Nama-nama Unik Radio Streaming di Indonesia

Saat saya hunting URL radio-radio streaming di Indonesia di Online Radio Box, saya menemukan beberapa nama yang unik, berbeda dengan yang lain. Ada beberapa yang saya tambahkan di daftar channel di CHIPOLED Radio Internet, tapi kebanyakan tidak. Berikut adalah beberapa nama radio streaming yang menurut saya unik:

  1. Dengerin Musik Indonesia (DMI), http://stream.denger.in:8000/stream?1475311447299.aac
  2. Retjo Buntung (arti: arca buntung), Jogjakarta, http://usa.jogjastreamers.com:8000/rbfm456789stereo?
  3. Angling Darma FM, http://s4.vinhostmedia.com:8000/adfm?
  4. Bens Radio (Logonya seperti wajah Benyamin S), http://175.103.58.72:8000/;
  5. Radio Bass, http://online.radiobassfm.com:8000/bassfm
  6. Ragasakti FM, http://live4.rs3fm.com:8000/rs3?
  7. Distorsi Jiwa Radio, http://djr.onlivestreaming.net:9696/stream?
  8. Itjen Kemdikbud Radio, http://118.98.232.108:8000/;
  9. Rasika Sragentina, http://stream.suararadio.com:8000/rasikafm_stereo
  10. Radio Suka-suka, http://s9.viastreaming.net:7060/;
  11. Nyoklat Klasik Radio, http://45.64.97.82:8282/;stream.nsv
  12. Hanacaraka FM, http://103.28.148.18:9000/;
  13. Piss Radio, http://stream.suararadio.com:8000/ciamis_pissfm_mono
  14. Radio Belakang Tomang, http://78.129.224.15/records/radiouser2971942/record.mp3
  15. Radio Jreng, http://radiojreng.myradio.web.id:8888/radiojreng.aac?

Tuh kan unik-unik? Apalagi Radio Jreng, jadi membayangkan penyiarnya membawa gitar dan genjreng gitarnya, jreeeng… hehehe…

Iklan

Update CHIP OLED Internet Radio : Volume OFF dan Banyak Station

Tulisan ini bukan bukan merupakan cicilan PR tempo hari sih. Ini lebih ke optimasi program internet radio di CHIP. Tadinya saya menggunakan tombol “Shutdown” untuk mematikan dan menyalakan suara radio. Tapi berarti saya tidak bisa menggunakan tombol shutdown ini untuk mematikan CHIP (shutdown). Jadi saya pun berpikir bagaimana caranya mematikan suara radio dan kemudian menampilkan jam tapi tidak menggunakan tombol Shutdown.

Stand by mode #chip #internetradio

A post shared by Emanuel Setio Dewo (@setiodewo) on

Saya pun berpikir selayaknya radio jaman dulu. Radio jaman dulu itu volumenya model putar. Putar ke kiri memelankan suara sedangkan putaran ke kanan membuat suara jadi keras. Ketika diputar ke kiri sampai mentok dan bunyi klik, radio pun mati.

Dan saya pun menirunya! Ketika tombol Down ditekan sampai ke volume 0, maka radio pun dimatikan dan kemudian menampilkan jam. Untuk menyalakannya lagi cukup tekan tombol Up yang akan menyalakan dan mengeraskan volume 1 step. Asyik ya? Sedikit beda, kalau radio jadul diputar, kalau radio saya ini ditekan. Satu masalah terpecahkan.

Read More »

PR Untuk CHIP OLED Internet Radio

Kemarin saya sudah berhasil membuat internet radio yang menurut saya keren (menurut saya saja loh ya). Radio sudah berhasil bekerja dengan baik. Namun ada beberapa hal yang perlu saya perbaiki. Tidak begitu penting sih, tapi belum berhasil saya buat. Berikut PR-nya:

