Mengganti String Gitar

Semenjak punya Gitar Pendiam (Yamaha Silent Guitar), saya jadi belajar main gitar lagi. Sayangnya string Si Gitar Pendiam yang bawaan toko itu berkarat karena lama dipajang di toko. Bikin sakit jari, sulit tuning-nya dan suaranya jadi tidak enak. Lalu saya mencoba main dengan gitar lama, yaitu Cort X-6. Lha kok kemudian string-nya putus ketika sedang saya tune. Sepertinya memang sudah lama sekali string ini terpasang.

Sebenarnya saat beli Gitar Pendiam diberi bonus string D’Angelo. Tapi kok sepertinya kurang yakin. Jadilah saya membeli 2 set string, tapi berlainan merk, yaitu Elixir dan d’Addario. Elixir akan saya pasang di Gitar Pendiam, sedangkan d’Addario di Cort. Dulu saat beli Cort memang bawaan string-nya d’Addario. Cocok.

Sebenarnya saya tidak tahu mana yang terbaik, secara saya main gitar cuma buat main-main saja sekedar menghilangkan kebosanan. Dan konon merk string gitar cukup baik (atau terbaik?) ya dua ini, Elixir dan d’Addario.

Yamaha Silent Guitar & Elixir
Yamaha Silent Guitar & Elixir

Mengganti string di Gitar Pendiam termasuk mudah. Tidak diperlukan tools khusus, cukup tang potong saja untuk memotong string.

Cort & D'Addario
Cort & D’Addario

Dua hari setelah mengganti string Gitar Pendiam saya berniat mengganti string Cort. String lama sudah saya lepas dan bridge floyd rose sudah saya lepas. Sayangnya saya lupa satu hal, yaitu harus berhati-hati karena di bridge ada bantalan besi penjepit string yang bisa terlepas dan hilang. Saat saya mau bersihkan bagian bawah floyd rose bantalan ini jatuh dua. Yang satu berhasil ditemukan, sedangkan satunya hilang. Sudah saya cari di lantai tapi tidak ditemukan. Hiks…

Ompong deh jadinya, hiks...
Ompong deh jadinya, hiks…

Tadi cari-cari di tokol (toko online) ternyata ada yang jual set saddle. Jadi lega sih… itu artinya saya tidak perlu beli 1 set bridge floyd rose. Tapi 1 set saddle ini harganya 55.000. Yang artinya kalau beli 6 set harus keluar uang 330.000. Padahal harga 1 set lengkap bridge Floyd Rose harganya 350.000. Itu sudah termasuk 3 per dan 3 pengunci di neck. Apa perlu beli sekalian set lengkap floyd rose ya? Hahaha…

Patah

Kemarin daku memainkan gitar yang rasanya sudah seabad tidak kupakai. Ketika kuputar volume dan tone, kok kedua knob ini tidak bisa diputar? Sedikit kupaksa knob volume bisa berputar. Tapi ketika kucoba memutar knob tone, knob sama sekali tidak bisa kuputar. Penasaran, daku sedikit memaksanya untuk bisa berputar.

Knob patah
Knob patah

Tapi kemudian dia patah. Whoaaa… Knob tone ini selain untuk mengatur tone, dia juga berfungsi sebagai aktif/non-aktif pick up humbucker. Jadi pick up humbucker bisa hanya aktif 1 pick up saja, alias jadi single pickup. Karakter suara gitar jadi berubah.

Sayangnya kini dia patah. Daku harus mencari komponennya. Dan rasanya tidak mudah, karena selain potensiometer, dia juga punya switch selector. Semoga saja dapat komponennya. Hiks…

~~~
Update: Horeee… Nemu skematik-nya gitar-gitar Cort: Cort Guitar Schematics. Download skematik Cort X-6 di: X-6 SM (2009)

Boros Nge-GAS

Niatnya sih mengantar Bro Yus lihat-lihat gitar, untuk mencoba playability beberapa merek gitar sekalian survey harga-harga gitar dan aksesorisnya. Perjalanan dimulai dari Toko Musik Yamaha yang berada di mall Karawaci. Tidak lupa membandingkan merek dan harga-harganya di Gramedia yang kebetulan juga ada di situ.

Namun melihat gitar-gitar keren dan mencoba-cobanya membuat hati ini tergoda. Seandainya saja tidak ingat anak-istri, tentu daku sudah memboyong sebuah Yamaha RGX A2. Padahal sebenarnya yang mau beli gitar adalah Bro Yus. Hahaha…

Nyaris memboyong Yamaha RGX A2. Yg warna putih keren loh!
Nyaris memboyong Yamaha RGX A2. Yg warna putih keren loh! Diskon lagi...

Syukurlah hati ini bisa ditahan, walau pun pada akhirnya beli macem-macem juga. Kalau Bro Yus membawa pulang gitar akustik Yamaha & tasnya, maka daku memboyong Gig Bag Yamaha plus tuner digital merk FZONE FT-90 yang bisa digunakan untuk gitar & bass, baik untuk yang akustik mau pun elektrik. Kebetulan harganya cukup murah.

Hem… niatnya sih ngirit dengan ngerem pengeluaran, tapi akhirnya nge-GAS juga. Padahal daku pagi harinya baru saja memesan AmPlug AC30. Boros banget yak? Gara-gara virus GAS nih.

Merakit Gitar Elektrik

Malam ini daku dan Bro Yus mencoba membangkitkan kembali bangkai gitar elektrik Yamaha SE 211 yang telah lama terburai-burai. Kebetulan dengan kebaikan hatinya Bro Yus berhasil mencarikan baut pengganti yang hilang. Hore…

Namun merakitnya lagi bukanlah perkara yang mudah. Pertama tentu menyambungkan kembali neck dengan body-nya. Dilanjut menyolder kabel yang putus dari pickup ke switch dan socket. Kemudian merakit komponen elektronik tersebut ke pick guard. Barulah memasang pickup ke body. Rada sulit ngepasinnya. Sudah begitu bautnya sudah pada karatan. Kayaknya harus ganti.

Baca selebihnya »

Gitar Idaman Lain (GIL)

Walau pun daku ngga jago main gitar, tapi boleh dong kalau mengangankan gitar keren? Kan yang penting penampilan. Masalah permainan nomer sekian. Hehehe…

Kalau saat ini sudah punya gitar Yamaha SE211 (yang terburai) dan Cort X-6 dan sebenarnya sudah cukup puas menggunakannya, namun rasanya kok bakal asyik banget jika bisa menenteng gitar idaman. Seperti apa sih gitar idamanku? Ini dia: Steinberger DEMON. Keren tho? Kesannya sangar & kuat. Cocok banget buat ber-heavy metal.

Steinberger Demon

Pengen beli, tapi kayaknya kok mahal banget ya?