Yang Tertunda: Eldario Mini Berbasis Web

Sebenarnya saat membuat Eldario Mini, saya merencanakan kalau Eldario Mini ini bisa dikendalikan secara nirkabel (wireless). Jadi kita bisa mengubah volume dan frekuensi dari browser, baik dari PC mau pun smartphone yang 1 jaringan dengannya. Cocok bagi programmer kayak saya yang lebih banyak menatap layar laptop tapi kadang perlu mengubah frekuensi radio.

Itulah mengapa saya menggunakan Wemos D1 Mini yang sudah memiliki modul WiFi build in. Karena jika alasannya cuma membuat radio berukuran mini, sebenarnya saya bisa menggunakan Arduino Mini Pro (versi 5 Volt) yang kebetulan ada beberapa stok.

Namun ternyata saya belum punya waktu untuk mengerjakannya. Padahal ini cuma semacam upgrade firmware di Eldario Mini. Tapi ya menuangkannya ke dalam kode membutuhkan sejumlah waktu, hiks…

Belakangan waktu, tenaga dan pikiran banyak dialokasikan untuk mengerjakan hal lain. Rupanya saya perlu manajemen waktu yang lebih baik. Dan tulisan ini untuk mengingatkan saya juga agar kelak jika ada waktu, saya harus meneruskan Eldario Mini versi Web. Atau harus segera mengalokasikan waktu supaya bisa segera terealisasi.

Iklan

Eldario versi 2 (Source Code)

{Update: Source code dapat dilihat juga di github: Github: Radio Nano Si4703}

Oh iya, hampir lupa posting source code-nya Eldario versi 2 (Radio FM + Jam). Seperti sudah saya tulis sebelumnya, pada versi 2 ini ditambahkan modul jam. Meski yang ditampilkan cuma hari (disingkat 3 karakter), waktu (jam dan menit), tanggal dan bulan. Minus tahun. Soalnya baris pertama di LCD tidak cukup lagi untuk menampung 4 angka tahun. Sedangkan baris kedua sudah penuh dengan frekuensi dan volume.

Karena saya malas menambahkan tombol tambahan, maka harus dipikirkan mekanisme menyetel tanggal dan jam dengan hanya menggunakan rotary encoder + switch yang sejatinya sudah digunakan pula untuk mengubah frekuensi dan volume. Lagi pula jika ditambahkan tombol khusus bisa terpencet secara tidak sengaja.

Untunglah saya cukup licik sehingga rotary encoder + switch ini bisa digunakan juga untuk menyetel tanggal dan jam. Tapi dengan cara spesial, hehehe…

Read More »

Eldario versi 2 (Radio FM + Jam)

Sebenarnya PCB sudah jadi sejak seminggu yang lalu. Tapi karena sedang tidak enak body, maka saya baru sempat membuatnya tadi malam. Ini adalah versi ke-2 Eldario (Radio FM). Pada versi 2 ini saya memepetkan modul-modul sehingga bisa menampung modul RTC DS3231. Penambahan RTC DS3231 ini membuat Eldario menjadi sedikit lebih pintar karena sekarang jadi bisa menampilkan jam dan tanggal. Horeee…

Eldario v2
Eldario v2

Sayangnya saya tidak punya komponen DS3231 dan PAM8403 di Fritzing, jadi saya cuma menggunakan header generik. Berikut skematiknya:

Skematik Eldario v2
Skematik Eldario v2

Sedangkan berikut ini layout PCB-nya. Untuk versi etching dalam format PDF bisa diminta via japri.

