Koleksi Gitar

1) Yamaha SE 211

Didapat : November 1988

Gitar pertamaku. Dibelikan ayahanda tercinta pada bulan November 1988 di Toko Musik Purnomo, Semarang. Lengkap dengan amplifier gitar. Sayang amplifier-nya dirusakin temanku dan tidak pernah kembali lagi.

Sebelum punya SE211, pas SMP daku belajar gitar dengan gitar bolong punya Mbak Chocovanilla. Dulu sering rebutan kalau mau main gitar. Tapi lama kelamaan daku yang lebih sering menguasai gitar bolong tersebut. Hahaha…

Cerita bersama SE211 cukup panjang. Gitar SE211 ini sangat setia mendampingiku saat nge-band bersama beberapa group band. Dari kelas 1 SMA sampai lulus kuliah. Terakhir bersama Squad Rock Band yang seringkali didaulat (dan sebagai default) sebagai band-nya anak teknik UNDIP pada medio 1993-1995. Sayang Squad Rock Band terbengkalai karena masing-masing personel sibuk TA (tugas akhir) dan akhirnya tercerai berai setelah lulus kuliah.

Sekarang Yamaha SE 211 ini sudah dirakit kembali setelah mati suri selama 13+ tahun. Sayangnya memang dari dulu kedua pickup SE211 ini kurang powerfull. Apalagi setelah mati suri bertahun-tahun dan saat dirakit pickup humbucker bridge-nya ngadat. Rencananya mau ganti pickup solo (neck) dan humbucker (bridge) dengan yang lebih powerfull. Dan jika memungkinkan akan re-fret lagi supaya playability-nya kembali seperti baru.

Oh iya, Yamah SE 211 ini playabilitynya sangat bagus. Empuk. Cocok untuk petikan (clean) tapi asyik juga kalau mau main rythm metal. Dulu daku sering membawakan lagu-lagu Metallica, Europe, Mr Big, Helloween, dll dengan gitar ini.

~~~

2) Cort X-6 RMS

Didapat: September 2009

Gitar keduaku. Tertarik beli karena tongkrongannya keren abis. Cocok untuk main rock sampai heavy metal. Walau pun demikian sebenarnya Cort X-6 bisa dipakai untuk main segala genre musik. Apalagi pickup-nya bisa dipilih via 5-way switch. Mau pakai humbucker di neck, solo di tengah, humbucker di bridge, atau perpaduannya juga oke.

Asyiknya lagi karena Cort X-6 berwarna RMS (red metallic satin) ini memiliki PU humbucker yang bisa dipakai 1 PU saja dari default-nya yang sepasang. Jadi ayuk aja kalau diajak main dangdut, keroncong, jazz, blues, sampai ke death metal. *hayah, kayak bisa main metal aja. hihihi*

Selain bentuknya yang keren abis, playability dari Cort X-6 yang kubeli di TB Gramedia pada bulan September 2009 ini sangat asyik. Daku yang terbiasa menggunakan SE 211 yang memiliki ukuran fretboard lebih kecil plus neck C harus sedikit beradaptasi dengan neck U dari Cort X-6 yang berukuran jumbo. Setelah beberapa saat beradaptasi, gitar ini jadi sangat asyik dimainkan.

Sekarang gitar Cort X-6 ini jadi andalanku. Hem… bukan untuk nge-band sih, tapi untuk main gitar menghibur diri di kamar. Hehehe…

~~~

3) Samick GT-2 Greg Bennett

Didapat: Desember 2009

Ini hasil berburu di FJB Kaskus. Bentuknya yang Flying V memang idamanku sejak SMP. Dulu pas SMP-SMA sering bermimpi jadi rocker dan menggunakan gitar Flying V. Hehehe… Bagiku bentuk Flying V ini emang keren abis. Sangat cocok untuk rocker atau metalist. *Suit-suit…*

Ada banyak versi Flying V hasil produksi banyak produsen gitar, tapi justru bentuk yang seperti Samick GT-2 inilah yang idamanku. Kesannya vintage banget. Dan daku senang yang simetris seperti ini.

