Review Singkat Ponsel 3G Smart

Siang ini daku berkesempatan menemani teman untuk membeli “HaPe 3G Modem Termurah” dari Smart. Beruntunglah kami karena ternyata di Mangga Dua Square ada counter yang menjualnya. Dan daku juga beruntung karena diberi kesempatan untuk me-review-nya.

Berapa harganya? Ternyata agak naik sedikit dari banderol resminya, dari yang seharusnya Rp 289.000 (sudah termasuk PPN) harus kami bayar Rp 300.000. Hiks… padahal sudah nawar plus merayu Mbak penjaga nan seksi itu tapi ternyata imannya si Mbak lebih kuat dari pada rayuanku. Kayaknya daku harus belajar merayu dari Si Mbel supaya dapat harga murah berhadiah mbaknya.

Setelah membeli, kami langsung memboyongnya ke kantor. Di sinilah kami memperkosa ponsel Smart ini habis-habisan. Pertama-tama kami telanjangi ponsel dari dusnya dan memeriksa semua perlengkapannya. Asyiknya adalah karena ponsel ini sudah dibekali kabel USB yang detachable dengan adaptornya. Dengan demikian kita bisa mengisi baterai langsung dari PC. Kegiatan berkoneksi ke internet pun tidak perlu khawatir kehabisan baterai karena dengan tercoloknya kabel ini, maka ponsel akan secara otomatis terisi baterainya. Tapi kalau ingin mengisi baterai langsung dari listrik, maka colokkan kabel USB ini ke adaptornya dan tancapkan di outlet listrik. Hem… solusi yang praktis.

Baca selebihnya »

Iklan

Preview: Video Blogging Oleh Mantenboshi

Sore ini saya dan beberapa blogger diundang oleh Mantenboshi untuk menghadiri demo video blogging. Pendekatan layanan video blogging yang didemokan oleh Mantenboshi memang agak sedikit berbeda. Oleh karenanya tim Mantenboshi menyebutnya sebagai cara alternatif untuk video blogging.

Mekanisme yang digunakan oleh Mantenboshi adalah dengan memanfaatkan fitur video call pada jaringan 3G/3.5G. Untuk sementara ini baru pelanggan Indosat yang dapat menikmati fasilitas ini. Tapi dalam 2 bulan ke depan diharapkan pelanggan dari operator lain seperti Telkomsel akan dapat menikmati fasilitas ini.

diskusi_3g_mantenboshi

(Foto dari kiri ke kanan: Dewo, Prasetya M. Brata, Riri Satria, Christian, Enda Nasution, Gerald Hutagalung, dan Arnold Pandapotan)

Baca selebihnya »

Sierra Wireless AirCard 875

Keadaan telah memaksaku untuk membeli sebuah modem 3G. Tadinya aku bersikeras menggunakan ponsel sebagai modem. Tapi karena aku ganti provider koneksi internet, maka aku harus sering gonta-ganti kartu. Dan itu bukan kegiatan yang menyenangkan.

Terbayang kan jika harus selalu membuka casing dan baterainya hanya untuk mengganti kartu? Apalagi mengganti kartu di ponsel Sony Ericsson K530 agak sulit karena harus mencongkel kartunya. Sedangkan di Sony Ericsson G502 sedikit lebih mudah, tapi melepas penutupnya agak was-was karena bunyinya agak keras. Jadi takut kalau sampai penyangganya patah. Bisa berabe tuh.

Setelah surfing mencari modem 3G, akhirnya aku dan Bune sepakat membeli modem Sierra Wireless AirCard 875. Ini bukan modem tipe terbaru. Malahan modem ini sudah discontinued sejak Juli 2008. Walau pun sudah discontinued, tapi dukungan terhadap modem ini masih panjang, yaitu sampai September 2010. Jadi masih amanlah kalau membeli modem ini.

Modem ini memiliki 2 pilihan, yaitu USB atau PC Card (PCMCIA). Dan kami memilih yang PC Card yang lebih praktis untuk dipakai di notebook. Harganya sudah sangat bersahabat, yaitu Rp 800.000. Padahal dulu saat pertama kali dikenalkan harganya tinggi banget. Kalau dipikir-pikir lebih baik beli ponsel 3G sekalian. Tapi karena sekarang harganya sudah masuk akal, maka tidak ada alasan untuk tidak membelinya.