Layout Komponen di PCB
Layout Komponen di PCB

Daftar komponen:

  1. Arduino Nano v3
  2. Modul Radio FM Si4703
  3. Modul RTC DS3231
  4. Modul LCD I2C 16×2
  5. Modul Amplifier Class D PAM8403
  6. Rotary Encoder Switch
  7. Regulator DC 7805
  8. Dioda IN4004
  9. Elko 47uF/16V (2 buah)
  10. Capacitor 100nF
  11. Resistor 10K Ohm (3 buah)
  12. Speaker 3″ 8 Ohm
  13. Header & kabel
  14. PCB Eldario v2
  15. Adaptor DC 9V
  16. Antena
  17. Casing

Untuk code-nya saya belum selesai menambahkan fitur untuk mencocokkan jam. Saat ini mencocokkannya via sinkronisasi di laptop, hehehe… Nanti saya akan post terpisah source code-nya.

(Update 15/12/2016: Source code bisa dilihat di: Eldario versi 2 Source Code)

Semoga bermanfaat.

~~~

Foto Eldario versi 1:

dwo_0032

Foto Eldario Mini versi 2:

img_4183

~~~

Terkait:
~ Eldario Versi 1
~ Eldario Mini Versi 2
~ Source code Eldario versi 2 (Radio FM + Jam)

Mudahnya Ngoprek Elektronika

Belakangan ini ngoprek elektronika menjadi sangat mudah dan murah. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, sekarang sudah banyak modul-modul siap pakai. Belum lagi melimpahnya pilihan microcontroller dan SBC (single board computer) yang sekarang trend-nya semakin murah. Bayangkan saja, microcontroller atau SBC sudah banyak yang harganya di bawah $10 (di bawah seratus ribuan). Tinggal pilih saja, mau mengendalikan sesuatu pakai saja microcontroller dari yang sederhana sampai yang sudah built in WiFi untuk IoT. Mau processing yang kompleks? Pakai saja SBC yang bahkan yang termurah berharga $5 sampai $9.

Belum lama ini saya beli Arduino Pro Mini sudah di bawah Rp 30 ribu. Board favorit saya, yaitu Arduino Nano yang dulu saya beli di atas 100 ribu sekarang sudah 30 ribuan. Dulu Arduino Uno di atas 300 ribuan, sekarang sudah di bawah 70 ribuan.

Asyiknya pula, modul-modulnya sudah tersedia, tidak perlu lagi bikin sendiri. Sensor-sensor juga semakin mudah didapat.

Jadi ingat jaman dulu saat harus bikin sendiri RTC, driver LCD, bahkan minsys sendiri. Sekarang kalau bikin sendiri malah jatuhnya lebih mahal dan tidak seringkas modul yang sudah jadi, hahaha…

Tentu saja hal ini jadi berkah tersendiri bagi yang suka ngoprek. Dan semakin memudahkan bagi orang-orang yang mau belajar elektronika. Tidak hanya memudahkan, juga memurahkan. Dan lagi, tutorial, video dan dokumentasi sudah lengkap di internet. Belajar elektronika jadi bukan hal yang sulit.

Eldario v2
Eldario v2

Beberapa tahun lalu saya membuat Radio FM dengan membuat sendiri minsys, driver LCD, RTC, amplifier dan ditambah sensor suhu dan modul FM Radio. Sekarang tinggal merangkaikan board Arduino Nano, modul I2C LCD, modul RTC, modul amplifier dan modul FM Radio. Semua sudah ada modulnya. Jatuhnya lebih murah. Praktis banget ya?

Iseng Ngeprint 3D untuk Eldario

Tempo hari saya iseng belajar SketchUp untuk mendesain panel Eldario (Radio FM). Ternyata seru juga belajar SketchUp. Walau pun aslinya program ini untuk desain arsitektur dan interior, ternyata banyak juga yang memanfaatkannya untuk desain lain, termasuk di bidang elektronika.

screen-shot-2016-11-19-at-2-24-08-pm

Akhirnya saya pun memutuskan untuk memesan pencetakan 3D. Dari 3 vendor yang saya kontak, ada 1 vendor yang respon-nya tercepat dan harganya paling murah. Saya pun mencoba mengorder.

Read More »