Melawan Disrupsi di Bidang Kesehatan (4)

{ Artikel sebelumnya: Melawan Disrupsi Bisnis di Bidang Kesehatan 3 }

Tulisan sebelumnya kita mengulas karakteristik dari perusahaan teknologi yang sekiranya akan masuk ke bidang kesehatan dan sekaligus mengganggu alur bisnis Rumah Sakit dan klinik. Kalau saat ini RS/klinik masih belum punya ide bagaimana sekiranya perusahaan teknologi ini akan mengganggu mereka, maka perkenankanlah saya menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan itu sudah mulai muncul. Kalau sebelumnya saya memberikan contoh HaloDoc, Go Dok, KlikDokter, dan Dokter.id, maka sekarang sudah ada MEDI-CALL yang secara bisnis benar-benar akan mengganggu RS/klinik.

Mengapa Bisa Mengganggu?

Karena Medi-call sudah mulai mencuri pasar RS/klinik dengan cara menyediakan layanan panggil dokter, panggilan darurat, panggil laboratorium, vitamin, vaksin, infus/IV line, bahkan farmasi. Menurut saya ini sudah lengkap dan semuanya tersedia untuk dipanggil ke rumah.

Read More »

Iklan

Memulai Start Up

Saya teringat ketika tahun 2003 saya memulai Sisfo Kampus. Jujur saja, itu bukan start up pertama saya, tetapi kedua. Usaha pertama saya gagal total ketika saya masih di Semarang. Kalau kemudian Sisfo Kampus berkembang dengan baik, itu karena saya kepepet. Tidak ada jalan mundur atau berpaling selain memperjuangkan kelangsungan hidup Sisfo Kampus.

Peralatan tempur pekerja IT
Peralatan tempur pekerja IT

Kini sudah lewat 10 tahun dan saya ingin membuat usaha di usia saya yang tidak bisa dibilang muda. Namun tidak ada kata terlambat tho? Kali ini tidak ada unsur kepepet, murni hanya karena saya ingin membuat hal baru. Sesuatu yang saya mulai tanpa dasar motivasi yang kuat. Lalu apakah akan berhasil? Jujur, saya sendiri tidak terlalu yakin. Namun saya punya semangat untuk memulainya. Kalau tidak dicoba, kita tidak akan tahu apakah berhasil atau tidak, tho? Jadi saya pun memulainya.

Idenya sederhana sekali kok. Namun saya kira dari kesederhanaannya itulah bisa jadi dengan mudah diterima masyarakat. Sayangnya saya belum bisa bicara banyak tentang idenya. Mungkin kalau sudah ada versi beta barulah ditulis lagi detailnya.

Doakan berhasil yaaa… Terima kasih.

Kisah Sukses RB CMC

Selalu menarik mengikuti kisah sukses suatu entitas bisnis, bagaimana mereka memulai usaha, berinovasi, berstrategi dan berkembang maju. Salah satu yang kebetulan masih satu group adalah kisah Rumah Bersalin CMC yang terletak di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang.

CMC (Cikarang Medical Center) memulai usahanya sebagai klinik di tahun 1995 dengan layanan Rawat Jalan, Poli Gigi dan UGD (Unit Gawat Darurat). Pada perjalanannya, CMC menambahkan layanan MCU (Medical Check Up) bagi umum mau pun perusahaan.

Yang tengah itu blogger misterius
Yang tengah itu blogger misterius

Dan kini CMC telah menjelma menjadi sebuah Rumah Bersalin. Wow… sungguh sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Saya senang ketika sedikit banyak bisa belajar dari perkembangan CMC yang sangat menginspirasi. Oh iya, seseorang di tengah itu blogger juga loh, hehehe… Mungkin beliau berkenan berbagi kisah sukses RB CMC di blog-nya.

Selamat ya, RB CMC. Semoga sukses selalu.

Memulai Bisnis Harus Cepat

Beberapa tahun yang lalu kami punya ide bisnis. Nampaknya sangat menjanjikan. Lagi pula belum ada pesaing yang betul-betul sama persis dengan ide bisnis kami. Namun karena banyak kendala, bisnis itu sampai sekarang belum terealisasikan.

Ketika kemudian belakangan kami mengetahui ternyata ada bisnis baru yang muncul yang ide-nya mirip dengan ide kami, rasanya kami sudah ketinggalan bertahun-tahun lamanya. Karena bisnis baru ini sudah berjalan dengan baik, mapan dan telah memiliki komunitas besar dengan skala yang luas (regional Asia).

Pelajaran hari ini adalah bahwa jika punya ide bisnis, apalagi idenya bagus dan memiliki potensi keberhasilan tinggi, maka harus segera dieksekusi sebelum keduluan pemain lain. Kita tidak bisa mengabaikan betapa banyaknya jenius bisnis di luar lingkup komunitas kita saat ini yang mungkin tidak terendus dan tiba-tiba saja mereka muncul dan sukses. Jadi harus segera dieksekusi.

