Cerita Dari India Tentang Disrupsi di Dunia Kesehatan

Minggu lalu kami berkunjung ke Narayana Hospital, India. Beruntung kami dapat kesempatan ini dan diterima dengan sangat baik oleh manajemen Narayana Hospital. Dan kami pun banyak mendapatkan pengetahuan dari mereka.

Video di bawah adalah sedikit sharing cerita tentang disrupsi di dunia kesehatan yang ternyata sudah terjadi, namun berbeda dengan disrupsi teknologi di bidang lain yang merevolusi industri transportasi, travelling, perhotelan, perdagangan, dll.

Ada sedikit catatan juga tentang sistem eMR (electronic Medical Record). Sangat bagus masukan dari dr. Devi Prasyad Shetty yang memberikan petunjuk bagaimana mendesain sistem EMR yang baik. Terima kasih banyak Dr. Devi dan segenap personal yang telah berkenan berbagi pengetahuan kepada kami. Tuhan memberkati kalian semua.

Semoga sedikit kisah ini dapat berguna juga bagi Anda. Sampai jumpa di vlog berikutnya.

Trend Teknologi

Kemarin sangat menyenangkan karena bisa mengikuti presentasi dari konsultan yang sangat mencerahkan. Salah satu bahasannya adalah tren teknologi di masa kini dan yang akan datang, terutama terkait dengan industri kesehatan.

Trend yang pertama adalah semakin banyaknya penggunaan teknologi yang akan membantu operasional RS, seperti telemedicine, virtual visit, reduksi biaya dan waktu berobat, dll.

Trend kedua adalah piranti wearable (yg bisa disandang), IoT, aplikasi mobile, terutama yang terkait dengan dunia medis dan kesehatan.

Trend ketiga adalah utilisasi Artificial Intelligent (AI) seperti untuk membantu diagnosa, pirangatan dini kesehatan personal, analisa kesehatan, dll.

Trend keempat adalah penggunaan Blockchain untuk sharing data medis, meningkatkan integritas data, dll.

Sedangkan trend keempat berkenaan dengan masalah security. Karena diprediksi dengan semakin meningkatnya penggunaan teknologi, maka semakin banyak serangan hacker/cracker yang mencari celah untuk keuntungan pribadi atau kelompok.

Terkait dengan keamanan data medis ini, menurut konsultan, nilainya 20x dari pada sebuah kartu kredit. Seperti kita tahu, jika data kartu kredit bocor, maka bank bisa memblokir kartu tersebut. Lalu bagaimana jika profile kesehatan kita yang bocor?

Jadi masalah keamanan data ini harus benar-benar dipikirkan oleh RS.

Seminar Awam: Penyakit Ginjal Kronik & Komplikasinya

Teman-teman yg saya hormati,
Bagi yang ingin tahu lebih detil mengenai penyakit ginjal dan komplikasinya, Indonesian Kidney Care Club (IKCC) bekerjasama dengan RS Awal Bros Bekasi akan menyelenggarakan seminar awam yang bertema:

“Penyakit Ginjal Kronik & Komplikasinya”

Acara akan diadakan pada:

Hari/Tgl : Sabtu, 11 Januari 2014
Topik : Penyakit Ginjal Kronik & Komplikasinya
Pembicara : dr Dwi Juwono, SpPD-KGH
(Ahli Penyakit Dalam Konsultan Ginjal & Hipertensi) dari RS Awal Bros Bekasi
Waktu : pkl. 08:30 – 12:00 WIB
Tempat : RS Awal Bros Bekasi
Jl. K.H. Noer Ali Kav. 16-17 Kali Malang, Bekasi
Pendaftaran : Sek. IKCC: 021-28899904, 08121307838
(Sdri. Lastrie)
Website : bekasi.awalbros.com
Twitter : @awalbrosbks
Member : Gratis bagi member IKCC
Non Member : Rp. 10.000 (pengganti makalah dan snack)

Gratis pemeriksaan Tekanan dan Gula Darah

Yang wajib hadir pada seminar kali ini:

  1. Anggota & pengurus IKCC
  2. Mereka yang saat ini mengalami Hipertensi, Kencing Manis
  3. Anggota keluarga yang peduli dan ingin menjaga kesehatan orang yang dicintainya agar tidak jatuh pada kondisi cuci darah
  4. pemerhati kesehatan, yang lebih peduli menjaga kesehatan dibandingkan mengobatinya

Tolong di-forward informasi ini kepada saudara2 atau teman2 Anda yang sekiranya membutuhkannya. Tindakan sederhana Anda, sekiranya bisa membantu saudara/teman Anda yang kebetulan kurang beruntung dengan organ ginjalnya.
Terima kasih.

