Raspberry Pi Untuk Apa?

Kalau ada yang bertanya apa yang bisa dilakukan oleh Raspberry Pi? Untuk apa saja? Maka jawabnya akan banyak sekali. Raspberry Pi yang sering juga disebut sebagai SBC (single-board computer) itu seperti layaknya sebuah komputer, dia bisa melakukan banyak hal. Ditambah lagi fleksibilitas koneksinya yang seperti Arduino, menjadikannya bisa ditambahi piranti apa saja.

Mau dijadikan robot bisa, dijadikan drone bisa, dijadikan pengendali smarthome bisa, dijadikan server bisa, dijadikan face detection/recognition bisa, dan banyak lagi. Silakan google saja dengan keyword “Raspberry Pi projects”, maka akan ketemu banyak hal yang bisa dibuat dengan Raspberry Pi.

Kembali ke laptop… Kemarin ada teman jual Raspberry Pi 3B dengan harga murah. Langsung saja saya beli. Padahal saya sudah punya beberapa Raspi dan belum tahu mau dipakai apalagi. Makanya 2 paragraf di atas itu sejatinya pertanyaan buat saya sendiri, Raspi-nya mau dipakai apa lagi? Hahaha…

DWO_0261

Ini adalah beberapa Raspberry Pi yang saya miliki beserta peruntukannya:

  1. Raspberry Pi Original Model B. Ini Raspi pertama saya. Saat ini nganggur. Sudah saya tambahin LCD TFT dengan antar muka SPI.
  2. Raspberry Pi 3 Model B. Saya gunakan sebagai server IoT dengan alamat di http://zero-iot.com. Saat ini masih digunakan untuk penggunaan pribadi.
  3. Raspberry Pi Zero W. Digunakan sebagai sensor suhu dan kelembaban. Dalam waktu tidak lama akan meluncur ke teman yang memesannya.
  4. Raspberry Pi Zero W + DVB TV uHAT. Digunakan untuk server TVHeadEnd. Lihat posting saya sebelumnya di “Membeli DVB TV uHAT untuk Raspberry Pi” dan “Setup DVB TV uHAT di Raspberry Pi.”
  5. Raspberry Pi 3 Model B. Saya gunakan sebagai player untuk streaming dari TVHeadEnd sekaligus untuk kerja ringan mengelola server-server. Memang seringkali saya harus mengelola server di malam hari, terutama berkenaan dengan backup, replikasi dan setup yang seringkali butuh waktu lama. Jadi ketika proses saya tinggal tidur sambil berharap esok paginya proses telah selesai tanpa error.
  6. Raspberry Pi 3 Model B. Ini yang baru saya beli dari teman. Memang belum tahu kegunaannya untuk apa. Nanti cari ide dulu. Yang pasti sih saat ini saya jadikan cadangan. Oh iya, saya ada LCD HDMI khusus untuk Raspberry Pi. Tempo hari saya coba tapi karena terlalu kecil, cuma 3.5″, jadinya malah menyiksa mata karena kekecilan, hahaha…

Perkara SBC, sebenarnya saya juga punya CubieBoard versi 2 dan CHIP. Keduanya bagus kok. Tapi untuk fleksibilitas dan dukungan jelas Raspberry Pi lebih bisa diandalkan. Apalagi CHIP sudah tamat riwayatnya.

Selain Raspberry Pi yang sudah saya miliki, sebenarnya saya juga ingin mencoba Raspberry Pi 3 Model A+ dan OrangePi Zero. Tapi nanti sajalah kalau memang sudah ada rencana mau digunakan untuk apa. Mengenai OrangePi Zero sebenarnya bisa jadi alternatif lebih murah dibanding Raspi Zero W yang saat ini saya gunakan sebagai sensor IoT.

Saya tahu bahwa saya menggunakan Raspberry Pi bukan untuk hal-hal yang luar biasa. Pengen sih bisa menggunakannya untuk hal-hal yang luar biasa seperti untuk drone, robot, image/audio processor, smart home, video surveillance atau hal heboh lainnya. Tapi ya lagi-lagi masih terkendala budget dan waktu, hahaha…

Sharing IoT oleh Andri Yadi DycodeX di Semarang Open Go

Pada tanggal 26 Maret 2017 kemarin Semarang Open Go (SOG) mengadakan acara sharing dengan menghadirkan Andri Yadi dari DycodeX. Acara yang diselenggarakan di Horison NJ Hotel ini mengusung topik IoT Sharing (Internet of Things). Sangat menarik, mengingat sekarang dunia elektronika kembali nge-trend, apalagi ditunjang dengan konektivitas yang ditawarkan oleh internet yang sekarang semakin mudah, murah dan cepat.

Banyak hal yang dibagikan oleh Andri Yadi di event ini, dari dasar IoT, contoh-contoh piranti IoT, bagaimana membuat IoT sendiri dengan platform Blynk, penggunaan server Azure untuk menyimpan data IoT, penggunaan Lora sebagai alternatif komunikasi IoT, sampai ke masa depan IoT. Peserta pun sangat antusias menyimak dan banyak pertanyaan terlontar, bahkan banyak terlontar ide-ide IoT inovatif yang ingin mereka buat.

Baca selebihnya »

Server Monitor Suhu dan Kelembaban Ruangan Dengan Wemos D1 Mini

Wemos D1 Mini yang diotaki ESP8266 memang mangasyikkan. Karena dia sudah memiliki modul WiFi dan punya kompatibilitas dengan Arduino sehingga memudahkan kita membuat piranti IoT dengan mudah dan cepat.

Saya pun membuat sebuah web server mungil yang dapat mengindera suhu dan kelembaban ruangan. Selain Wemos D1 Mini, saya memerlukan modul DHT11. Ternyata library dan contoh untuk membuatnya sudah bertebaran di dunia maya. Jadi tinggal menyesuaikan sedikit sudah bisa langsung jalan. Asyik ya?

Koneksi

Wemos D1 Mini DHT11
3V3 VCC
D1 DATA
G GND

Baca selebihnya »