Daku beli second dengan kondisi yang lumayan. Ada beberapa PR yang harus dilakukan untuk memperbaiki gitar ini. Berikut adalah to do list-nya:

  1. Stel bridge (done).
  2. Kencangkan mur potensiometer volume & switch selector (done).
  3. Ganti pickup humbucker neck dan bridge. PU bridge-nya sudah bukan aslinya. Aslinya Duncan Design. Hem… merek mahal nih. Harus nabung dulu. Hiks…
  4. Ganti ring pickup dengan warna hitam. Supaya match dengan hitamnya body gitar dan kulitku. Hahaha…
  5. Refret? Sebenarnya hanya ada 2 fret di posisi senar 5 yang aus. Hanya itu. Fret lain masih oke. Nanggung yak?

Daku rasa kalau semua to-do di atas dilakukan, pasti playability dan sound-nya asyik banget. Beruntung sekali daku bisa memilikinya karena gitar ini termasuk langka alias jarang yang punya. Dan mungkin Samick GT-2 sudah tidak diproduksi lagi. Soalnya di website resminya sudah tidak tercantum di portofolionya.

Melihat nomer serinya, nampaknya gitar ini diproduksi di Indonesia pada Januari 2007.

~~~

4) Drive SS-22 FM

Didapat: tahun baru 2010

Gitar model LP (Les Paul) produksi Gibson adalah salah satu model gitar yang paling digemari gitaris setelah model Fender Stratocaster. Model ini tetap diproduksi sampai kini.

Dan daku beruntung bisa memiliki copy-nya. Gitar bermerk Drive yang diproduksi di Mojokerto ini daku dapat dengan harga yang istimewa. Walau pun baru gres, namun diskonnya dari price list cukup besar hingga daku melupakan opsi gitar yang lain.

Dengan tipe neck C, gitar ini cukup nyaman dimainkan. Mungkin karena sebelumnya daku sudah terbiasa dengan neck C, jadi tidak perlu adaptasi untuk menggunakan gitar ini. Walau pun copy, namun kualitasnya boleh diadu. Finishing-nya sangat baik. Playability juga oke banget, terutama bagi gitaris yang menyukai neck C. Suaranya yang diproduksi oleh 2 pickup humbucker G&B juga tidak mengecewakan. Mungkin bakal asyik banget jika menggunakan pickup Duncan Design seperti yang terpasang di GT-2. Soalnya karakter suara PU Duncan Design bakal pas banget dengan bentuk gitar LP.

~~~

5) Yamaha Silent Guitar SLG200S

Ini adalah sebuah gitar impian sejak lama. Pada tanggal 23/12/2017 akhirnya kesampaian membelinya setelah nego harga selama 2 hari. Toko Musik Halmahera Semarang memberikan diskon luar biasa, yaitu 32%. Benar-benar kado ulang tahun yang menyenangkan.

Gitar ini boleh dibilang berada di antara gitar akustik dengan elektrik. Oleh Yamaha gitar ini diposisikan sebagai gitar akustik tapi tanpa ruang akustik. Dia punya pick-up (dan microphone di body) layaknya gitar elektrik. Namun ada simulasi suara sehingga suara gitar ini mirip dengan gitar akustik. Selain kontrol volume, treble dan bass, gitar ini punya efek built-in yang bisa dipilih, yaitu reverb 1, reverb 2 dan chorus. Jadi keren banget suaranya.

Oh iya, pada seri SLG200 sudah dibekali tuner. Dan baterainya menggunakan 2 buah AA. Berbeda dengan seri sebelumnya yang menggunakan baterai kotak 9V. Bagusnya menggunakan 2x AA ini adalah daya tahan baterainya, lebih lama dibanding versi 9V. Sayangnya seri SLG200 tidak dibekali adaptor.

