Mengukur Keiritan Mobil Hyundai Grand Avega | Vlog

Jakarta mulai sepi ditinggal mudik penduduknya. Jalanan jadi lengang. Inilah saat yang tepat untuk mengukur keiritan mobil saya, yaitu Hyundai Grand Avega. Disclaimer: Cara pengukuran menggunakan indikator konsumsi rata-rata BBM di dashboard, bukan metode full-to-full. Jadi tidak 100% akurat.

Iklan

Unboxing Handy Talkie Murah Meriah Baofeng UV5RE 2 Plus

Ini adalah sebuah nostalgia. Dulu saat masih kelas 5 SD saya nge-break menggunakan HT ICOM IC-2n milik inventaris kantor Papah. Setiap sore saya menunggu Papah pulang kantor untuk kemudian pinjam HT untuk nge-break. Hingga kemudian Papah pindah tugas dan HT harus dikembalikan ke kantor. Sejak itu saya tidak pernah lagi nge-break. Saat ini mendadak saya ingin punya HT. Jadi saya pun membeli HT murah meriah buatan China, yaitu Baofeng UV 5RE2 Plus.

Ini dia video unboxing-nya:

Beberapa Hari Tidak Ngoprek

Beberapa hari ini tidak bisa ngoprek. Rasanya geregetan deh. Alasannya adalah karena sedang ada tugas membuat aplikasi yang tidak bisa didelegasikan. Lagi pula teman-teman juga sudah overload. Kalau pun didelegasikan bisa lama selesainya karena harus nunggu antrian panjang.

chipradioSedangkan waktu kerja di kantor juga sudah banyak dihabiskan untuk urusan administrasi, manajerial atau operasional ini-itu. Belum lagi meeting2 yang banyak menghabiskan waktu terutama untuk perjalanannya yang kerap kali macet. Mau tidak mau ya tugas ini dikerjakan di luar jam kerja di apartemen.

Sebenarnya tidak ada deadline yang ditetapkan. Tapi saya sering membuat deadline yang ketat bagi diri sendiri. Maksudnya supaya bisa segera selesai dan bisa mengerjakan pekerjaan lain.

Lagi pula saya tidak suka mengerjakan sesuatu yang terlalu lama. Maunya bisa segera jadi. Kalau kelamaan biasanya malah jadi terbengkalai karena tugas-tugas baru yang lebih penting akan segera menyita waktu, tenaga dan pikiran.

Hehehe… ini sekedar curhat supaya bisa update di blog. Supaya blog tidak terlalu lama idle.

 

Ada 10 Alasan Saya Menyukai CHIP dan 1 Alasan Untuk Membencinya

Ketika C.H.I.P kampanye di Kicstarter pada Mei 2015, menurut saya itu sebuah SBC yang sangat keren. Walau pun tidak lebih hebat dari Raspberry Pi, tapi dia lebih kecil dan siap dioprek. Jadi saya pun memantau perkembangan kampanyenya di Kickstarter. Barulah pada bulan Februari 2016 saya memesannya. Walau pun kemudian baru menerimanya November 2016. Lama banget ya?

Namun begitu, bagi saya CHIP ini sangat menyenangkan. Saya punya 10 alasan untuk menyukai CHIP ini, yaitu:

