Ngoprek Untuk Kesenangan

Kalau punya hobi mengasyikkan, seringkali kita jadi lupa banyak hal dan lebih mengutamakan hobinya. Sebenarnya bahaya juga ya? Bisa-bisa seperti frase bahasa Jawa: linak lijo, “lali anak lali bojo” (baca: lupa anak lupa istri). Dan tentu saja hobi bisa bikin kantong jebol.

Namun pada dasarnya manusia memang butuh pelampiasan atau pelarian agar dapat lepas dari segala rutinitas atau beban hidup lain dan menyenangkan diri sendiri dengan apa yang dia sukai. Biasanya hobi memang hanya sekedar untuk menyenangkan diri sendiri dan sekedar menghabiskan waktu luang, kebanyakan tidak produktif, bahkan malah menghabiskan uang saja. Namun sejatinya kita bisa memilih hobi yang bisa produktif atau menghasilkan sesuatu yang berguna atau memiliki nilai seni yang unik, misalnya hobi merajut, menjahit, ngoprek elektronika, dan lain-lain.

Saya jadi ingat ketika dulu Mbah Tie (Eyang Putri alias nenek) & Ibu sedang senang-senangnya merajut. Keren loh! Yang luar biasa adalah ketika nenek membuat rajutan “The Last Supper” dengan ukuran cukup besar yang kemudian dibingkai oleh Ibu menjadi hiasan dinding. Boleh dibilang Mbah Tie sangat produktif. Karyanya sudah banyak dan semuanya jadi hiasan dinding.

Kalau di dunia seni rasanya sudah banyak contoh sukses orang-orang yang bermula dari hobi menjadi pekerjaan utamanya. Senang rasanya melihat orang-orang yang memiliki pekerjaan atau penghasilan dari hobinya.

Rangkaian Auto Gardening
Rangkaian Auto Gardening

Anda punya hobi apa?

Box Makanan Delivery Order

image

Dari beberapa resto penyedia delivery service, menurut saya yg paling bagus adalah kemasan dari Solaria & KFC. Solaria mengemas makanan dalam box plastik sedangkan KFC ada paket keluarga yg dikemas dalam ember kecil.

Menurut saya ini bagus karena kemasan ini bisa berguna untuk hal lain, misalnya untuk tempat pernak-pernik penunjang hobi seperti komponen elektronika, dll. Sedangkan ember KFC bisa jadi pot. Karena manfaat tambahan ini akhirnya membuat preferensi pemesanan makanan menjadi ke kedua resto tersebut. Bagaimana dengan Anda?

Apa Saja Manfaat Garduino?

Setelah berhasil membuat Garduino, saya mencoba untuk menggali lebih lanjut manfaat dari Garduino ini. Siapa tahu dari semua manfaatnya dapat membuka inspirasi para pembaca. Terutama bagi yang hobi memelihara tanaman atau bahkan yang usahanya di seputar bercocok tanam.

Bercocok tanam tanpa repot

Sebenarnya ini adalah alasan utama saya membangun Garduino. Saya ingin memelihara tanaman tapi saya tidak punya waktu untuk merawatnya. Terutama karena saya sering tugas ke luar kota. Kalau pun tidak sedang tugas luar kota, saya sering bepergian sehingga lupa mengurus tanaman.

Tentu saja sangat asyik jika tugas rutin perawatan tanaman ini bisa dilakukan oleh Arduino secara otomatis. Jadi saat saya tugas luar kota atau kelupaan, saya tidak perlu khawatir akan nasib tanaman saya.

Saya yakin banyak orang punya kondisi kayak saya, pengen punya tanaman tapi terkendala waktu dan tenaga untuk perawatan tanaman.

Perawatan Lebih Intensif

Dengan Garduino perawatan tanaman bisa dilakukan secara intensif tapi tetap sesuai dengan kebutuhan tanaman. Contoh pertama adalah saat penyiraman. Berbeda dengan solusi penyiraman biasa yang bekerja berdasarkan waktu penyiraman alias terjadwal penyiramannya, Garduino menyiram tanaman berdasarkan kebutuhan. Penyiraman akan dilakukan jika tanah/media terdeteksi memiliki kelembaban yang kurang yang dapat ditentukan pada titik kekeringan tertentu. Dengan demikian penyiraman akan lebih efektif, terutama untuk tanaman yang tidak terlalu suka kelembaban berlebihan.

