Akhirnya Berhasil Menjual di Kaskus

Sebelumnya daku hanya sebagai penggembira dan pembeli setia di kaskus. Namun hari Sabtu kemarin (16/01/2010) daku sangat bergembira karena berhasil menjual di kaskus. Hihihi… ndeso ya? Baru berhasil menjual 1 saja sudah hepi banget.

Walau pun baru 1 keberhasilanku dalam menjual di kaskus, namun nilainya cukup besar. Paling tidak yang terbesar yang pernah kutransaksikan di Kaskus. Karena daku berhasil menjual Daihatsu Taruna-ku. Hiks… akhirnya daku berpisah dengan tunggangan yang telah setia menemaniku kemana saja, termasuk mudik ke Semarang.

Tapi tetap membuatku bersemangat karena agenda selanjutnya adalah mencari penggantinya. Happy hunting…

Mogok Marsogok

Hihihi… judulnya adalah plesetan dari iklan “So good marsogood” atau bisa juga “top markotop.”

Ceritanya adalah saat daku pulang dari Bekasi. Sejak pagi daku memang dolan ke Bekasi. Sempat makan-makan bareng keluarga juga. Tapi karena ternyata makanannya kurang enak, maka tidak daku review. Hehehe… sorry.

Pulangnya sore jam 16an. Perjalanan diwarnai hujan lebat. Namun tiba-tiba di Cikokol Si Taruni Berkonde berulah. Mesin tiba-tiba mati. Untung masih ada daya dorongnya sehingga daku masih bisa mengarahkan mobil ke pinggir. Padahal hujan lebat banget. Hiks…

Baca selebihnya »

Oli-nya Gratis?

Ceritanya kemarin Si Taruni Berkonde masuk bengkel untuk servis radiator yang bocor. Sekalian ganti oli mesin + filter, dan dilanjut ganti oli persneling dan gardan.

Cerita belum usai ketika semua urusan bengkel selesai, ternyata sesampai di rumah daku baru menyadari kalau oli mesin belum masuk di komponen tagihan. Jadi daku belum membayar oli mesinnya.

Pengennya sih daku mbalik lagi ke bengkel tersebut dan membayar oli mesinnya, tapi sudah kemaleman. Namun sisi lainku berkata bahwa itu kesalahan bengkel karena lalai dengan tidak memasukkan oli mesin di tagihan. Di samping itu karena bulan ini pengeluaran terencana-ku sedang banyak-banyaknya. Apalagi servis radiator dan lain-lainnya termasuk mahal juga. Hiks…

Tapi seharusnya itu bukan excuse ya? Ya sudah, mending besok pagi mbalik ke bengkel dan membayar kekurangannya. Tapi dengan catatan: kalau ingat dan sempat. Hihihi… dasar ngga niat.

~~~
Update (03/07/09): Pagi ini sudah mampir ke bengkel dan membayar oli-nya. Pihak bengkel malah tidak tahu kalau oli-nya belum ditagihkan. Hihihi… Setelah itu nyetel kabel kopling. Yang ini sih memang gratis. Hihihi…

Mogok Pertama Skywave

Setelah kurang lebih 4 hari tidak digunakan, rupanya Skywave-ku ngambek. Pagi ini tidak bisa di-starter. Starter elektrik tidak mampu menyalakan mesin. Mungkin aki tidak kuat ngangkat motor starter. Tapi kok lampu rem masih bisa nyala terang ya?

Alhasil daku ngengkol sambil dongkol sampe gempor. Dan tidak mau nyala juga. Satpam yang baik hati, tidak sombong & gemar menabung pun sudah membantu diriku ngengkol sampai menyerah karena Skywave ngambek tidak mau nyala. Tanya Bos Mbel dan dijawab untuk mengengkol, padahal daku sudah sampe gempor ngengkolnya. Akhirnya saran pamungkas dilontarkan: “dibawa ke bengkel.” Hiks…

Punya motor matic memang agak sedikit repot, terutama kalau ada masalah seperti yang daku alami ini. Terutama karena tidak bisa di-starter model gelinding atau didorong. Belum lagi kalau ada masalah dengan ban belakang yang untuk membongkarnya pun perlu kunci L yang kadang kala tukang tambal ban tidak punya. Tapi kalau tidak ada masalah pakai motor matik asyik kok. Hehehe…

Ya sudah, terpaksa hari ini daku ke kantor naik Taruni dan kutinggalkan Skywave tergolek merana. Lagian kok ya pake acara ngambek tho? Secara baru beberapa bulan gitu loh! Masak harus beli aki baru? Ada cara lain yang praktis selain pergi ke bengkel atau beli aki baru gak ya?