  1. Kecil. Pada tahun 2015 belum banyak SBC yang punya form factor sekecil ini. Bahkan saat itu Rasberry Pi Zero belum lahir (Raspi Zero baru launching bulan Nov 2015).
  2. Header Female. Tidak seperti keluarga Raspberry Pi dan para penirunya, CHIP datang dengan header female. Bagi pengoprek Arduino tentu sangat senang mendapati header seperti ini, karena tinggal colok kabel jumper. Shield untuk CHIP akan menancap sangat kokoh, berbeda dengan HAT/pHAT di Raspi yang harus dibaut.
  3. Tulisan di header. Di header CHIP ada label nama pin. Kalau Arduino label tertulis di board, kalau CHIP tertulis di header-nya langsung. Sedangkan keluarga Raspberry Pi tidak ada tulisannya sama sekali.
  4. Punya pin lengkap. Lihat saja header-nya yang sampai 2 deret. Sebagian bahkan didedikasikan untuk koneksi ke LCD. Pin i2c bahkan punya 2 set. Tidak ketinggalan 1 buah pin analog. Masih kurang? CHIP memiliki IO expander yang menambahkan 8 pin digital tambahan yang bahkan punya fitur interrupt/edge. Oh iya, speaker juga disediakan pin-nya. Lengkap ya?
  5. Punya controller battery. Menurut saya ini keren banget. Artinya CHIP siap ditenagai baterai. Kontroler ini cukup lengkap fiturnya, dari deteksi keberadaan baterai, tegangan baterai, pemakaian arus, arus pengisian dan suhu sistem. Walau pun sudah ada proteksi pengisian, kita bisa membuat program untuk proteksi sendiri. Pengisian baterai bisa dilakukan dengan menyambungkan CHIP ke charger via port Micro USB.
  6. Sudah ada Wifi + Bluetooth. Dengan bentuknya yang kecil, CHIP sudah dibekali Wifi versi b/g/n & Bluetooth 4.0. Bahkan Raspberry Pi Zero versi awal yang datang belakangan tidak memiliki Wifi & Bluetooth build-in. Barulah kemudian versi revisinya Raspi Zero sudah menambahkan Wifi & Bluetooth.
  7. Sudah punya storage build-in dan OS. Pada versi awal besarnya storage 4 GB. Sedangkan produksi berikutnya menggunakan NAND Flash Toshiba sebesar 8 GB. Hiks… saya dapat yang 4 GB.
  8. Flasher berbasis web. Kalau OS di CHIP rusak, atau jika Anda ingin mengganti OS-nya, maka CHIP menyediakan flasher OS berbasis web. Cara nge-flash-nya juga gampang, sudah ada petunjuk yang jelas. (CHIP Flasher).
  9. Murah $9. Untuk mendapatkannya, Anda cukup merogoh kocek $9. Jika dibandingkan Arduino, tentu jadinya sangat murah kalau dilihat dari price to performace ratio.
  10. Tersedia aksesoris resmi. Sebut saja adapter VGA, adapter HDMI, Pico-8, dll. Kalau mau, Anda bisa membeli board & display untuk membuat PocketCHIP sendiri.

Read More »

The Eyes with CHIP

The Eyes was inspired from an Arduino Project by Paco SG. This is a similar program with CHIP and CHIPOLED Shield. I made the eyes can be controlled with buttons.

The inspiration comes from: Paco SG > Arduino Projects.

Here is my own version of code:

#!/usr/bin/python

import os
import sys
import CHIP_IO.GPIO as GPIO
import time
import threading

from luma.core.interface.serial import i2c
from luma.core.render import canvas
from luma.oled.device import ssd1306

serial = i2c(port=1, address=0x3C)
device = ssd1306(serial, rotate=0)

_kanan = "XIO-P7"
_kiri  = "XIO-P4"
_atas  = "XIO-P5"
_bawah = "XIO-P6"
_mati  = "XIO-P3"

GPIO.setup(_kanan, GPIO.IN, pull_up_down=GPIO.PUD_UP)
GPIO.setup(_kiri,  GPIO.IN, pull_up_down=GPIO.PUD_UP)
GPIO.setup(_atas,  GPIO.IN, pull_up_down=GPIO.PUD_UP)
GPIO.setup(_bawah, GPIO.IN, pull_up_down=GPIO.PUD_UP)
GPIO.setup(_mati,  GPIO.IN, pull_up_down=GPIO.PUD_UP)

maxtinggi = device.height/2
xtengah = device.width/2
ytengah = device.height/2
delta = 5
pos = 0
besar = True

def kedip():
    with canvas(device) as draw:
      draw.rectangle((0, 30, 60, 34), outline="black", fill="white")
      draw.rectangle((62, 30, 127, 34), outline="black", fill="white")
    time.sleep(0.001)

def kedipin() :
    global pos
    threading.Timer(5, kedipin).start()
    kedip()
    lihat(pos)

def lihat(pos) :
    with canvas(device) as draw:
      tinggi = device.height/2
      lebar = device.width/2
      if pos <= 0 :
        draw.ellipse((xtengah-maxlebar-(pos*delta), ytengah-maxtinggi-(pos*delta), xtengah+(pos*delta), yteng$
        draw.ellipse((xtengah+(pos*delta), ytengah-maxtinggi, xtengah+maxlebar+(pos*delta), ytengah+maxtinggi$
      else :
        draw.ellipse((xtengah-maxlebar+(pos*delta), ytengah-maxtinggi, xtengah+(pos*delta), ytengah+maxtinggi$
        draw.ellipse((xtengah+(pos*delta), ytengah-maxtinggi+(pos*delta), xtengah+maxlebar-(pos*delta), yteng$

