Membuat CHIP OLED Shield | Vlog

Saya punya 2 buah CHIP. Saya sangat menyukai CHIP. Namun sekarang CHIP sudah menjadi barang langka karena sudah tidak dijual lagi oleh NextThingCo. Konon akan keluar CHIP versi GR8. Tapi sudah lama berselang tidak keluar-keluar juga. Sedangkan CHIP Pro tidak se-powerful CHIP versi original ini.

Karena saya senang mengoprek CHIP, maka saya mendesain shield khusus untuk CHIP yang akan menambahkan display OLED versi I2C (inter-integrated circuit) dan 5 buah tombol. Dengan shield ini, saya jadi mudah mengoprek CHIP dan bisa berkonsentrasi menuliskan kode.

Ya rasanya saya perlu mendesain sebuah shield untuk CHIP karena selama ini CHIP memang tidak banyak punya aksesoris. Coba saja bandingkan dengan Arduino yang punya banyak variasi shield, atau Raspberry Pi yang melimpah aksesoris Hat/pHat-nya. Sedangkan CHIP jarang sekali. Kalau saya mendesain shield untuk CHIP, mungkin bisa membantu teman-teman yang punya CHIP yang selama ini kesulitan dalam mengopreknya.

Di bawah ini adalah video youtube cerita tentang CHIP OLED Shield ini.

Untuk tutorial bagaimana cara kerja CHIP dengan display OLED ini bisa merujuk ke artikel: CHIP + Mini OLED Display + Luma OLED = CHIPtimus Prime. Di situ ada link untuk penggunaan versi SPI juga. Tapi berhubung saya punyanya stock I2C, maka saya mendesain shield ini menggunakan versi I2C.

Baca selebihnya »

Merakit Game Console 8-bit Ardubuino | Vlog

Masih ingat cerita tentang Arduino Day tempo hari kan? Di acara itu saya bertemu dengan Mas Hendra Kusumah dan saya diberi PCB Ardubuino. Sayangnya ada beberapa komponen yang saya tidak punya stok. Kalau pun punya, tipe-nya berbeda. Seperti misalnya Arduino Pro Micro sebagai otaknya. Saya punyanya Arduino Pro Mini. Kata Mas Hendra sih harus pakai Arduino Pro Micro.

OLED Display juga berbeda. Saya punyanya yang menggunakan protocol I2C. Sedangkan Ardubuino menggunakan protocol SPI. Dan ternyata modul charger tidak sesuai. Modul TP4056 punya saya ternyata kependekan. Sepertinya di PCB Ardubuino versi 3 sudah diubah oleh Mas Hendra supaya bisa menggunakan TP4056 yang lebih umum.

Setelah komponen datang, maka saya pun segera merakitnya. Berikut adalah video-nya:

 

Asyik juga sih main console game 8-bit. Jadi ingat saat masih kecil. Saat ini saya meng-upload game Juno First. Opsi game lain bisa dilihat di website Arduboy.

Terima kasih mas Hendra Kusumah atas PCB-nya.

 

Beli Sesuatu Yang Belum Dibutuhkan | Vlog

Seringkali saya membeli sesuatu yang belum saya butuhkan saat ini, terutama komponen elektronika. Alasannya sepele, saya membelinya karena lebih murah dari pada yang tersedia di pasar lokal. Saya memang sering membeli komponen langsung dari China. Kebetulan ada beberapa yang free ongkir.  Karena ongkir-nya free, tentu sampainya tidak menentu, alias lama. Kadang sampai lupa kalau saya membeli barang ini.

Seperti kali ini yang saya pun sudah lupa beli apa. Sepertinya sudah sebulan yang lalu belinya, tapi baru sampai sekarang. Berikut adalah videonya:

Isinya adalah modul PAM8403. Ini adalah modul amplifier kelas D yang punya daya penguatan 3 Watt. Sebelumnya saya menggunakan modul PAM8403 ini untuk melengkapi proyek radio saya. Saya suka dengan modul ini karena sangat ringkas dan efisien, tidak seperti modul amplifier kelas A atau B.

Saya belinya 30 pieces. Mengapa juga saya beli banyak-banyak ya? Ya karena penjualnya menjual per lot, per 10 pieces. Harga per lot ini pun murah. Karena dijual per lot (isi 10 pieces), harganya jadi lebih murah dari pada harga per satuan yang ada di pasaran lokal.

Waktu saya membelinya, saya berpikir kalau modul PAM8403 ini bakal bermanfaat di proyek-proyek mendatang, apalagi yang berkenaan dengan suara. Proyek saya yang bersuara sebelumnya ya hanya Radio, Radio Internet dan media player. Tapi ke depan bisa saja dipakai untuk proyek semacam Alexa, Google AIY Project, Voder, atau proyek sederhana seperti speaker aktif, speaker bluetooth, alarm, alat komunikasi, dan lain-lain. Nanti deh cari ide dulu, yang penting komponen sudah ada, hehehe…

Pengen Ngerjain Perokok di Tangga Darurat

Baiklah, judulnya memang aneh, masih berupa keinginan. Saya memang bener-bener ingin ngerjain para perokok itu. Tapi sebelumnya, perkenankanlah saya menceritakan latar belakangnya. Bermula ketika salah satu unit di lantai yang sama dengan saya dikontrak. Entah siapa yang mengontrak, tapi menurut perkiraan saya unit tersebut diisi 2-3 orang. Dan yang saya lihat 2 orang tersebut perokok berat.

Setiap sore sampai tengah malam mereka merokok. Tadinya mereka merokok di lorong dan asapnya memenuhi lorong dan sangat mengganggu. Tentu saja saya tegur untuk tidak merokok di lorong. Sepertinya penghuni unit lain juga pernah menegur. Dasar ndableg, ternyata mereka pindah ke tangga darurat di mana salah satu jendela unit saya menghadap luar dekat sekali dengan tangga darurat tersebut. Menyebalkan! Lagi-lagi saya menegur supaya mereka tidak merokok di tangga karena asapnya masuk unit saya. Pokoknya sangat mengganggu sekali dan saya sudah beberapa kali menegur, mungkin sudah 4 atau 5 kali saya menegur mereka.

Terakhir ini mereka masih merokok di tangga, tapi posisinya agak naik 1/2 lantai sehingga asapnya tidak masuk ke unit saya. Persoalan muncul karena mereka duduk menghadap jendela saya sehingga ruang tengah tampak terlihat oleh mereka. Ya memang saya sering membuka jendela dan menyibak korden supaya udara luar bisa masuk. Tapi kalau saya keluar kamar dan pergi ke ruang tengah, berarti mereka bisa melihat semuanya. Sungguh sangat mengganggu privacy. Apalagi mereka seringkali merokok di situ sampai tengah malam.

Oh iya, saya memang belum tidur sampai tengah malam sehingga bisa melihat mereka masih duduk-duduk sambil merokok di situ. Dua orang itu masih muda. Entah apa pekerjaannya. Saya kok berpikir ada banyak hal yang bisa mereka kerjakan dari pada duduk-duduk main hape sambil merokok.

Baca selebihnya »