Silent Guitar dari Yamaha ini ada 2 opsi, yaitu opsi dawai nylon dan steel. Saya memilih yang steel karena saya terbiasa memainkan gitar elektrik. Dan sejatinya saya kurang suka dengan suara gitar akustik dengan dawai nylon. Selera saja sih. kebetulan selera saya begitu.

Seperti khas-nya gitar Yamaha, memainkan gitar ini enak banget. Empuk dan nyaman.

GG (gitaris gagal) xixixi #yamaha #silentguitar #slg200s

A post shared by Emanuel Setio Dewo (@setiodewo) on

 

Iklan

34 respons untuk ‘Koleksi Gitar

    • @Mas Jeks,

      Iya, dimainkan juga asyik kok. Suaranya ngga kalah.

      Pengen nambah lagi sih. Tapi nabung dulu. Oh ya, saya sudah ke websitenya mas Jeks. Jadi ngiler nih… Tapi saya nabung dulu ya?

      Trims.

    • Buat apa beli gitar bermerk dengan harga selangit sementara byk gitar lain yg gak kalah kualitasnya tapi harganya worthed !! FYI Harga Pokok Gitar Merk Gibson/Fender USA sebenarnya hanya 30-40% dari harga jual..sisanya yang anda beli hanyalah “branded”.Kebetulan saya punya Fender Strats American Traditional “57 Reissue USA (Saya sangat menyukainya), saya jg punya Fender Custom sendiri dgn kayu maple/Alder asli Indo + Pick Up Eks Squire (by Fender)…hasilnya ? Saya jg sangat menyukainya…tapi saya bisa mendapatkannya dengan harga yg worthed…toh saya bermain gitar untuk hobi,bukan untuk ngamen bro…Buat Mas Dewo : Saya Alumni FH UNDIP, I Like your past…dulu di Semarang memang cuman ada Yamaha, Prince dan paling banter ya..Washburn ya kan ? he..he..he

  1. jd inget dulu gitar pertama ku.. gitar k0p0ng pari , hrg 30 rb. dpt dari temen yg lg butuh duit cpt. tp sekarang tiap hari merakit gitar..malah jd agak ilang greget-nya ama gitar. btw lam kenal ya..

  2. Mas, minta saran dunk ??? saya masih pemula dalam hal gitar, pengen punya gitar elektrik yg bagus untuk akustik sama efek (untuk genre lagu kayak MUSE) ??? kira-kira yang pas apa ya ??? salam kenal…

    • @Dunia aMe,

      Gitar elektrik banyak yg bagus kok. Bahkan merk2 luar negeri pun banyak yg memproduksi beberapa seri gitarnya di Indonesia. Merk2 gitar terkenal: Gibson, Ibanez, Fender, Epiphone, Cort, Jackson, dll.

      Kalau gitar elektrik yg bagus akustiknya bisa dipilih gitar dengan hollow body. Kalau mengacu pada group Muse, maka gitar2 yg dipake bisa dilihat di sini:

      http://www.musewiki.org/Guitars

      Semoga membantu. Salam.

    • klo menurut saya pilih gitar type G425 aja,pnya saya jg kyak gtu>tpi itu cuma saran klo km pilih yg lain ya terserah>……………

  3. waahh..gitarnya keren..keren..
    Ah mas dewo mengingatkan aku pada seseorang yang lihai bermain gitar dan mengajarkan aku main gitar hihii so sweet…hiks..

  4. keren2 gitarnya mas..
    btw saya juga lagi ngoleksi gitar meskipun bukan musisi heheh. tapi ya gitu, ngerawatnya ampun dah >.<, apalagi klo ada yg berkarat senarnya atau bodynya berdebu harus punya waktu khusis buat ngebersihinnya..

  5. Wah Mas Dewo
    Sama dong, punya ane juga Cort X-6, haha belinya juga sama di gramedia taon 2004, tapi warna item glossy
    dulu harganya masih 1.7jt
    salam kenal mas dewo

    Bwt music backgroundnya keren mas, boleh share backing tracknya gak nih mas dewo, hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s