      if not besar :
        draw.polygon([(0, 0), (xtengah+(pos*delta), ytengah), (device.width, 0)], outline="black", fill="blac$
      #draw.ellipse((0, 0, lebar, tinggi+tinggi), outline="black", fill="white")
      #draw.ellipse((lebar, 0, lebar*2, tinggi+tinggi), outline="black", fill="white")

lihat(0)
kedipin()

while True:
  if GPIO.input(_kiri) == 0 :
    pos -= 1
    if pos < -3 : pos = 0 lihat(pos) if GPIO.input(_kanan) == 0 : pos += 1 if pos > 3 :
      pos = 0
    lihat(pos)

  if GPIO.input(_bawah) == 0 :
    kedip()
    lihat(pos)

  if GPIO.input(_atas) == 0 :
    besar = not besar
    lihat(pos)

  time.sleep(0.05)

device.clear()
GPIO.cleanup()

This code also available on github: Github / The Eyes with CHIP

Nama-nama Unik Radio Streaming di Indonesia

Saat saya hunting URL radio-radio streaming di Indonesia di Online Radio Box, saya menemukan beberapa nama yang unik, berbeda dengan yang lain. Ada beberapa yang saya tambahkan di daftar channel di CHIPOLED Radio Internet, tapi kebanyakan tidak. Berikut adalah beberapa nama radio streaming yang menurut saya unik:

  1. Dengerin Musik Indonesia (DMI), http://stream.denger.in:8000/stream?1475311447299.aac
  2. Retjo Buntung (arti: arca buntung), Jogjakarta, http://usa.jogjastreamers.com:8000/rbfm456789stereo?
  3. Angling Darma FM, http://s4.vinhostmedia.com:8000/adfm?
  4. Bens Radio (Logonya seperti wajah Benyamin S), http://175.103.58.72:8000/;
  5. Radio Bass, http://online.radiobassfm.com:8000/bassfm
  6. Ragasakti FM, http://live4.rs3fm.com:8000/rs3?
  7. Distorsi Jiwa Radio, http://djr.onlivestreaming.net:9696/stream?
  8. Itjen Kemdikbud Radio, http://118.98.232.108:8000/;
  9. Rasika Sragentina, http://stream.suararadio.com:8000/rasikafm_stereo
  10. Radio Suka-suka, http://s9.viastreaming.net:7060/;
  11. Nyoklat Klasik Radio, http://45.64.97.82:8282/;stream.nsv
  12. Hanacaraka FM, http://103.28.148.18:9000/;
  13. Piss Radio, http://stream.suararadio.com:8000/ciamis_pissfm_mono
  14. Radio Belakang Tomang, http://78.129.224.15/records/radiouser2971942/record.mp3
  15. Radio Jreng, http://radiojreng.myradio.web.id:8888/radiojreng.aac?

Tuh kan unik-unik? Apalagi Radio Jreng, jadi membayangkan penyiarnya membawa gitar dan genjreng gitarnya, jreeeng… hehehe…

Update CHIP OLED Internet Radio : Volume OFF dan Banyak Station

Tulisan ini bukan bukan merupakan cicilan PR tempo hari sih. Ini lebih ke optimasi program internet radio di CHIP. Tadinya saya menggunakan tombol “Shutdown” untuk mematikan dan menyalakan suara radio. Tapi berarti saya tidak bisa menggunakan tombol shutdown ini untuk mematikan CHIP (shutdown). Jadi saya pun berpikir bagaimana caranya mematikan suara radio dan kemudian menampilkan jam tapi tidak menggunakan tombol Shutdown.

View this post on Instagram

Stand by mode #chip #internetradio

A post shared by Emanuel Setio Dewo (@setiodewo) on

Saya pun berpikir selayaknya radio jaman dulu. Radio jaman dulu itu volumenya model putar. Putar ke kiri memelankan suara sedangkan putaran ke kanan membuat suara jadi keras. Ketika diputar ke kiri sampai mentok dan bunyi klik, radio pun mati.

Dan saya pun menirunya! Ketika tombol Down ditekan sampai ke volume 0, maka radio pun dimatikan dan kemudian menampilkan jam. Untuk menyalakannya lagi cukup tekan tombol Up yang akan menyalakan dan mengeraskan volume 1 step. Asyik ya? Sedikit beda, kalau radio jadul diputar, kalau radio saya ini ditekan. Satu masalah terpecahkan.

Read More »