Kehadiran Skype di BlackBerry 10

Kalau penundaan kehadiran BBM (BlackBerry Messenger) tempo hari mengundang perdebatan dan omelan, sebenarnya kita perlu ngomel juga tentang kehadiran Skype di BlackBerry 10. Apa pasalnya? Soalnya sejak kehadiran BB10 di pasaran dengan kemunculan Z10, Skype telah menjadi salah satu aplikasi yang berjanji hadir di BB10. Iklannya di BlackBerry World telah lama tayang, namun yang tersedia sampai kini adalah versi Preview.

Setelah lama menunggu, hadirlah versi Preview-nya dengan antarmuka yang lebih menawan, lebih serasi dengan Sisop BB10. Update antarmuka yang lebih menawan ini juga telah hadir di Android.

Sebagai informasi, Skype yang telah dibeli Microsoft ini sangat popular di dunia PC sebagai aplikasi komunikasi video (juga text dan audio). Sayangnya kita harus berlangganan untuk memanfaatkan video conference (lebih dari 2 partisipan) atau untuk penggunaan korporasi.

Silakan install dan coba di BB10 Anda. Berikut link-nya: Skype (Preview).

Atau scan code berikut ini:

~~~

Berita terkait:
~ We take a look at the new Skype UI for BlackBerry 10 – and it’s real sweet!
~ Skype (Preview) (BlackBerry World)

~~~

Catatan tambahan: Saat ini belum semua zona bisa menikmati update antarmuka baru Skype di BB10. Barusan saya install masih menggunakan antarmuka lama. Hiks… Ayo ngomeeel…

Microsoft Menghentikan Support untuk Windows XP pada 2014

Pagi ini saya membaca berita yang cukup menarik, yaitu: “Microsoft is Ending Support for Windows XP in 2014”. Mengapa bagi saya ini berita menarik? Karena saya menemukan fakta bahwa Sisop ini telah digunakan sejak Agustus 2001 (baca: Windows XP (wikipedia)). Berarti usianya sudah 12 tahun lebih sampai 2014. Fakta lain yang cukup menarik adalah bahwa jumlah penggunanya 2× pengguna Macs dari semua varian. Dan XP masih digunakan sampai saat ini walau pun sudah ada Windows Vista, 7 dan 8.

Ketika Microsoft akan menghentikan dukungan pada Sisop Windows XP dan menyarankan usernya meng-upgrade ke sistem operasi generasi baru, rasanya memang pilihan yang baik. Karena dukungan kepada sisop generasi baru akan dapat melegakan penggunanya dari kerentanan terhadap serangan malware atau virus. Seperti kita tahu, komputer jaman sekarang banyak yg terhubung ke internet yang mana selain menyajikan banyak manfaat, juga menyajikan kerugian yang perlu selalu diantisipasi dan ditambal/diperbaiki.

Jika user tetap menggunakan Windows XP, bukan tidak mungkin komputernya menjadi target empuk kriminal cyber dengan metode dan teknologi barunya dalam membobol sistem. Berhentinya dukungan dan tambalan resmi kepada Windows XP bakal diikuti produsen software yang berjalan di XP. Termasuk di antaranya adalah produsen antivirus/antimalware.

Baca selebihnya »

Lubuntu, Turunan Ubuntu yang Ringan

Menggunakan Sisop yang selalu up-to-date adalah pilihan yang baik, mengingat Sisop versi terbaru biasanya memiliki fitur unggulan yang sangat berguna bagi penggunanya. Namun seringkali sisop baru membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih tinggi. Jika kita ngotot menggunakan hardware lawas, kadang kala jadinya malah sangat mengganggu, terutama dari segi kelambatan sistem.

Seperti yang kami alami di perusahaan. Kami menggunakan sisop Ubuntu yang gratis (dan digaransi selalu gratis). Update & upgrade juga gratis. Sayangnya kebanyakan hardware yang dibeli sebelum tahun 2010 mulai terasa usang jika menggunakan Ubuntu terbaru, misalnya versi 12.10. Sistem jadi terasa lambat dan menjadikannya tidak nyaman. Salah satu solusi adalah meng-upgrade RAM menjadi minimal 2 GB. Namun ini menjadi masalah tersendiri karena RAM versi lawas sudah sulit ditemukan. Kalau pun ada harganya jadi mahal.