Baca selebihnya »

Review: Indosat 3G Broadband

Tulisan ini masuk ke dalam kategori Blogger’s Test & Review. Bagi vendor yang ingin me-review produknya dapat menghubungi Dewo (0819 3250 9003) atau Lina (0819 3250 9001).

Baru malam ini saya sempat menuliskan review koneksi Indosat 3G Broadband ini. Padahal saya sudah menggunakan koneksi nan gegas ini hampir seminggu.

Sebenarnya saya agak bingung dengan tulisan-tulisan yang tertera di paket Indosat 3G Broadband yang saya terima. Di paketnya tertera banyak sekali tulisan “3G”, tetapi di kartunya tertera “3.5G”. Lalu mana yang benar, 3G atau 3.5G?

Maklum, kedua istilah ini menunjukkan kecepatan yang berbeda. 3G dengan jaringan UMTS secara teoritis mampu menghantarkan data dengan kecepatan 384 Kbps, sedangkan 3.5G dengan jaringan HSDPA mampu menghantarkan data sampai 3.6 Mbps. Bahkan sekarang kecepatannya mampu mencapai 7.2 Mbps untuk download.

Nah, dari pada bingung, lebih baik kita coba saja kecepatannya secara langsung. Pengetesan kali ini masih mengandalkan pengukur kecepatan dari SpeedTest. Tetapi agak berbeda dengan test yang sudah-sudah, kali ini saya tidak menggunakan Ubuntu dengan K530, tetapi menggunakan Windows XP dengan Sony Ericsson G502 sebagai modemnya. Penggunaan G502 cukup tepat karena ponsel ini sudah dapat memanfaatkan jaringan HSDPA sehingga saya bisa mengetes kecepatan maksimal paket Indosat 3G Broadband.

Baca selebihnya »

Review: Sony Ericsson G502

(Tulisan ini masuk ke dalam kategori Blogger’s Review.
Bagi vendor yang berminat me-review-kan produk dapat mengirimkan produknya untuk di-review.
Silakan menghubungi Dewo (0819 3250 9003, 0818 772626) untuk informasi lebih lanjut)

Sebelumnya ponsel Soner G502 sudah di-review oleh Bos Madzab Bocor Alus (Mbelgedez). Tapi kali ini saya akan me-review-nya dari sudut pandang yang berbeda, selain lebih teknis, juga lebih detail.

Oh iya, review kali ini memiliki format berbeda, yaitu adanya bagian “The Story Behind” yang akan menceritakan apa saja yang terjadi di balik tulisan review ini. Diharapkan bab “The Story Behind” ini dapat memberikan pengantar bagi setiap review.

The Story Behind

Sebenarnya ponsel Soner G502 ini dibeli dalam hari yang sama saat saya membelikan Ibu Nokia 5000 hari Jumat kemarin (05/09/2008). Cuma saja jamnya berbeda. Saya membelikan Ibu siang hari sedangkan G502 baru saya beli malamnya.

Dan yang asyik adalah karena saya dan Bune membeli seri ponsel yang sama. Tadinya saya berharap mendapatkan warna hitam, tapi ternyata warna hitam tidak ada stoknya. Akhirnya kami sama-sama mendapatkan warna Brilliant Hazel.

Sempat khawatir jika kami tertukar ponsel. Maklum, kami sering menghadiri meeting bersama dan sering teledor menaruh ponsel. Kalau sampai tertukar, bisa-bisa terjadi perang dunia ke-3. Hehehe…

Pada saat kami membeli G502 harganya sudah turun ke Rp. 1.625.000. Berbeda saat di-review oleh Bro Mbelgedez yang masih seharga Rp. 1.740.000. Sedangkan saat tanya harga K530, rupanya ponsel ini masih manteng di harga Rp 1.550.000. Masih sama seperti saat saya beli beberapa bulan yang lalu.

Baca selebihnya »