RTC dengan DS1307 ala Dewo

Sembari menunggu pesanan modul penerima FM datang, saya pun mencoba membuat sendiri breakout RTC (real time clock). Breakout RTC ini kalau beli di Adafruit harganya $9. Kalau bikin sendiri tentu saja jauh lebih ngirit. Tentu saja tidak terbebani ongkir juga, hehehe…

Saya mengikuti skema DS1307 yang generik. Sebenarnya ada beberapa variasi, tapi saya mengikuti standard datasheet & antarmuka ke Arduino. Ehm, saya menemukan breakout RTC DS1307 yang build-in chip EEPROM. Tambahan EEPROM ini bisa berbagi pakai dengan piranti lain. Keren sih, tapi malah jadi ruwet.

Tutorial mengenai RTC sangat gamblang diulas di: DS1307 RTC Tutorial. Hanya saja, layout pin dari breakout saya berbeda dengan produk dari Adafruit. Mestinya saya nyontek dari Adafruit saja ya? Hehehe… Tapi breakout saya bisa berjalan dengan baik juga kok. Ndak kalah dengan produk jadi dari produsen terkenal. Lha iyalah, kan komponennya sama, hehehe… (*ngeles.com*)

Desain breakout RTC DS1307 ala Dewo
Desain breakout RTC DS1307 ala Dewo

Seperti biasa, saya mendesain breakout ini dengan komponen biasa, bukan yang SMD (surface mount device). Selain karena saya belum bisa membuat SMD, juga karena supaya breakout ini mudah dibuat oleh siapa pun juga. Di bawah ini adalah desain PCB-nya. Bisa langsung dicopy ke kertas transfer atau transparansi. Jangan lupa saat nge-print skalanya 100%.

PCB, siap utk transfer paper atau transparansi
PCB, siap utk transfer paper atau transparansi

Ini dia bentuk jadinya. Don’t judge the book by it’s cover, ya? Kalau diledekin tampilannya karena sederhana sih ngga apa-apa. Tapi jangan ragukan performanya (*hayaaaah*)

PCB satunya itu cadangan
PCB satunya itu cadangan
Breakout RTC DS1307 ala Dewo
Breakout RTC DS1307 ala Dewo

Saya tidak membuat program sendiri untuk mengetest breakout ini. Saya langsung menggunakan program dari Ladyada yang bisa disalin di: DS1307 RTC Tutorial. Di bawah ini adalah screenshot dari uji coba breakout RTC dgn DS1307 ala Dewo.

Test breakout RTC DS1307
Test breakout RTC DS1307

Test berjalan dengan lancar. Breakout terbukti berfungsi dengan baik. Tinggal nunggu modul FM Receiver nih, baru kemudian bikin jam digital plus radio FM.

Dapat Pesanan Desain

Wah senengnya saat dapat pesanan desain dari teman. Pesanan berupa jam dengan alarm radio. Kelihatannya sederhana karena di pasaran kan banyak produk serupa. Bahkan bentuknya mini dan bagus.

Ternyata mendesainnya sulit loh! Setelah sepanjang weekend belajar banyak dari internet, rupanya proyek ini melibatkan banyak subsistem yang kompleks. Sebut saja MCU (microcontroller unit), RTC (real time clock), display (kayaknya paling mudah pakai LCD Display dari pada matrix display), modul radio FM, power regulator (5 & 3 volt), dan lain-lain. Apalagi saya ingin menambahkan sensor suhu, jadinya tambah kompleks, hehehe…

Hasil belajar, ternyata paling sulit dari beberapa subsistem di atas adalah modul radio FM. Tentu saja ini bukan sekedar radio FM yang biasa dibuat untuk praktek elektronika anak sekolah. Ini adalah radio digital yang bisa scanning frekuensi dan menyimpan beberapa channel ke memori. Ditambah fasilitas RDS atau RBDS sehingga pengguna bisa tahu nama stasiun radio, nama acara, judul lagu dan penyanyi, dan info-info lain yang di-broadcast oleh stasiun radio secara digital.

Asli, puyeng belajarnya. Untunglah punya teman yang bekerja di sebuah perusahaan elektro terkenal jadi bisa banyak konsultasi. Dari beberapa pilihan chip radio, pilihan mengerucut ke chip Si4703 dari Silabs (Silicon Labs). Semua kebutuhan akan fitur penerima radio terpenuhi. Hanya saja chip ini bentuknya SMD (surface mount device) yang mana selama ini selalu saya hindari. Sekedar info, komponen SMD ini bentuk kecil banget. Komponen SMD langsung disolder ke permukaan board. Si4703 memiliki bentuk SMD yang sama sekali tidak punya kaki. Pin-nya cuma berupa kontak di body-nya. Memegangnya dengan tangan saja sudah sulit, apalagi menyoldernya? Maklum, faktor usia juga sih. Kebanyakan komponen SMD ini dirakit menggunakan mesin dengan tingkat presisi yang tinggi. Kalau pun mau merakit sendiri, diperlukan kaca pembesar dan pinset. Hiks…

Hampir saja menyerah dan memilih menggunakan desain penerima FM sederhana seperti layaknya praktikum sekolah. Tapi kok tidak elegan jadinya. Bisa jadi kebanting sama MCU dan display.

Syukurlah saya menemukan breakout chip ini. Breakout adalah board suatu modul terpisah dengan fungsi khusus yang bisa dengan mudah diintegrasikan dengan modul utama. Sebuah breakout telah menambahkan komponen eksternal suatu chip sehingga bisa langsung berfungsi. Yang lebih menyenangkan, breakout board memiliki ukuran yang user-friendly, ehm, opreker-friendly tepatnya.

Dan lebih beruntung karena breakout ini menggunakan Si4703 sesuai dengan rekomendasi teman. Pilihan breakout penerima FM lain juga ada sih, seperti breakout yang menggunakan TEA5767, Si4735, AR1010, TDA7000, RDA5807SS, dll. Sebagian dari chip tersebut sudah discontinued dan telah digantikan dengan produk baru yang lebih canggih. Sayangnya belum tersedia breakout-nya.

Penemuan ini membuat semangat ngoprek menggelora lagi. Hanya saja breakout penerima FM ini termasuk mahal. Ah, untung saja ada kartu kredit, hehehe…