Pendapat Teman-teman tentang BBM

Dulu banyak teman (kebanyakan IT) menolak menggunakan BlackBerry karena menganggap BlackBerry terlalu mahal sedangkan fitur unggulan BlackBerry cuma di kemudahan email dan BBM saja. Ada benarnya juga sih. Saat ini produk unggulan dari BlackBerry yang tersisa cuma BBM. Sedangkan smartphone-nya tidak mengkilap penjualannya. Bagi sebagian besar orang, smartphone BlackBerry terlalu mahal dengan kinerja pas-pasan, alias tidak bisa terlalu dibanggakan kinerjanya.

Namun ketika BBM dibuka untuk OS lain, antusiasme masyarakat untuk menggunakan BBM sungguh luar biasa. Tidak terkecuali orang-orang yang sebelumnya sama sekali tidak tertarik menggunakan BlackBerry.

Saya memperoleh beberapa pendapat dari teman-teman tentang BBM yang mereka install di iOS dan Android. Pendapatnya beragam dengan latar belakang pengguna messenger lain.

“Tampilannya bagus, simple dan elegan. Beda dengan messenger lain yang meriah & banyak iklan.”

“Menambahkan kontak tidak semudah messenger lain. Positifnya bisa selektif menambahkan kontak. Jadi bisa lebih private.”

“Tampilannya sederhana dan bersih. Tapi kayaknya kecepatannya masih kalah dibanding messenger lain.”

“Emoticon sudah ada. Sayangnya tidak ada stiker.”

“Kayaknya lebih cocok untuk pengguna bisnis. Tapi kurang cocok untuk anak muda.”

Mungkin Anda punya pendapat lain?

Install BBM di Tablet Samsung Galaxy Tab 10.1″

Saya penasaran untuk install BBM di Tablet Samsung Galaxy Tab 10.1″. Sayangnya instalasi tidak bisa dilakukan via Google Play Store. Untunglah teman punya file apk-nya. Jadi saya install secara manual dari file apk tersebut.

BBM di tablet 10.1"
BBM di tablet 10.1″

Ternyata bisa! Hore… Jadilah saya punya 3 bbm, di BlackBerry Z10, Smartfren Andromax-i dan Samsung Galaxy Tab 10.1″. Masalahnya saya belum punya teman bbm di Tablet. Semua sudah ditambahkan di Z10 dan Andromax-i. Menambahkan mereka kembali di Tablet bakal membuat bingung saja. Hehehe…

BBM for Android & iOS

Akhirnya BBM (BlackBerry Messenger) untuk Android & iOS dirilis juga. Walau pun demikian setelah instalasi perlu menunggu antrian untuk aktivasi BBID. Antrian akan diberitahukan via email. Kalau sudah dapat email pemberitahuan antrian sudah di depan, maka tibalah saatnya kita bisa mengaktifkan BBM di Android/iOS kita.

Pertama kali mencoba di Andromax-i kesannya cepat banget. Tampilan masih sama dengan BBM10 di Z10. Tampilan BBM memang elegan, lebih cocok untuk kalangan bisnis atau profesional. Beda dengan messenger kompetitor yang lebih ramai.

Sayangnya ada beberapa fitur yang tidak ada atau tidak jalan di BBM untuk Android/iOS ini, misalnya:

  1. Video/Voice call via BBM. Pengguna BBM10 sudah lama menikmati fitur panggilan Video & Voice lewat BBM. Sayangnya di Android/iOS belum bisa.
  2. Tidak ada tab “Suggested”. Padahal fitur ini lumayan keren karena kita bisa invite teman-teman yang menggunakan BBM yang telah menjadi teman kita di Facebook dan/atau Twitter
  3. Show What I’m Listening To. Ini adalah fitur dimana ketika kita mendengarkan lagu di BB, maka judul lagu akan tampak di status BBM kita. Saya lihat di setting BBM Android ada setting “Music Status Updates”, tetapi ketika saya mendengarkan lagu status kita tidak berubah
  4. Show My Country and Time. Ini adalah fitur yang menampilkan negara & zona waktu dimana kita berada. Sayangnya di BBM untuk Android/iOS belum berfungsi.
  5. Category. Ternyata daftar kontak tidak bisa dikategorikan ya? Wah, sayang…
  6. Apa lagi yaaa…

Yang pasti, teman-teman di kantor banyak yang mulai menginstall BBM di Android atau iOS mereka. Membicarakan peluang BBM merebut kue WhatsApp, Line, Kakao, dll mungkin masih terlalu dini. Tapi melihat berita bahwa sudah puluhan juta orang menginstall BBM di iOS/Android membuat kita tersadar bahwa BBM cukup dapat merebut perhatian masyarakat.

