobil diparkir di dalam RS. Artinya yang membaret bisa jadi orang kantor. Atau mungkin dia mengira ini mobil orang lain yang dibencinya? Soalnya perasaan daku tidak punya musuh di kantor ini. Kalau di kantor lain mungkin ada musuhnya, hahaha…

Sesampai di apartemen langsung mencari polis asuransi. Syukurlah tanggungannya komprehensif (gabungan). Tentu bisa ditanggung asuransi. Dan daku tidak perlu susah-susah mengusut pembaretnya, toh ditanggung asuransi. Lagian parkir samping ini tidak ada CCTV.

Semoga pembaretnya sadar kalau apa yang dilakukannya sungguh tidak terpuji.

Terganggu SMS Iklan

Biaya interkoneksi sms yg diberlakukan pemerintah per 1 Juni konon dapat mengurangi sms iklan/spam atau penipuan. Ternyata tidak tuh! Sampai sekarang sms iklan/spam atau penipuan tetap lancar jaya.

Dalam sehari saja bisa menerima 3-5 sms iklan per nomer telepon dari 1 bank/perusahaan. Padahal ada beberapa bank atau perusahaan yang royal mengirimkan sms iklan. Itu baru 1 nomer telpon. Coba kalau membawa lebih dari 1. Saat ini daku membawa 3 nomer. Dalam sehari bisa menerima 10 sms di ke-3 nomer tersebut. Bagaimana yang membawa 5 nomer ya? Pasti sangat terganggu tuh.

Yang lebih ironis adalah iklan dari operator selular itu sendiri. Seringkali sehari bisa menerima 3 sms yang isinya sama. Menjengkelkan sekali kan? Apalagi saat menerima sms kita mengira kalau sms tersebut penting. Oh ternyata hanya iklan.

Kalau sms iklan dari operator bagaimana caranya unsubscribe ya? Konon kalau bank bisa unsubscribe, tapi harus telpon ke customer service dulu ya? Hiks, kok merepotkan dan menyebalkan sekali ya? Atau ini bisa dikategorikan penyalahgunaan data kartu kredit? Kan mestinya kita menandatangani setuju atau tidak setuju untuk menerima sms iklan/promo.

Tapi… yang paling menyebalkan belakangan ini justru dari telpon promo. Ada sebuah bank yang selalu menawarkan transfer balance atau pun KTA (kredit tanpa agunan) yang walau pun selalu ditolak selalu saja menelpon lagi. Kok ya tidak kapok ya?

Buku: Percepatan Rejeki

Saat jalan-jalan di toko buku, saya cukup girang ketika menemukan buku “Percepatan Rejeki Dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan” karangan Ippho ‘Right’ Santosa. Sejak membaca bukunya yang berjudul “13 Wasiat Terlarang! Dahsyat Dengan otak Kanan”, boleh dibilang saya ini penggemar Ippho Santosa. Makanya dengan tidak ragu saya langsung membeli buku Seri Otak Kanan ini.

Sampai rumah segera saja saya sobek bungkus dan memulai membacanya dengan penuh semangat. Namun segera saja semangat saya pupus. Semuanya bermula dari sebuah bab “Bacalah!” yang mengawali semua bab dalam buku ini.

Baca selebihnya »

Nonton Balapan Liar

Malam sudah larut karena jam sudah menunjukkan pukul 02 lewat. Namun daku tidak bisa tidur karena terganggu raungan motor-motor yang seolah tidak ada habisnya. Akhirnya dengan dongkol daku pun menonton balapan liar itu sekalian. Hiks… Balapan liar ini berlangsung di jalan Jendral Urip Sumoharjo, Makassar. Tepat di depan RS Awal Bros Makassar dimana daku bertugas […]