Ada 10 Alasan Saya Menyukai CHIP dan 1 Alasan Untuk Membencinya

Ketika C.H.I.P kampanye di Kicstarter pada Mei 2015, menurut saya itu sebuah SBC yang sangat keren. Walau pun tidak lebih hebat dari Raspberry Pi, tapi dia lebih kecil dan siap dioprek. Jadi saya pun memantau perkembangan kampanyenya di Kickstarter. Barulah pada bulan Februari 2016 saya memesannya. Walau pun kemudian baru menerimanya November 2016. Lama banget ya?

Namun begitu, bagi saya CHIP ini sangat menyenangkan. Saya punya 10 alasan untuk menyukai CHIP ini, yaitu:

  1. Kecil. Pada tahun 2015 belum banyak SBC yang punya form factor sekecil ini. Bahkan saat itu Rasberry Pi Zero belum lahir (Raspi Zero baru launching bulan Nov 2015).
  2. Header Female. Tidak seperti keluarga Raspberry Pi dan para penirunya, CHIP datang dengan header female. Bagi pengoprek Arduino tentu sangat senang mendapati header seperti ini, karena tinggal colok kabel jumper. Shield untuk CHIP akan menancap sangat kokoh, berbeda dengan HAT/pHAT di Raspi yang harus dibaut.
  3. Tulisan di header. Di header CHIP ada label nama pin. Kalau Arduino label tertulis di board, kalau CHIP tertulis di header-nya langsung. Sedangkan keluarga Raspberry Pi tidak ada tulisannya sama sekali.
  4. Punya pin lengkap. Lihat saja header-nya yang sampai 2 deret. Sebagian bahkan didedikasikan untuk koneksi ke LCD. Pin i2c bahkan punya 2 set. Tidak ketinggalan 1 buah pin analog. Masih kurang? CHIP memiliki IO expander yang menambahkan 8 pin digital tambahan yang bahkan punya fitur interrupt/edge. Oh iya, speaker juga disediakan pin-nya. Lengkap ya?
  5. Punya controller battery. Menurut saya ini keren banget. Artinya CHIP siap ditenagai baterai. Kontroler ini cukup lengkap fiturnya, dari deteksi keberadaan baterai, tegangan baterai, pemakaian arus, arus pengisian dan suhu sistem. Walau pun sudah ada proteksi pengisian, kita bisa membuat program untuk proteksi sendiri. Pengisian baterai bisa dilakukan dengan menyambungkan CHIP ke charger via port Micro USB.
  6. Sudah ada Wifi + Bluetooth. Dengan bentuknya yang kecil, CHIP sudah dibekali Wifi versi b/g/n & Bluetooth 4.0. Bahkan Raspberry Pi Zero versi awal yang datang belakangan tidak memiliki Wifi & Bluetooth build-in. Barulah kemudian versi revisinya Raspi Zero sudah menambahkan Wifi & Bluetooth.
  7. Sudah punya storage build-in dan OS. Pada versi awal besarnya storage 4 GB. Sedangkan produksi berikutnya menggunakan NAND Flash Toshiba sebesar 8 GB. Hiks… saya dapat yang 4 GB.
  8. Flasher berbasis web. Kalau OS di CHIP rusak, atau jika Anda ingin mengganti OS-nya, maka CHIP menyediakan flasher OS berbasis web. Cara nge-flash-nya juga gampang, sudah ada petunjuk yang jelas. (CHIP Flasher).
  9. Murah $9. Untuk mendapatkannya, Anda cukup merogoh kocek $9. Jika dibandingkan Arduino, tentu jadinya sangat murah kalau dilihat dari price to performace ratio.
  10. Tersedia aksesoris resmi. Sebut saja adapter VGA, adapter HDMI, Pico-8, dll. Kalau mau, Anda bisa membeli board & display untuk membuat PocketCHIP sendiri.

Baca selebihnya »

The Eyes with CHIP

The Eyes was inspired from an Arduino Project by Paco SG. This is a similar program with CHIP and CHIPOLED Shield. I made the eyes can be controlled with buttons.

The inspiration comes from: Paco SG > Arduino Projects.

Here is my own version of code:

#!/usr/bin/python

import os
import sys
import CHIP_IO.GPIO as GPIO
import time
import threading

from luma.core.interface.serial import i2c
from luma.core.render import canvas
from luma.oled.device import ssd1306

serial = i2c(port=1, address=0x3C)
device = ssd1306(serial, rotate=0)

_kanan = "XIO-P7"
_kiri  = "XIO-P4"
_atas  = "XIO-P5"
_bawah = "XIO-P6"
_mati  = "XIO-P3"

GPIO.setup(_kanan, GPIO.IN, pull_up_down=GPIO.PUD_UP)
GPIO.setup(_kiri,  GPIO.IN, pull_up_down=GPIO.PUD_UP)
GPIO.setup(_atas,  GPIO.IN, pull_up_down=GPIO.PUD_UP)
GPIO.setup(_bawah, GPIO.IN, pull_up_down=GPIO.PUD_UP)
GPIO.setup(_mati,  GPIO.IN, pull_up_down=GPIO.PUD_UP)

maxtinggi = device.height/2
xtengah = device.width/2
ytengah = device.height/2
delta = 5
pos = 0
besar = True

def kedip():
    with canvas(device) as draw:
      draw.rectangle((0, 30, 60, 34), outline="black", fill="white")
      draw.rectangle((62, 30, 127, 34), outline="black", fill="white")
    time.sleep(0.001)

def kedipin() :
    global pos
    threading.Timer(5, kedipin).start()
    kedip()
    lihat(pos)

