Obrolan Taxi Konvensional dan Online

Ini masih cerita dengan sopir taxi konvensional tempo hari. Namun bahasannya berbeda, yaitu dari sisi Sopir taxi konvensional yang bercerita bagaimana BlueBird masih bisa survive walau digempur habis-habisan oleh taxi online. Padahal banyak taxi konvensional lain yang ambruk dan gulung tikar karena kalah bersaing dengan taxi online. Ringkasnya, dia bercerita kalau pada akhirnya konsumen kembali menggunakan jasa taxi konvensional ini.

Tak lain dan tak bukan adalah karena kualitasnya. Mobil BB termasuk bagus, bersih dan selalu dipelihara dengan baik sehingga penumpang akan merasakan kenyamanan. Sopirnya pun tidak sembarangan, tapi melalui proses perekrutan yang baik dan evaluasi yang dilakukan terus menerus. Ada rapot-nya. Tidak seperti kebanyakan taxi online yang dengan mudah menerima orang sebagai mitra asalkan punya kendaraan dan SIM.

Saya sependapat sih. Beberapa kali naik taxi online tidak nyaman. Dari mobil yang bau rokok/pengap, kotor, sopirnya ugal-ugalan sampai ke kecurangan pengemudi. Dan saya tambah sependapat ketika situasinya adalah saat harus berangkat pagi-pagi buta atau sudah larut malam, lebih baik naik taxi konvensional yang terpercaya ini. Riskan banget kalau pakai taxi online.

Itu dari sisi konsumen ya. Dan sang Sopir juga bercerita dari sisi pengemudi. Dia bercerita kalau ada temannya yang sudah 15 tahun bekerja di BB dan kemudian tergiur bergabung ke taxi online. Apa yang terjadi? Temannya itu akhirnya balik lagi ke BB dengan masa bakti mulai dari 0 lagi. Hilang sudah masa bakti 15 tahunnya.

Namun mengapa dia keluar dan kemudian balik lagi? Begini ceritanya.

Baca selebihnya »

Iklan