Sehari Tanpa Gadget: Horeee!!!

Sebagai seorang pekerja IT, saya sangat tergantung pada yang namanya gadget, mulai dari laptop, smartphone, tablet, iPod, dll. Semuanya menunjang pekerjaan saya dan juga sarana untuk mengisi waktu luang. Namun jika ditantang sehari tanpa gadget, maka sontak saya akan bersorak, karena berarti saya tidak perlu bekerja, horeee…

Peralatan tempur pekerja IT
Peralatan tempur pekerja IT

Tidak bekerja berarti libur. Dan seperti biasa, kalau liburan saya akan pulang kampung, yaitu ke Semarang berkumpul bersama keluarga. Jelas ini sangat menyenangkan. Dan tantangan sehari tanpa gadget ini menjadi alasan bagi saya untuk tidak menerima komunikasi yang berhubungan dengan pekerjaan. Horeee…

Lalu apa yang akan saya lakukan di kampung halaman? Wooo… banyak donk… Saya bisa mengajak anak-anak bermain, karaoke, dan jalan-jalan. Seperti tempo hari ketika kami berlibur sekeluarga ke Yogyakarta dan menginap di hotel, padahal ada rumah keluarga di Kaliurang. Benar-benar serasa turis, xixixi…

Selain berlibur bersama anak-anak, saya juga ingin mencoba menggantikan tugas istri saya yang berhubungan dengan anak-anak, yaitu mulai dari membangunkan anak-anak, memandikan, menyiapkan makan, mengantar sekolah dan menjemputnya, mengantar dan menunggu saat mereka les, menyiapkan makan siang dan malam dan membantu mereka mengerjakan pekerjaan rumah.

Ehm, bisa enggak ya? Kalau menang di kontes Sehari Tanpa Gadget juara 1 pasti akan saya usahakan mencobanya. Hehehe… Yang pasti berat sih, karena saya biasa bekerja di dunia IT yang banyak memerlukan gadget. Sedangkan tugas-tugas ibu rumah tangga di atas lebih banyak ke fisik di kehidupan nyata. Sedangkan saya banyak beraktivitas di dunia digital dan maya.

Jadi… jangan mendoakan atau mendukung saya untuk memenangkan kontes ini ya? Para juri juga tidak boleh memenangkan saya, apalagi juara 1. Soalnya pertaruhannya berat, saya harus menjadi ibu rumah tangga analog (tanpa gadget), hahaha…

Oh iya, tulisan ini ikutan GA keren Sehari Tanpa Gadget di blog Keajaiban Senyuman lhooooo…

Cermin Senjaku

Kupandangi pantulan wajahku di cermin. Masih cantik di usia senjaku. Padahal baru kemarin aku mengeluh karena keriputku, karena kempotku. Padahal kemarin hampir kupecahkan cermin besar ini karena kecewa dengan pantulan wajahku.

Kuusap wajahku dengan bedak yang dulu biasa aku pakai untuk pentas. Kuulaskan lipstik merah membara yang biasanya bisa menggoda para pria. Semenjak kacamataku pecah tadi pagi, aku lebih bisa menikmati wajah senjaku.

Misteri Di Balik Layar (Bagian 2)

{ Kisah ini diikutsertakan dalam kontes Misteri di Balik Layar yang diselenggarakan oleh Pakde Cholik. }

Inspektur Suzana seolah tidak percaya, dia kembali memeriksa denyut nadi Mudhoiso. Ketika tidak dijumpai denyut nadinya, Inspektur Suzana pun menitikkan air matanya. Direbahkan kepalanya di dada Mudhoiso tanpa menghiraukan lagi kerumunan kru Wayang Orang BlogCamp Budhoyo yang kini mengelilinginya sambil berbisik-bisik satu sama lain namun tidak berani bertindak. Mereka tahu kalau Inspektur Suzana lebih mengetahui apa yang harus dilakukan saat ini.

“Tangkap pelaku Arjuna dan hubungi polisi segera!” Seru Inspektur Suzana tiba-tiba memecah keriuhan. Dan semuanya pun berserak melaksanakan perintah Inspektur Suzana yang selama ini terkenal tegas dan cekatan.