Semoga sukses BlackBerry

Memanfaatkan Tethering Android Untuk Berbagi Media

Saat ini daku memiliki beberapa piranti, yaitu BlackBerry, Smartphone Android, Tablet PC, Notebook, dan Dongle TV Android. Masing-masing punya fungsinya sendiri-sendiri walau pun secara fungsional mereka memiliki fitur yang sama. Maksudnya, semuanya bisa menampilkan foto/video, berkomunikasi, dll. Hanya saja, kadang-kadang kita perlu melihat foto atau memainkan film yang tersimpan di satu piranti di piranti lain, atau yang didownload dari notebook/tablet PC.

Saat ini daku banyak mengambil foto/video dari BlackBerry Z10 dan tentu lebih nyaman menikmatinya dari TV LED 32″ dengan bantuan Dongle TV Android. Asyik kan? Apalagi jika kita menikmatinya bersama teman atau keluarga.

Sungguh tidak praktis jika daku harus mengirim foto-foto tersebut ke Dongle TV Android. Kebetulan Dongle TV Android-ku tidak memiliki koneksi Bluetooth. Lagi pula menyalin file media yang begitu besar ke piranti lain malah memboroskan kapasitas penyimpanan. Mengirim via email atau menyimpan foto-foto tersebut di cloud? Malah jadi tambah boros bandwidth.

Untunglah daku bisa memanfaatkan fitur tethering hotspot di Android yang bisa mengkoneksikan sampai 5 piranti dalam jaringan lokal selain fungsi utama tethering sebagai pembagi koneksi internet. Daku memanfaatkan Smartphone dari Smartfren, yaitu Smartfren Andromax-i sebagai hotspot dan mengkoneksikan piranti yang lain ke hotspot ini. Untuk sharing cukup mudah karena notebook sudah terinstall Samba. Sedangkan antara piranti Android bisa memanfaatkan aplikasi File Expert yang memiliki fitur berbagi content via FTP, Wifi, DNLA, dll. Saya lebih senang menggunakan fitur FTP yang memampukan piranti Android sebagai FTP Server. Kalau mau keren bisa memanfaatkan fitur DNLA untuk memainkan video di piranti lain. Kebetulan BlackBerry Z10 telah mendukung fitur ini.

Dengan memanfaatkan fitur tethering & hotspot dari Android ini berarti daku bisa menghemat dari pembelian piranti WiFi Hotspot yang walau pun sekarang sudah cukup murah namun membuat perbendaharaan pirantiku semakin banyak. Males kan kalau kemana-mana harus menenteng banyak piranti? Lagi pula daku sedang berhemat, hehehe…

Dengan cari ini daku bisa mengintip isi masing-masing piranti dari piranti lain via berbagi content jaringan ini. Ke depannya daku ingin membangkitkan Raspberry Pi yang lama teronggok tak berdaya. Daku ingin memanfaatkan Raspberry Pi sebagai SAN/NAS (storage area network/network attached storage) yang akan menyimpan semua file media (foto, video, dll) dan siap dimainkan dari semua pirantiku yang terhubung ke hotspot. Kebetulan daku telah menyediakan sebuah harddisk external 1 TB. Untuk Raspberry Pi telah pula daku siapkan Dongle Wifi USB. Sedangkan Raspberry Pi-nya sendiri akan dikonfigurasi headless alias tanpa monitor, keyboard dan mouse. Begitu nyala langsung berfungsi sebagai SAN.

Rasanya sudah gatal ingin segera mewujudkannya. Tapi ah, liburan dulu…

SBY di BB Z10

Salah satu fitur yang saya sukai dari BlackBerry Z10 adalah keyboard touch screen-nya. Dia memiliki fitur prediksi yang bagus yang membantu kita dalam mengetik berdasarkan tata bahasa dan apa yang pernah kita ketikkan. Cukup cerdas karena Z10 akan mengingat apa yang sering kita ketik untuk seseorang. Intinya dia cukup cerdas karena bisa mengingat kata-kata yang kita ketik untuk seseorang.

Sus...

Walau pun dia bisa belajar, dia telah dibekali prediksi standard. Yang saya temui, dia bisa memberikan usulan nama orang. Mungkin Z10 telah dibekali dengan nama-nama standard yang sesuai dengan negara atau bahasa yang kita pakai. Contohnya saat saya mengetikkan “Sus”, maka Z10 menawarkan nama Susan (generik) dan yang menarik adalah “Susilo”.

Baca selebihnya »