Kami pun harus segera memutar ide supaya bisnis kami berbeda dengan ide semula. Mungkin bidangnya tetap, tetapi harus ada pembeda sehingga calon pelanggan lebih tertarik kepada bisnis kami. Jadi strategi kami selanjutnya adalah diferensiasi, hiks…

Memproduksi Garduino

Nampaknya progres pembuatan prototype Garduino sudah mencapai 80%. Kekurangan 20% adalah untuk instalasi pompa air & growing light di apartemen. Secara hardweriah & softweriah sudah tidak ada kendala.

Sebenarnya masih ada tantangan berikutnya, yaitu membuatnya supaya bisa lebih murah sehingga bisa memiliki nilai ekonomis & komersil. Lumayan juga kan seandainya bisa dijual dan bisa mendapatkan penghasilan dari experimen dan hobi kita? Mengutip pendapat para motivator, bisnis yang berlatar belakang hobi itu lebih langgeng dan cenderung lebih mudah sukses karena pelaku bisnisnya memiliki dedikasi tinggi. Asyik kan?

Garduino (gardening arduino) ini jelas memiliki banyak manfaat karena garduino dapat membantu pemeliharaan tanaman baik indoor mau pun outdoor. Garduino sangat cocok bagi orang yang sibuk atau sering bepergian sehingga tidak bisa berkomitmen memelihara tanaman (*contohnya: jelas daku ini, hehehe*). Dari pada tanaman mati (*ehm, pembunuhan tanaman*), mending beli garduino untuk membantu pemeliharaan. Syukur-syukur biaya produksi Garduino bisa lebih murah sehingga bisa terjangkau banyak kalangan masyarakat.

Namun sebenarnya garduino bisa digunakan untuk industri perkebunan atau pembibitan yang boleh dikata memiliki skala lebih besar dari pada penanaman skala rumahan. Jelas garduino bisa digunakan untuk skala yang lebih besar seperti ini. Tentu saja diperlukan beberapa penyesuaian, misalnya dengan menggunakan banyak sensor yang di tanam di beberapa titik, penggunaan pompa yang tersebar atau pompa dengan daya yang lebih besar, dan masih banyak lagi. Yang jelas, aplikasi dari Garduino ini bisa sangat luas.

Selain kebisaan Garduino dalam membantu pemeliharaan tanaman, tantangan berikutnya adalah membuatnya se-simple mungkin sehingga pembeli Garduino bisa dengan mudah memasangnya sendiri tanpa perlu bantuan ahli. Kalau bisa tinggal colok sana-sini dan Garduino bisa jalan dengan baik.

Menanggapi tantangan ini, daku mencoba membuat sebuah box dengan beberapa socket sehingga sensor-sensor dan relay-relay bisa dihubungkan dengan mudah. Tentu saja beberapa sensor sudah dilengkapi dengan jack (colokan) yang cocok. Relay bisa dibuatkan box terpisah supaya tegangan tinggi terpisah dari box Garduino. Ini bisa mengurangi resiko korsleting. Di bawah ini adalah contoh desain dari box Garduino dan hubungannya dengan sensor-sensor & relay-relay.

Contoh desain box Garduino
Contoh desain box Garduino

Contoh desain di atas tentu dibuat se-simple dan se-generik mungkin. Contoh sensor dan relay yang tertera bisa diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Misalnya dari pada menggunakan sensor Temperature & Humidity dan Ambient Light, mungkin lebih baik menggantikannya dengan 2 sensor Soil Moisture sehingga kita bisa mengindera kelembaban 3 titik lahan. Demikian juga dengan relay-relay-nya, dari pada memasangnya ke growing light atau fan (kipas), mungkin lebih baik menggantinya dengan 2 pompa sehingga kita punya 3 pompa untuk mengairi 3 titik lahan.

Oh iya, sekedar catatan, pompa air yang digunakan dalam proyek Garduino ini bisa diganti dengan Solenoid Valve. Fungsinya seperti kran. Alat ini bisa dihubungkan ke pipa 3/4″ yang jamak digunakan di instalasi pipa perumahan. Dengan menggunakan Solenoid Valve ini, kita bisa menggunakan pompa air rumah untuk menyirami lahan, taman atau perkebunan. Karena pompa air besar tentu bisa memompa air lebih banyak dan lebih deras sehingga lebih efektif digunakan untuk menyirami lahan yang lebih luas.

Kan jadinya asyik tuh tidak perlu menyirami sendiri, cukup dibantu oleh Garduino. Cocok bagi petani perkebunan atau pembibitan.