  1. Scroll text untuk nama channel. Rupanya harus pakai virtual view port kalau menggunakan library dari Luma.OLED. Belum nemu cara semudah scroll text di LCD 16×2. Kalau bisa scroll kan keren, terutama untuk nama channel yang panjang. Saat ini saya cuma membatasi penamaan channel supaya tidak terlalu panjang. Tapi nama channel yang sudah terlanjur saya tulis panjang jadi terpotong, contohnya: Sonora Classic Rock.
  2. Tombol Shutdown belum berjalan dengan semestinya. Ini rada aneh juga sih karena beberapa cara yang saya tahu dan juga hasil googling di internet belum berhasil membuat CHIP shutdown. Ketika saya tekan tombol shutdown cuma keluar dari aplikasi radio, tetapi tidak membuat CHIP shutdown.
  3. Baterai untuk CHIP. Enaknya adalah CHIP sudah punya controller battery. Kita bisa memonitor status power, pakai baterai atau tidak, status pengisian, tegangan dan arus baterai, arus pengisian dan temperatur CHIP sehingga kita bisa bikin proteksi.
  4. Case/box untuk Internet Radio. Jadi pengen beli printer 3D. Hiks, harus nabung dulu.
  5. Membuat program untuk MP3 player. Jadi ketika CHIP tidak terhubung ke internet bisa memainkan file MP3. Memang sih internal storage CHIP saya cuma 4 GB yang sudah terisi OS dll sehingga tersisa sedikit. Namun enaknya adalah CHIP masih punya colokan USB. Jadi lagu-lagu bisa mengambil dari flashdisk.
  6. Apalagi yaaa? Cari ide dulu deh. Hehehe

Itu dia beberapa PR untuk CHIP radio internet ini. Kalau teman-teman mau bantuin juga boleh kok. Kalau sudah jadi saya dikasih tahu yaaa? Terima kasih.

Merapikan Penyimpanan Source Code

Rupanya saya sudah mulai harus merapikan penyimpanan source code dari proyek-proyek elektronika saya. Kenapa? Karena saat ini saya coding di beberapa device, yaitu:

  1. MacBook Air. Ada beberapa proyek yang saya program dari MBA ini. Sayangnya MBA pernah bermasalah dengan Wemos D1 Mini yang menggunakan driver CH340. Ini adalah chip yang bertanggung jawab menghubungkan komputer dengan Wemos D1 Mini sehingga kita bisa meng-upload program ke Wemos. Kalau Wemos D1 mini dicolokkan ke MBA, maka laptop langsung crash. Jadi saya tidak menggunakan MBA lagi untuk coding proyek elektronika, karena ternyata Arduino Uno versi cloning juga menggunakan CH340. Baru kemudian saya nemu solusi ketidakcocokan MacOS dengan CH340. Dan ironisnya solusi ini baru ada setelah beberapa tahun. Namun terlambat, saya sudah banyak coding di device lain.
  2. Laptop Acer kuno. Ini adalah laptop kuno saya. Sudah pensiun. Source code sudah saya backup ke harddisk external.
  3. Raspberry Pi. Ya… saya memang menggunakan Raspi untuk coding beberapa proyek, termasuk salah satunya adalah Radio Touchscreen. Masalahnya saya aktif coding di 2 Raspberry Pi. Satu Raspi dengan casing hitam dimana saya banyak coding untuk Arduino, Wemos, Nano, Micro, dll. Sedangkan satu Raspi yang telanjang dimana saya gunakan untuk coding beberapa proyek yang membutuhkan modul external seperti display TFT Touchscreen, dll. Untungnya saya tidak menggunakan 2 Raspi lain sebagai basis development. Saya masih punya Raspi Zero W dan Raspi model B versi pertama. Keduanya belum sempat saya oprek, hehehe…
  4. CHIP. Belakangan saya sering ngoprek CHIP. Sejatinya saya senang ngoprek CHIP ini. Sayangnya ngoprek CHIP ini seperti tidak punya masa depan, karena CHIP versi original sudah tidak dijual oleh NextThingCo. Sekarang NTC jualan PocketCHIP dan CHIP Pro saja. Di websitenya cuma ditulis kalau CHIP akan hadir kembali dengan CPU GR8. Tapi sudah lama berselang tidak keluar juga. Kemarin dapat info kalau ada startup baru yang membuat cloning CHIP, yaitu: Popcorn Computer. Konon pinout-nya sama dengan CHIP. Namun sayangnya Popcorn Computer ini terlalu mahal. Di situ tertulis $99 untuk 2 buah. Beda banget dengan CHIP yang cuma $9.
  5. Notebook Asus. Saya juga coding di laptop ini. Tidak banyak sih. Secara ini laptop milik kantor. Seingat saya, saya coding  Radio Mini dengan Wemos D1 Mini di laptop ini. Oh iya, hampir lupa, antrian wemos dan IoT dengan wemos ada di sini juga. Ini gara-gara MBA saya tidak bisa berkomunikasi dengan Wemos.

