Keamanan Dalam Menggunakan Listrik

Masih ingat beberapa kasus kebakaran di Jakarta? Disinyalir penyebab kebakaran adalah karena terjadinya korsleting atau arus pendek listrik. Korsleting akan menyebabkan percikan api. Dan ketika percikan api ini mengenai bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti kasur, kertas, kain, dll, maka dengan mudah akan terjadi kebakaran.

Sebenarnya kita dapat mencegah terjadinya kosleting, seperti:

  1. Menggunakan kabel, stop kontak, steker (colokan) yang sesuai dengan rating. Maksudnya begini, jika pada kabel tertera batasan voltase 220 dan arus 3A, maka kabel tersebut hanya bisa dilalui arus sebesar 3A. Atau tidak boleh digunakan untuk alat yang lebih dari 660 Watt. Jika dipaksakan, maka kabel, stop kontak atau steker akan meleleh. Jika Anda ingin menggunakannya untuk daya yang lebih besar, maka gunakan kabel, stop kontak, atau steker dengan rating arus lebih tinggi, misalnya 5A yang bisa dilalui daya sampai 1100 Watt.
  2. Menyambungkan sirkuit dengan aman dan rapi. Saat kita menyambungkan steker ke kabel, sebaiknya rapi, tidak ada juntaian sisa kabel yang keluar dari steker. Penyambungan yang aman berarti saat kita membaut kabel ke steker harus kuat. Sebagai tips, lilitkan kabel ke baut di steker beberapa kali, baru kencangkan baut. Kabel yang keluar dari steker harus terjepit sempurna, jangan sampai mudah tercabut.
  3. Jika Anda menggunakan extensi stop kontak, sebaiknya tidak bertumpuk banyak. Misalnya 1 extensi stop kontak memiliki 4 stop kontak, sebaiknya tidak ditambahkan lagi extensi. Karena semakin bertambahnya rantai extensi, potensi arus yang melaluinya akan semakin tinggi sejalan dengan meningkatnya penggunaan piranti elektronik yang disambungkan kepada stop kontak ini. Semakin banyak piranti yang tersambung, semakin besar kemungkinan kabel atau stop kontak meleleh, terutama jika telah melampaui rating-nya.
  4. Sebaiknya sejak semula kita memilih stop kontak, kabel dan steker yang berkualitas. Terutama ketika kita sedang membangun rumah. Jangan karena ingin sekedar mendapatkan harga murah, lantas Anda mengabaikan keselamatan diri Anda sendiri dan keluarga, dan rumah Anda. Perhatikan pula kerapian instalasi listriknya.

Tidak disangkal, Listrik adalah salah satu kebutuhan bagi masyarakat modern. Nyaris kita sangat tergantung dengan listrik. Tiada hari tanpa listrik. Namun kita perlu sangat berhati-hati dalam menggunakan listrik ini. Karena walau pun sangat berguna, listrik juga menyimpan bahaya besar jika kita tidak benar dalam menyikapinya.

Kebakaran adalah kasus yang sering terjadi. Namun ada bahaya lain yang tidak kalah mengerikan, yaitu kesetrum. Kesetrum pada tingkat yang parah dapat menghilangkan nyawa seseorang.

Jika Anda sedang membangun rumah, mungkin bisa berbelanja semua kebutuhan kelistrikan di distributor alat listrik terpercaya seperti www.indolistrik.com. Di sana Anda akan menjumpai banyak pilihan alat-alat listrik sesuai dengan kebutuhan Anda.

Menilai Keamanan Sebuah Sistem

Senin kemarin saya berkesempatan untuk menjadi pembicara di STMIK Bina Insani Bekasi. Materi yang dibawakan adalah “Peran Sistem Informasi Akademik Bagi Perguruan Tinggi”, “Pengenalan Sisfo Kampus” dan “Keamanan Sistem.” Yang menarik adalah topik ketiga, yaitu tentang Keamanan Sistem.

Sebenarnya topik yang lain juga tidak kalah menarik, cuma topik keamanan menjadi sangat menarik karena ini menjadi standar baru setiap seminar & presentasi Sisfo Kampus. Maklum, bahasan ini sangat penting dan melibatkan semua stake holder sistem, tidak terkecuali.

Sebenarnya saya bukan pakar keamanan dan saya pun baru belakangan ini mempelajarinya lebih dalam sehingga saya hanya mengulas garis besarnya saja. Tetapi yang patut digarisbawahi adalah bahwa:

“Kekuatan keamanan dari sebuah sistem informasi dinilai dari komponennya yang paling lemah.”

Supaya lebih memahami, saya akan memberikan analogi yang sederhana, yaitu misalnya keamanan rumah kita.

Katakanlah kita sudah memasang pagar besi dengan gembok rangkap enam. Demikian juga rumah dengan pintu jati dengan kunci otomatis. Tetapi ketika ternyata temboknya hanya dari batako yang dapat dengan mudah dijebol oleh maling, maka kekuatan keamanan rumah kita cuma sebatas tembok batako tersebut. Nyaris percuma memasang pagar dengan gerbang besi dengan gembok rangkap enam. Demikian juga dengan pintu rumah dari jati dengan kunci otomatis yang harganya puluhan juta. Ternyata maling bisa saja mengikis tembok batako.

Baca selebihnya »

Email Dari Citibank Atau Phising?

Pagi ini saya mendapatkan email dari Citibank. Tapi Gmail mengklaimnya sebagai spam. Bahkan Gmail menambahkan pesan berwarna merah dengan tulisan:

Peringatan: Pesan ini mungkin bukan dari yang mengklaim. Waspada, jangan sembarangan mengikuti link apa pun di dalamnya dan jangan sembarangan memberi informasi pribadi ke pengiri. Pelajari selengkapnya

Pertanyaannya adalah: benarkah email ini bukan dari Citibank? Yang jelas emailnya menunjuk ke domain citibank. Tetapi isinya memang mencurigakan karena mengajak kita mengisi data pribadi.

Tetapi saya mengacungi jempol untuk Gmail yang telah memberi peringatan. Seperti kita tahu, email semacam ini adalah salah satu teknik Phising. Apa sih phising itu? Mari kita tanyakan ke Mbak Wiki.

In computing, phishing is the criminally fraudulent process of attempting to acquire sensitive information such as usernames, passwords and credit card details, by masquerading as a trustworthy entity in an electronic communication. Communications purporting to be from popular social web sites (Youtube, Facebook, Myspace), auction sites (eBay), online banks (PayPal), or IT Administrators (Yahoo, ISPs, corporate) are commonly used to lure the unsuspecting. Phishing is typically carried out by e-mail or instant messaging,[1] and it often directs users to enter details at a fake website whose URL and look and feel are almost identical to the legitimate one. Even when using SSL with strong cryptography for server authentication it is practically difficult to detect that the website is fake. Phishing is an example of social engineering techniques used to fool users [2], and exploits the poor usability of current web security technologies [3]. Attempts to deal with the growing number of reported phishing incidents include legislation, user training, public awareness, and technical security measures.

Jadi, kita memang harus sangat berhati-hati dengan email semacam ini. Jika perlu, telpon bank-nya secara langsung untuk mengkonfirmasikan emailnya ini.