Tanamanku, oh Tanamanku…

Hiks… Adeniumku yang malang…
Nyaris rontok semua daunmu. Padahal saat kuculik dari Semarang sebulan yang lalu masih tampak segar bugar. Dulu Ibu memang telaten merawatnya. Lagi pula di Semarang udaranya lebih mendukung. Seandainya Ibu tahu kalau tanaman-tanamannya yang kubawa ini mulai menderita, bagaimana perasaannya ya? Hiks…

Ini adalah foto Adeniumku yang malang. Tadinya kuletakkan di ruang kerjaku. Tapi kok malah semakin rontok? Akhirnya kupindahkan ke luar dekat jendela. Sengaja disebelahkan dengan Eforbia supaya dihibur oleh Eforbia yang gagah perkasa & mau hidup subur lagi. Sekalian buat teman ngobrol Eforbia. Hehehe…

Sedangkan Adenium yang dibawah ini lebih bandel. Walau daunnya rontok juga, tapi kesempatan hidupnya tampak lebih besar. Mungkin karena sudah lebih besar sehingga lebih tahan banting.

Di bawah ini aku lupa namanya. Kalau tidak salah Cian Mai, atau apa gitu. Ibu pernah juga menyebutnya sebagai Putih Salju karena daunnya berbintik-bintik putih laksana salju.

Pengalaman hidupnya lebih ekstrim dari pada yang lain. Soalnya aku diberi tanaman ini oleh Ibu di Bekasi. Sempat mendekam di mobil beberapa hari. Bahkan nyasar ke Bandung. Sempat pula terbawa ke Semarang menjemput teman-temannya (tanaman-tanaman di atas) sampai pada akhirnya dengan selamat ngendon di meja kecil di sebelahku. Walau pun sempat rontok, kini mulai sehat lagi.

Jadi kurang lebih saat ini aku sudah menyiksa 4 tanaman.

Membuat Solar Cell Sendiri

Membuat solar cell sendiri? Mengapa tidak?

Dari kerinduan akan solusi alternatif pembangkit listrik menuntunku untuk mencari petunjuk pembuatan solar cell secara mandiri. Dan rupanya semuanya tersedia di internet, bahkan ada panduan praktikum untuk siswa sekolah. Coba saja googling dengan keyword: “making solar cell”. Di sana kita akan mendapatkan banyak sekali petunjuk.

Salah satu yang menarik adalah dari Dept Kimia dan Biokimia UCLA yang menyediakan panduan praktikum kimia dalam format PDF. Silakan unduh di: sini. Cukup lengkap panduannya. Metode praktikum yang sejenis juga digunakan di Cornell Center for Materials Research. Silakan unduh panduan praktikumnya di: sini.

Coba juga kunjungi situs The Solar Guide yang menyajikan cara pembuatan solar cell yang diklaim “easy and fun experiment” dalam membuat prakarya solar cell dengan material yang “easy to find.” Silakan kunjungi panduannya di: sini. Bahkan Science Toys mendemokan pembuatan solar cell yang dapat dilakukan di dapur. Silakan klik di: “Make a solar cell in your kitchen“. Untuk versi flat panelnya dapat dilihat di: “A flat panel solar cell.”

Ada lagi metode yang lebih mutakhir, yaitu dengan screen print. Metode ini dibahas oleh Photovoltaic Education Network di “Screen-printed Solar Cell.” Sangat menarik…

Apakah benar teknologi pembuatan solar cell sudah mudah dilakukan bahkan oleh perorangan atau pun siswa? Apakah benar material pembuatnya sudah sedemikian mudah didapatkan?

Saat ini aku sedang membaca beberapa petunjuk tersebut. Jika memang sudah sedemikian mudahnya, bukankah lebih baik jika kita mencoba membuatnya sendiri? Alangkah bahagianya jika energi listrik itu gratis.