Selamat Hari Blogger Nasional

Rupanya hari ini adalah Hari Blogger Nasional (para blogger boleh libur dong? Xixixi). Dan tidak terasa, 3 bulan lagi blog saya yang sederhana ini akan ulang tahun yang ke-10. Wow… Rupanya blog ini sudah tuwa yak?

Sejatinya saya mulai ngeblog sejak 2004 di Sisfokampus.net (Alm) dan blogger.com. Tapi sejak Januari 2005 hijrah ke platform wordpress yang rupanya tetap jaya setelah 1 dekade. Salut bagi wordpress.com!

Selamat merayakan Hari Blogger Nasional bagi para blogger Nusantara! Dan meneruskan tradisi selama 9+ tahun, jikalau ada kopdar nasional, maka saya tidak akan hadir, xixixi… Ge-er yak? Padahal juga nggak diundang.

Foto Pertama di Blog Ini

Belakangan daku lebih banyak posting foto, terlebih setelah membeli kamera DSLR. Lantas daku penasaran, mulai kapan daku memajang foto di blog ini. Lantas daku pun menelusuri balik postingan sejak dari awal (Januari 2005) untuk menemukan foto pertama.

Nampaknya foto pertama dimuat setelah daku membeli ponsel Soner K500i. Saat itu daku memajang fotoku dan Axel di sidebar. Sedangkan foto penghias artikel pertama ketemu saat daku menulis “Hari Pertama Yamaha MX-ku”. Semenjak itu banyak tulisanku yang dihias foto-foto pendukung.

Sebenarnya sebelum nge-blog pun daku sering mengambil foto-foto, hanya saja tidak di-upload. Maklum, jaman dahulu bandwidth sangat mahal dan belum punya gadget pendukung. Sekarang semua masalah tersebut mudah diatasi, jadi lebih mudah upload foto.

1.974+ Tulisan

Saat melihat dashboard WP ternyata tulisan saya sudah mencapai 1.974 tulisan. Sedikit lagi 2.000. Rupanya saya sudah banyak ndobos, xixixi…

jumlah-posting

Saya jadi terpacu untuk segera mencapai 2.000 tulisan. Kurang 26 posting lagi. Dikurangi posting ini jadi kurang 25 lagi. Tapi bingung mau nulis apa. Tadinya mau meneruskan cerita tentang Ping, tapi belum ada kontak lagi sama Ping. Hallo, apa kabar, Ping?

Batal Posting Satir Bin Nyinyir

Tadinya daku mau posting tentang “Kaderisasi Perokok” yang satir. Lha kok malah terbacanya nyinyir. Jadinya daku buang ke tong sampah. Padahal tulisannya sudah panjang. Hehehe…

Menulis secara ngasal memang mudah ya? Tapi mesti pula dipertimbangkan bagaimana perasaan pembaca. Bisa saja sih cuek dengan berasumsi kalau ada pembaca yang tidak suka, mending buruan pergi dari blog kita. Namun sebenarnya tidak bisa begitu juga. Kita perlu mempertimbangkan efek yang mungkin terjadi saat orang lain membaca tulisan kita.

Jadi memang perlu dibaca berulang-ulang sambil berpikir dampak tulisan kita sebelum menekan tombol “Terbitkan”. Apalagi di dunia internet ini apa yang pernah kita tuliskan bisa jadi tersimpan selamanya. Walau pun kita sudah menghapusnya… jejaknya masih tersimpan. Entah sampai kapan…

Ping Hacker Pink

Makan siang kami pun usai, tibalah saatnya kami membahas masalah serius. Ping mengusulkan pindah tempat ke cafe. Saya pun mengusulkan sebuah cafe di bawah. Ping pun setuju.

Saya membawakan tas Ping lagi. Serius… ada rasa antara keberatan dan malu. Selain karena tas besarnya itu memang berat, juga warnanya itu loh… “PINK”. Mendadak saya merasa feminin.

Masih belum sirna keterkejutan saya pada Ping, kini saya tambah heran dengan Ping, karena dia memesan Coffee Latte ukuran besar plus roti. Padahal kami habis makan siang dan saya masih merasa kekenyangan. Saya hanya memesan kopi Cappucino.

Cappucino, Kue dan Laptop-nya Ping
Cappucino, Kue dan Laptop-nya Ping

“Wah kayaknya enak kue-nya.” Kata Ping saat melihat Cappucino saya yang rupanya ada kuenya.

“Silakan ambil saja kalau mau.”

“Oh oke, makasih.” Dan tanpa ragu Ping mengambilnya. Hemmm… padahal dia sudah memesan roti seporsi untuk dirinya. Baiklah, saya berpikir positif, mungkin habis ini dia nge-Gym. Atau besok pagi dia jogging entah dimana untuk membakar semua makanan yang dia makan hari ini.

“Berapa jumlah visitor hari ini?” Tanya Ping sambil menikmati kue saya. Sesekali dicelupnya kue ke Latte-nya. Nampak nikmat sekali makannya. Ping menyodorkan laptop yang diambilnya dari tas kebesarannya kepada saya. Kali ini antiklimaks, soalnya laptop milik Ping warnanya hitam.

“Laptopnya hitam.” Guman saya sambil menyalakan laptop milik Ping yang diklaim produsennya sebagai laptop tertipis di dunia. Nampaknya masih baru. Arm rest-nya masih dilapis plastik. Demikian pula bagian belakang monitor masih dilapis plastik.

“Itu laptop baru saya. Baru beberapa hari. Sayangnya tidak ada yang warna pink. Laptop pink saya sudah saya hibahkan ke adik.” Jawab Ping sambil menuangkan gula cair ke kopinya.

“Owh…” Saya pun login ke administrator blog saya.

Baca selebihnya »