Mari Kita Sukseskan Hari Ginjal Sedunia, Kamis 14 Maret 2014

IKCC2014

Wawancara Perokok

Saat melakukan rekrutmen, kadang ada situasi dimana saya terusik, yaitu saat mengetahui kalau si pelamar adalah perokok. Ya… saya terusik untuk mengetahui mengapa dia merokok. Biasanya di akhir wawancara jadinya saya malah memberi nasehat panjang-lebar tinggi-rendah luas-sempit tentang bahaya merokok.

Dari pengalaman mewawancarai para perokok, ternyata mereka merokok karena kebiasaan dan tidak ada alasan spesifik. Mungkin mereka memperhalus kata “kecanduan” menjadi “kebiasaan”. Para perokok ini mengaku biasa menghabiskan 1 bungkus rokok seharinya. Ironisnya tidak ada keinginan sama sekali untuk berhenti. Maka saya pun bilang kalau perokok akan berhenti merokok jika sudah sakit. Lalu mulailah ceramah saya tentang bahaya merokok dan dampak buruknya bagi orang-orang di sekitarnya. Dan saya tidak bosan-bosannya melakukan hal ini, xixixi…

Walau pun demikian, pada periode lalu kami merekrut seorang perokok. Untungnya dia tidak ada masalah dengan kesehatan. Syukurlah dia tahu diri dengan tidak merokok di lingkungan rumah sakit. Jadi kalau mau merokok, dia harus keluar lingkungan rumah sakit dulu dan kalau perlu ngumpet, xixixi…

Menjaga Kesehatan

Kalau kita sakit, barulah kita merasa bahwa kesehatan itu sangat penting dan mahal. Dan kita menyadari bahwa saat kita sakit produktivitas kita menurun, bahkan malah tidak produktif sama sekali. Benar sekali nasehat bijak: menjaga kesehatan lebih baik dari pada mengobati. Nampaknya memang kita harus selalu berusaha menjaga kesehatan kita. Mungkin dengan olah raga, minum supplemen, menjaga pola hidup sehat & bersih, dll.

Sangat disayangkan jika banyak orang tidak menyadari pentingnya menjaga kesehatan, misalnya dengan mengikuti pola hidup tidak sehat, tidak pernah olah raga, merokok, dll. Ehm, daku termasuk yang jarang olah raga, hiks…

Yang paling disayangkan adalah karena daku masih sering melihat orang merokok, apalagi di sembarang tempat seolah tidak peduli pada orang di sekitarnya. Tidak hanya di daerah, tapi di Jakarta pun masih sering daku lihat. Lihat saja di Bandara Soekarno-Hatta yang masih sering terlihat orang merokok sembarangan. Padahal sudah digalakkan anti merokok di sembarang tempat. Kalau pun mau merokok sudah disediakan area khusus merokok.

Di Bandara PKU kemarin daku sempat melihat seorang pria yang menggendong bayi dengan selendang kemudian menyalakan rokoknya di tengah keramaian. Daku lihat bayinya cuma melongo melihat rokok yang menyala di bibir pria tersebut. Kasihan sekali, masih bayi sudah terpapar asap rokok. Sebenarnya daku mau menegur, tapi melihat tampang si pria kayak preman dan cuek-bebek, daku pun mengurungkan niat utk menegur.

Pernah juga membaca berita di koran seorang ibu meninggal karena kanker paru-paru. Setelah diselidiki, ternyata suaminya perokok berat, sedangkan si ibu tidak. Kasihan Si Ibu dan anak-anaknya. Konon kanker paru-paru penyebab utamanya adalah karena rokok.

Bagi para perokok, kalau mau sakit, sakitlah sendiri saja. Tidak perlu mengajak orang lain ikut sakit karena menghisap asapmu. Karena merokok di sembarang tempat sama saja memaksa orang lain jadi perokok pasif. Kalau pun ngotot mau merokok dan kemudian sakit, maka merokoklah yang sopan.

~~~

Tulisanku yang lain tentang merokok: Klik Sini