Namun usah khawatir karena ada solusi keren, yaitu menggunakan versi ringan dari Ubuntu, yaitu Lubuntu. Lubuntu adalah sisop turunan Ubuntu yang cepat dan ringan yang dikembangkan oleh komunitas Free & Open Source. Kunci kecepatan & keringanannya adalah penggunaan LXDE sebagai desktop environment-nya dan pemilihan aplikasi-aplikasi yang ringan.

Baca selebihnya »

Aplikasi Office untuk Windows 8

Saya sudah bertahun-tahun menggunakan Sisop Ubuntu atau varian Linux yang lain, yang notabene adalah open source yang bebas digunakan tanpa perlu membayar. Ketika kita menginstalnya, maka hampir semua yang kita butuhkan telah tersedia sehingga kita bisa langsung menggunakannya untuk bekerja.

Ceritanya akan sangat berbeda ketika kita menggunakan Sisop Windows dari Microsoft yang proprietary. Kita mesti membeli sistem operasinya dengan harga yang cukup mahal. Yang perlu digarisbawahi dengan tinta merah, itu baru sistem operasinya saja, belum termasuk aplikasi lain penunjang kerja profesional kita.

Demikian juga ketika kemarin kami membeli notebook Sony Vaio E-series yang telah pre-instal Windows 8. Notebook sudah bisa dinyalakan. Namun untuk kerja profesional? Tunggu dulu! Kita perlu membeli aplikasi penunjang yang kebanyakan tidak gratis.

Aplikasi yang kami butuhkan minimal adalah Office Suite. Sayangnya notebook baru plus Windows 8 ini belum menyediakan aplikasi kantoran. Ada opsi untuk menggunakan MS Office yang setelah saya lihat harganya US$ 150 untuk pengguna home & student. Pengen sih membelikannya untuk notebook ayah mertua, tapi kok ya US$ 150 ini terasa berat banget.

Hingga akhirnya saya memutuskan memilih solusi alternatif, yaitu menggunakan LibreOffice yang open source dan bebas digunakan tanpa perlu merogoh kocek. Yang lebih penting adalah bahwa ini solusi yang legal dibandingkan jika harus memaksakan diri menggunakan MS Office bajakan.

Sore ini jadi ada alasan ke cafe, yaitu untuk menginstal LibreOffice dan Mozilla Firefox via hotspot cafe. Sambil ditemani kopi Latte dan roti, saya pun mendownload LibreOffice. Kebetulan internet cafe sangat cepat sehingga download LibreOffice seukuran 204 MB dapat dilakukan kurang dari 1 jam.

Misi instalasi hari ini berhasil. Tinggal mengajari penggunaan LibreOffice ke mertua. Atau dibelikan bukunya saja ya? Hehehe…

Nyicipin Windows 8

Kemarin saya membelikan notebook baru bagi ayah mertua. Setelah melalui berbagai pertimbangan, salah satunya adalah Sisop pre-instal, akhirnya kami memilih Sony Vaio E-series. Notebook dengan layar 11.6″ ini sudah dilengkapi Sisop Windows 8. Jadi tidak perlu membajak atau mempelajari Sisop Linux yang mungkin bagi ayah mertua adalah suatu hambatan tersendiri.

Saya mengira dengan adanya Sisop Windows bisa mempermudah penggunaan notebook. Namun nampaknya perkiraan saya bakal meleset karena antarmuka Windows 8 sangat berbeda dengan versi sebelumnya. Paling tidak tampilan home screen dan cara interaksinya. Dan ini merupakan kesulitan tersendiri karena ada perubahan cara berinteraksi.

Saya sendiri beberapa kali mengalami kesulitan, termasuk membiasakan diri dalam menggunakan fasilitas gesture touchpad. Mungkin Windows 8 akan sangat nyaman jika digunakan dengan smartphone touchscreen. Saya sendiri pernah nyoba Nokia Lumia display pameran dan merasa Windows 8 sangat nyaman di piranti touchscreen. Hanya saja ceritanya sedikit berbeda di notebook tanpa touchscreen.

Sampai pada akhirnya saya menyimpulkan kalau Windows 8 bakal jadi hambatan tersendiri bagi ayah mertua. Bisa jadi saya perlu membelikan pula buku panduan penggunaan Windows 8. Hiks…