Nah, banyak kan? Belakangan saya sering bingung, code proyek ini dimana ya? Saya harus mengingat alasan-alasan mengapa saya harus coding di salah satu perangkat saya di atas, baru kemudian saya teringat. Hahaha…

Read More »

CHIP OLED Radio Internet (versi 3) | Vlog

Ini masih membahas CHIP OLED Shield untuk C.H.I.P. Kali ini adalah contoh aplikasinya. Dan lagi-lagi saya membuat Radio. Bahkan ini berarti versi ke-3 untuk radio internet CHIP (baca: C.H.I.P Radio Internet versi 2). Ini karena saya menggunakan CHIP yang sama saat saya ngoprek radio internet sebelumnya.

Hanya saja, kali ini saya melakukan beberapa perbaikan, yaitu:

  1. Yang pertama sangat jelas, saya menggunakan CHIPOLED Shield. Yang berarti saya menggunakan display OLED mungil namun sangat jelas tampilannya dan hemat dayanya.
  2. Karena menggunakan CHIPOLED Shield, maka saya leluasa membuat kontrol untuk radio karena shield ini sudah dibekali dengan 5 buah tombol.
  3. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan library vlc, untuk engine streaming kali ini saya menggunakan mpd/mpc. Terus terang saya mencontek cara yang digunakan oleh piradio.

Berikut adalah video-nya:

Read More »

Testing CHIP OLED Shield | Vlog

Kalau kemarin saya bercerita tentang latar belakang CHIP OLED Shield dan bagaimana membuatnya, maka kali ini saya akan mencoba apakah shield Chipoled ini berhasil atau gagal. Kemarin saya baru mencoba fungsionalitas display OLED-nya. Walau pun cuma 0.96 inchi, tetapi display ini bagus. Selain sangat jernih dan kontras, display ini lebih hemat energi dibanding display non-OLED.

Dalam shield ini saya cuma membuat 5 tombol. Tadinya mau membuat 6 tombol, tetapi karena ruang terbatas dan demi kerapian tata-letak, maka saya cuma membuat 5 tombol. Di bawah ini adalah video testing CHIP OLED Shield ini:

Read More »

Membuat CHIP OLED Shield | Vlog

Saya punya 2 buah CHIP. Saya sangat menyukai CHIP. Namun sekarang CHIP sudah menjadi barang langka karena sudah tidak dijual lagi oleh NextThingCo. Konon akan keluar CHIP versi GR8. Tapi sudah lama berselang tidak keluar-keluar juga. Sedangkan CHIP Pro tidak se-powerful CHIP versi original ini.

Karena saya senang mengoprek CHIP, maka saya mendesain shield khusus untuk CHIP yang akan menambahkan display OLED versi I2C (inter-integrated circuit) dan 5 buah tombol. Dengan shield ini, saya jadi mudah mengoprek CHIP dan bisa berkonsentrasi menuliskan kode.

Ya rasanya saya perlu mendesain sebuah shield untuk CHIP karena selama ini CHIP memang tidak banyak punya aksesoris. Coba saja bandingkan dengan Arduino yang punya banyak variasi shield, atau Raspberry Pi yang melimpah aksesoris Hat/pHat-nya. Sedangkan CHIP jarang sekali. Kalau saya mendesain shield untuk CHIP, mungkin bisa membantu teman-teman yang punya CHIP yang selama ini kesulitan dalam mengopreknya.

Di bawah ini adalah video youtube cerita tentang CHIP OLED Shield ini.

Untuk tutorial bagaimana cara kerja CHIP dengan display OLED ini bisa merujuk ke artikel: CHIP + Mini OLED Display + Luma OLED = CHIPtimus Prime. Di situ ada link untuk penggunaan versi SPI juga. Tapi berhubung saya punyanya stock I2C, maka saya mendesain shield ini menggunakan versi I2C.

Read More »