Bingung Memilih Platform

Seorang teman meminta didesainkan sebuah sistem antrian. Masalahnya, sekarang platform yang tersedia banyak. Ini yang membuat kita jadi bingung menentukan mau pakai platform apa dan apakah platform tersebut efisien dari segi biaya?

Contohnya ya sistem antrian ini, opsinya bisa pakai PC biasa yang mahal; pakai Raspberry Pi yang lebih murah; pakai dongle Android yang praktis; atau murni mendesain elektronikanya? Masalahnya adalah harus pas antara biaya, kemudahan dan kehandalan. Seperti sebuah segitiga, ketiga faktor tadi ada di setiap sudut segitiga. Ketika kita mengedepankan kehandalan dan kemudahan, maka biaya akan jadi mahal. Atau ketika ketika memilih murah tapi handal, biasanya untuk mengembangkannya jadi sangat sulit. Namun memilih platform yang mudah dengan biaya murah biasanya kurang handal.

     Biaya --- Handal
       \         /
        \       /
         \     /
          Mudah

Tapi sebenarnya ada solusi lebih baik, yaitu mencampurkannya. Ada beberapa bagian menggunakan Raspberry Pi, bagian lain Dongle Android, dan yang membutuhkan komputasi dan penyimpanan besar bisa menggunakan PC biasa. Oh iya, sebagian lagi pakai Wemos D1 Mini.

Begitulah kira-kira.

Iklan

Anda Pemarah?

Melihat situasi kondisi belakangan ini, nampaknya masyarakat kita itu mudah sekali marah. Sedikit-sedikit marah, sedikit-dikit marah, hingga akhirnya jadi marah berjemaah.

Saya jadi ingat nasehat teman lama tentang kemarahan. Suatu saat dia bertanya kepada saya bagaimana caranya menangkap kepiting? Bagi saya, kepiting besar dengan sepasang capit kuatnya adalah mengerikan. Terbayang kan sakitnya jika sampai tangan terjepit capit besarnya? Melihatnya saja sudah ngeri, apalagi disuruh menangkapnya? Hiii…

(Gambar diambil dari Wikipedia)
(Gambar diambil dari Wikipedia)

Teman saya cuma bilang, gampang kok cara menangkapnya! Saya pun penasaran bertanya bagaimana caranya.

Rupanya caranya mudah. Begini kata teman saya, ambil tongkat dan ganggu kepiting tersebut sampai dia marah. Ketika kepiting tersebut marah, dia akan mencapit tongkat dengan sangat kuatnya dan tidak akan melepaskannya. Yang kita lakukan kemudian terserah kita. Angkat tongkat tersebut dan masukkan ke kuali dan masak saja kepiting tersebut. Jadilah kepiting itu santapan nikmat.

Teman-teman… membuat marah orang itu ternyata gampang juga loooh… Dan ketika sudah marah, terserah Anda…

Upload Foto-foto

Belakangan saya banyak posting foto-foto, maklum baru belajar fotografi. Tentu dengan meng-upload foto-foto bisa jadi dapat masukan dari pembaca. Sayangnya kendala terbesar upload foto ini adalah lambatnya koneksi internet. Sudah beberapa minggu ini beberapa koneksi yang kami pakai bermasalah. Koneksi selular juga sedang lambat-lambatnya. Mungkin karena sedang masa Pemilu ya?

Saking lambatnya, saya harus mencoba meng-upload 1 foto sampai berkali-kali dan seringnya gagal. Hingga akhirnya saya perlu memperkecil foto sampai ukuran 1024×768 atau 1024×678 (rasio dari file DSLR). Karena resolusi diperkecil, tentu detail pada foto juga banyak yang hilang, hiks…

Yowis gapapa, yang penting file ukuran aslinya masih tersimpan di harddisk. Mungkin suatu saat di-upload ke flickr atau Picasa.

Work Hard, Smart or Fun?

Dulu seringkali kita diberi nasehat orang tua untuk bekerja keras dan tekun untuk meniti karir. Mungkin bisa disebut itulah Work Hard. Namun di era modern seringkali pula kita dituntut untuk tidak hanya kerja keras, namun kerja cerdas alias work smart. Dimana kita harus bisa bekerja dengan efektif tapi juga efisien.

Tapi di antara itu semua, nampaknya paling asyik jika kita bisa kerja yang menyenangkan, alias work fun. Apa yang kita kerjakan bisa menyenangkan diri kita sendiri dan juga orang lain. Tidak mesti pekerjaan di bidang hiburan sih. Bisa di semua bidang. Namun kita bisa bekerja dengan hati senang dan menciptakan kesenangan juga bagi rekan kerja. Jika bisa demikian, idealnya pekerjaan bisa lebih efektif & efisien karena kita bisa bekerja dengan passion.

Ah seandainya bisa seideal itu. Tapi mesti dimulai dari diri kita sendiri dengan menyenangi apa pun pekerjaan kita.

Makan Besar Yang Kecil

Kemarin siang mau makan siang ternyata kantin penuh sesak. Akhirnya kami ngabur ke sebuah mini market di sebelah Rumah Sakit. Ternyata ada makanan instant beberapa rasa. Daku nyobain Nasi Ayam Lada Hitam, sedangkan teman makan Nasi Kare Ayam. Cara membuatnya cukup dipanaskan di microwave selama 4 menit.

Makanan Besar Yang Kecil
Makanan Besar Yang Kecil

Ternyata enak loh. Rasanya nendang. Bumbunya maknyus. Sayang porsinya kecil, tidak mengenyangkan. Cuma nasi setara sepertiga piring dan daging secukupnya.

Sayangnya makanan berjejeluk “Take Away Cafe” ini hanya tersedia di jaringan mini market tertentu. Asyiknya mini market ini sudah seperti cafe beneran karena menyediakan tempat sekedarnya untuk pengunjung bersantai. Selain menyediakan kopi dan juice, tersedia pula makanan instan berbagai menu.

Bagaimana Mengawali Harimu

Bagaimana mengawali hari ini adalah murni sebuah keputusan. Apakah saya akan mengawalinya dengan buruk atau dengan baik. Saya yakin semua orang menginginkan hal yang sama, yaitu hari yang baik. Sayangnya keadaan tidak selalu berpihak kepada kita.

Seperti yang saya awali pagi ini. Ketika pagi ini saya harus sedikit mepet berangkat ke kantor karena pekerjaan rumah tangga. Sayangnya saya menjumpai mobil saya ditutupi oleh sebuah mobil yang parkir paralel dan ternyata di-rem tangan. Saya tidak bisa mendorongnya.

Ada emosi yang meluap di hati, saya pun segera lapor ke satpam. Syukurlah satpam segera bertindak dan tidak melakukan provokasi apa pun sehingga emosi saya terjaga untuk tidak tersulut lebih lanjut.

Read More »