Page One di Google Search

Tampak Depan
Tampak Depan

Tadi daku membuat posting iklan untuk menjual mobil kesayangan kami di website Studewo.com. Setelah itu iseng googling dengan keyword “Dijual Daihatsu Xenia Li Deluxe”, ternyata iklanku mejeng di halaman pertama hasil pencarian google. Kalau di Kaskus istilahnya adalah pekiwan (adaptasi dari page one).

authority

Lebih lanjut, di hasil pencarian sudah muncul foto profile-ku (xixixi)… Asyik kan? Silakan kunjungi iklan mobil kami di: “Dijual Daihatsu Xenia Li Deluxe Merah Maroon 2010 Tangan Pertama”.

Salam…

Iklan

Menghitung Ulang Konsumsi Bahan Bakar Marooney

Pulang dari liburan daku memakai Marooney. Rada penasaran dengan konsumsi bbm Marooney yg kalah irit dengan Mbak Vega, maka daku pun menghitung ulang konsumsi bbm Marooney. Caranya masih sama dengan sebelumnya, bensin diisi full dan trip meter dinolkan. Saat isi bensin lagi dicatat jarak tempuhnya dan jumlah pengisian bensin full.

Tercatat jarak tempuh 421.6 km dan pengisian full berikutnya Rp 118,282. Dan berikut adalah biaya per km-nya:

Rp 118,282 / 421.6 km = Rp 280.555/km

Nah loh, catatan Marooney kali lebih baik dari sebelumnya dan bahkan lebih baik dari pada catatan Mbak Vega. Sedangkan rasio konsumsinya adalah dengan pengisian full Rp 118,282 yg berarti 26.285 liter:

421.6 km / 26.285 liter = 16.04 km/liter

Horeeee Marooney mengalahkan rekor pengiritan melawan Mbak Vega. Hasil yg baik ini karena daku mengendara sendiri tanpa beban berlebih. Maklum, Marooney yg kapasitas mesinnya kecil cenderung jadi boros kalau memuat beban berat.

Hasil perhitungan ini juga sarana berlatih untuk mengemudi irit. Tahu sendiri kan kalau bentar lagi harga bbm naik?

Menghitung Konsumsi BBM Mbak Vega

Kalau tempo hari daku menghitung konsumsi bbm Marooney, hari ini pada kesempatan mudik daku menyempatkan diri menghitung konsumsi bbm Mbak Vega (Greyi). Kali ini daku sendirian mudiknya. Metode penghitungan masih sama seperti saat menghitung konsumsi Marooney.

Saat pengisian penuh kedua, trip meter menunjukkan angka 313.6 km. Sedangkan pengisian penuh tercatat Rp 91,010. Jadi biaya per kilometer adalah:

Rp 91,010 / 313.6 km = Rp 290.21/km

Jika dihitung, maka pengisian bbm adalah sebanyak 91,010 / 4,500 = 20.22444 liter. Jadi rasio konsumsi bbm Mbak Vega adalah:

313.6 km / 20.22444 liter = 15.50599 km/liter

Rupanya cukup mencengangkan hasilnya. Mbak Vega rupanya irit ya? Malahan mengalahkan iritnya Marooney yang membukukan hitungan biaya per km yang besarnya Rp 318.97/km dengan rasio konsumsi bbm 14.1 km/liter. Memang sih, saat itu Marooney terisi penumpang sekeluarga, sedangkan hari ini cuma daku yang menumpang Mbak Vega. Dari kapasitas mesin juga beda, Marooney 1000cc 3 silinder, sedangkan Mbak Vega 1500cc 4 silinder. Mungkin karena Marooney bongsor dan Mbak Vega mungil sehingga Mbak Vega bisa lebih efisien konsumsi bbm-nya. Jadi tidak bisa dibandingkan langsung. Tapi lumayanlah bisa punya catatan efisiensi ke-2 mobil kami.

Menghitung Konsumsi Bahan Bakar Marooney

Saat mudik ke Semarang kemarin daku menyempatkan diri menghitung konsumsi bahan bakar Marooney (Daihatsu Xenia 1000 cc) yang telah setia menemani kami. Cara menghitungnya mengikuti petunjuk dari Tabloid Otomotif, yaitu isi bensin sampai penuh, 0-kan tripmeter, mulai perjalanan, dan catat jarak tempuh saat akan isi ulang bensin. Isi ulang bensin harus penuh juga & dihitung berapa jumlahnya. Barulah konsumsi bbm bisa dihitung.

Kami berangkat dengan beban cukup banyak karena memboyong istri, 2 anak & 1 pembantu. Total 5 orang ditambah barang bawaan seabrek. Tahu sendiri kan kalau sama keluarga itu bawaannya bagaimana? Hehehe…

Perjalanan santai saja. Tidak gas-gasan, safety driving (xixixi… padahal belum pernah kursus safety driving) dan defensif. Intinya santai sajalah. Sempat beberapa kali berhenti untuk ke toilet tanpa mematikan mesin. Istirahat makan 2 kali. Puji Tuhan perjalanan lancar dan tidak pake macet. Ups, kena macet lumayan saat akan masuk Semarang. Tapi kemacetan ini terjadi setelah pengisian bensin, jadi tidak berdampak dalam penghitungan.

Hasilnya bagaimana? Saat mengisi ulang tercatat pengisian Rp 148,000 dan jarak tempuh 464 km. Dari sini bisa kita hitung biaya per km-nya:

Rp 148,000 / 464 km = Rp 318.97/km

Rp 148,000 itu berarti terisi: 148,000 / 4,500 = 32.89 liter. Jadi rasio pemakaian bbm-nya:

464 km / 32.89 l = 14.1 km/l

Kesimpulannya, biaya perjalanan kami: Rp 318.97 per km. Dan rasio pemakaian bbm: 14.1 km/liter. Wah, lumayan irit juga ya?

Deg-degan Dengan Plat Abal-abal

Terus terang, melanggar aturan & hukum membuat hati kebat-kebit. Bagaimana tidak? Bawaannya jadi deg-degan. Jalannya juga mesti extra hati-hati. Tentu tidak lupa berdoa sepanjang perjalanan.

Tapi ini bukan yang pertama sebenarnya. Karena sebelumnya daku sudah beberapa kali melanggar aturan lalu lintas. Dari tidak punya SIM bertahun-tahun, pakai motor dengan plat bodong, pakai mobil dengan STNK mati, dan kali ini sekali lagi pakai mobil dengan plat bodong.

Sejatinya daku termasuk warga yang taat hukum. Namun karena 1-2 hal, daku jadi nekad melanggarnya. Tentu jangan ditiru ya, adik-adik! Perlu keberanian & kenekatan extra. Don’t try this at your life deh pokoknya.

Doakan supaya tidak terjadi apa-apa ya?

Akhirnya Xenia Datang Juga

Hore… Siang ini Xenia baru sudah datang. Barang baru selalu menarik perhatian berlebih. Padahal seharusnya biasa saja, karena toh daku sudah lama berinteraksi dengan mobil berjejuluk Xenia dan saudaranya Avanza. Dari mantan mobil dinas yg Xenia, juga kakak-kakak & adik yang juga pakai Xenia. Ups, tidak lupa mertua yang pakai Avanza.

Benar-benar mobil sejuta umat.

Sayangnya masih harus gregetan karena STNK & plat nomer belum jadi. Katanya sih 7 harian jadinya. Tapi keperluan di depan mata sudah menanti, dari nganter Sisi & Kirana ke bandara hari Selasa depan, meeting di Bekasi, menengok ortu, dll. Hiks… terpaksa pakai taxi dulu. Gregetan deh.