Yang pasti kebutuhan air untuk penyiraman akan lebih dapat dihemat dan tentu saja penyiraman tidak akan menyebabkan terjadinya genangan atau bahkan kebanjiran. Solusi ini menjadikan penanaman indoor lebih aman.

Contoh kedua adalah untuk penyalaan Grow Light. Jika kita ingin tanaman tumbuh lebih cepat, maka kita dapat membantu tanaman untuk mendapatkan cahaya lebih lama untuk membantu proses fotosintesa. Grow light ini dapat dinyalakan untuk beberapa waktu yang ditentukan saat tanaman terdeteksi tidak mendapat cukup cahaya untuk fotosintensa. Penggunaan Grow Light ini akan sangat efektif jika kita menanam secara indoor (di dalam rumah atau apartemen).

Contoh ketiga adalah untuk menjaga suhu dan kelembaban lingkungan tanaman. Seperti kita tahu kalau suhu udara & kelembaban di Indonesia ini sangat tinggi. Mungkin beberapa tanaman tidak suka suhu dan kelembaban yang tinggi, terutama tanaman yang memang secara alami hidup di daerah sejuk. Ini bisa kita atasi dengan menjaga suhu dan kelembaban sekitar tanaman supaya tetap optimal. Caranya bisa dengan menyalakan kipas angin atau solusi yang lain. Jika ditanam indoor, Garduino bisa dirancang untuk membuka-tutup jendela.

Penginderaan Lingkungan Tanaman

Secara Garduino ini dasarnya adalah microcontroller serba guna, kita bisa menambahkan kemampuan Garduino ini untuk mengindera keadaan lingkungan sekitar tanaman.

Misalnya dengan memasang sensor suhu dan kelembaban udara sekitar. Kita bisa memonitor suhu dan kelembaban udara sekitar tanaman. Ini cukup penting untuk mengetahui apakah lingkungan berubah secara ekstrem dan tidak cocok untuk kriteria tanaman kita. Misalnya saat terdeteksi suhu udara di atas 50 derajat celcius atau kelembaban udara di bawah 10%. Bisa saja itu karena sedang kemarau atau malah terjadi kebakaran.

Sensor lain yang cukup berguna adalah sensor smoke & gas yang akan mendeteksi apakah ada asap atau gas; sensor LPG yang akan medeteksi kalau ada kebocoran LPG; dan lain-lain. Penambahan sensor ini saya yakin dapat membantu tindakan perawatan tanaman lebih optimal.

Remote Monitor

Ini adalah salah satu cita-cita saya dalam mengembangkan Garduino. Nantinya saya ingin bisa memonitor keadaan tanaman indoor saya dari jarak jauh. Sebenarnya solusi remote monitor ini sudah banyak dibuat, tetapi saya ingin menggunakan Raspberry Pi. Dari pada RPi saya ini nganggur, mungkin lebih baik jika bisa digunakan untuk membantu Garduino.

Dengan menggunakan RPi jadinya malah lebih gampang, karena saya tinggal menghubungkan kabel USB antara Arduino dengan RPi. Kebetulan banyak solusi pemrograman di RPi yang bisa mengakomodasi hal ini. Bahkan ada library pemrograman di Python untuk mengirimkan twit di twitter sehingga Garduino bisa nge-twit dengan mudah.

Yang terpikir oleh saya adalah Garduino mengirimkan email ke saya secara periodik. Isinya adalah nilai-nilai semua pembacaan sensor dan jika memungkinkan mengirimkan foto tanaman saat itu.

Penutup

Sebenarnya masih banyak kemungkinan pengembangan lebih lanjut dari Garduino ini. Semuanya tergantung imajinasi dan kreativitas kita. Sangat mengasyikkan jika kita dapat bertukar pikiran untuk pengembangan Garduino ini. Siapa tahu menjadi solusi yang inovatif yang mungkin dapat menjadi solusi bagi banyak orang.