def lihat(pos) :
    with canvas(device) as draw:
      tinggi = device.height/2
      lebar = device.width/2
      if pos <= 0 :
        draw.ellipse((xtengah-maxlebar-(pos*delta), ytengah-maxtinggi-(pos*delta), xtengah+(pos*delta), yteng$
        draw.ellipse((xtengah+(pos*delta), ytengah-maxtinggi, xtengah+maxlebar+(pos*delta), ytengah+maxtinggi$
      else :
        draw.ellipse((xtengah-maxlebar+(pos*delta), ytengah-maxtinggi, xtengah+(pos*delta), ytengah+maxtinggi$
        draw.ellipse((xtengah+(pos*delta), ytengah-maxtinggi+(pos*delta), xtengah+maxlebar-(pos*delta), yteng$

      if not besar :
        draw.polygon([(0, 0), (xtengah+(pos*delta), ytengah), (device.width, 0)], outline="black", fill="blac$
      #draw.ellipse((0, 0, lebar, tinggi+tinggi), outline="black", fill="white")
      #draw.ellipse((lebar, 0, lebar*2, tinggi+tinggi), outline="black", fill="white")

lihat(0)
kedipin()

while True:
  if GPIO.input(_kiri) == 0 :
    pos -= 1
    if pos < -3 : pos = 0 lihat(pos) if GPIO.input(_kanan) == 0 : pos += 1 if pos > 3 :
      pos = 0
    lihat(pos)

  if GPIO.input(_bawah) == 0 :
    kedip()
    lihat(pos)

  if GPIO.input(_atas) == 0 :
    besar = not besar
    lihat(pos)

  time.sleep(0.05)

device.clear()
GPIO.cleanup()

This code also available on github: Github / The Eyes with CHIP

Nama-nama Unik Radio Streaming di Indonesia

Saat saya hunting URL radio-radio streaming di Indonesia di Online Radio Box, saya menemukan beberapa nama yang unik, berbeda dengan yang lain. Ada beberapa yang saya tambahkan di daftar channel di CHIPOLED Radio Internet, tapi kebanyakan tidak. Berikut adalah beberapa nama radio streaming yang menurut saya unik:

  1. Dengerin Musik Indonesia (DMI), http://stream.denger.in:8000/stream?1475311447299.aac
  2. Retjo Buntung (arti: arca buntung), Jogjakarta, http://usa.jogjastreamers.com:8000/rbfm456789stereo?
  3. Angling Darma FM, http://s4.vinhostmedia.com:8000/adfm?
  4. Bens Radio (Logonya seperti wajah Benyamin S), http://175.103.58.72:8000/;
  5. Radio Bass, http://online.radiobassfm.com:8000/bassfm
  6. Ragasakti FM, http://live4.rs3fm.com:8000/rs3?
  7. Distorsi Jiwa Radio, http://djr.onlivestreaming.net:9696/stream?
  8. Itjen Kemdikbud Radio, http://118.98.232.108:8000/;
  9. Rasika Sragentina, http://stream.suararadio.com:8000/rasikafm_stereo
  10. Radio Suka-suka, http://s9.viastreaming.net:7060/;
  11. Nyoklat Klasik Radio, http://45.64.97.82:8282/;stream.nsv
  12. Hanacaraka FM, http://103.28.148.18:9000/;
  13. Piss Radio, http://stream.suararadio.com:8000/ciamis_pissfm_mono
  14. Radio Belakang Tomang, http://78.129.224.15/records/radiouser2971942/record.mp3
  15. Radio Jreng, http://radiojreng.myradio.web.id:8888/radiojreng.aac?

Tuh kan unik-unik? Apalagi Radio Jreng, jadi membayangkan penyiarnya membawa gitar dan genjreng gitarnya, jreeeng… hehehe…

CHIP OLED Radio Internet (versi 3) | Vlog

Ini masih membahas CHIP OLED Shield untuk C.H.I.P. Kali ini adalah contoh aplikasinya. Dan lagi-lagi saya membuat Radio. Bahkan ini berarti versi ke-3 untuk radio internet CHIP (baca: C.H.I.P Radio Internet versi 2). Ini karena saya menggunakan CHIP yang sama saat saya ngoprek radio internet sebelumnya.

Hanya saja, kali ini saya melakukan beberapa perbaikan, yaitu:

  1. Yang pertama sangat jelas, saya menggunakan CHIPOLED Shield. Yang berarti saya menggunakan display OLED mungil namun sangat jelas tampilannya dan hemat dayanya.
  2. Karena menggunakan CHIPOLED Shield, maka saya leluasa membuat kontrol untuk radio karena shield ini sudah dibekali dengan 5 buah tombol.
  3. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan library vlc, untuk engine streaming kali ini saya menggunakan mpd/mpc. Terus terang saya mencontek cara yang digunakan oleh piradio.

Berikut adalah video-nya:

Baca selebihnya »

Testing CHIP OLED Shield | Vlog

Kalau kemarin saya bercerita tentang latar belakang CHIP OLED Shield dan bagaimana membuatnya, maka kali ini saya akan mencoba apakah shield Chipoled ini berhasil atau gagal. Kemarin saya baru mencoba fungsionalitas display OLED-nya. Walau pun cuma 0.96 inchi, tetapi display ini bagus. Selain sangat jernih dan kontras, display ini lebih hemat energi dibanding display non-OLED.

Dalam shield ini saya cuma membuat 5 tombol. Tadinya mau membuat 6 tombol, tetapi karena ruang terbatas dan demi kerapian tata-letak, maka saya cuma membuat 5 tombol. Di bawah ini adalah video testing CHIP OLED Shield ini:

Baca selebihnya »