“Mas, bangun! Jangan tinggalkan aku sendiri!” Seru Inspektur Suzana lagi sambil terisak. Tidak ada lagi sosok inspektur tegas dan cantik nan cekatan yang selama ini menjadi stigma positif bagi Suzana.

“Aku juga mencintaimu, Mas. Sungguh! Jangan ragukan cintaku. Aku menyesal jika selama ini aku mengabaikanmu. Selama ini aku seolah menganggapmu tidak ada. Tapi sebenarnya cintaku hanya untukmu. Maafkan pertengkaran kita tempo hari, Mas!” Tangis Suzana seolah tidak terbendung lagi menyadari suaminya kini telah tiada. Suzana tidak bisa menerima keadaan ini.

Baca selebihnya »

Memenangkan Gadis Molek

Tadi pagi sekitar jam 05:37 saat nunggu pesawat di ruang tunggu daku menerima SMS dari Pakde.

Selamat mas anda menjadi salah satu pemenang kuis tebak nomor hape di BlogCamp

Horeee… Rupanya daku menjadi salah satu pemenang di kuis “Beri Aku Nomor Hapemu: Kuis Unyu”. Daku pun menjawab SMS tersebut dengan girang. Maklum, daku sudah lama tidak mengikuti kuis-kuis dan kalau pun ikut tidak menang (*kasihan ya?*). Jadi ini merupakan pelepas masa paceklik kemenangan. Hadiahnya lumayaaan loh! Ini di sini pengumumannya: “Gadis Molek Bagi Rejeki”.

Eh barusan Pakde SMS lagi kalau hadiah sudah ditransfer.

Sudah sy transfer mas. Jangan diselipkan di kaos kaki lho ha ha ha

Hebat ya? Begitu pengumuman, tidak berapa lama kemudian hadiahnya sampai ke para pemenang. Betul-betul penyelenggara kontes profesional. Ya jelas, soalnya Pakde kan memang rajanya penyelenggara kontes, hehehe…

Pakde ini selalu menjadi panutan dalam dunia pengeblogan dengan prinsip “Ngeblog sing Enak tapi gak sak~Enake !”-nya yang paten. Dan saya pun banyak belajar dari beliau. Salah satunya dalam rangka menjalin persaudaraan dengan blogger lain.

Dan sekarang pun saya belajar untuk menggelar kontes hingga akhirnya muncul acara “Giveaway: Arduino Leonardo”. Kelihatannya ini terlalu techie ya? Tapi sebenarnya Arduino itu mudah dipelajari bahkan oleh orang awam dan banyak sekali manfaatnya bagi kehidupan kita. Untuk membuat teknologi membantu kehidupan keseharian kita. Semuanya bisa dipelajari & dibuat dengan banyak panduan di internet. Bahkan tinggal ikuti langkah di internet, maka kita pun bisa membuatnya juga. Ini bisa terjadi karena Arduino menganut falsafah open source atau open hardware, dimana inovasi dan kontribusi dari komunitas bisa dibagikan kepada sesama. Asyik ya?

Terima kasih ya, Pakde Cholik.

Axel dan Kirana

Kalau ada ajakan posting foto semenarik Maret Ceria yang digagas Mama Cal-Vin, mana bisa kita lewatkan begitu saja? Karena tentu banyak foto tingkah anak-anak yang lucu & menarik, sekaligus mengharukan untuk dikenang. Oh iya, Anda bisa ikutan juga loh!

Nah, dalam foto kali ini daku menampilkan foto Kakak Axel dan Dik Kirana. Bukan foto baru, tapi foto 2 tahun silam saat Kirana masih bayi. Di mana saat itu Axel sangat penasaran sama adik bayinya. Setiap saat ditengokin, dan seringkali Axel nampak gemes.

Namun kini keadaannya berubah. Kalau dulu seringnya Kirana terganggu, kini Kirana lah yang sering menggoda kakaknya. Kirana lebih sering main ke kamar kakaknya & minta ini-itu kepada kakaknya. Isengnya adalah saat malam hari kakaknya tidur, Kirana numpaki kakaknya ngajak main kuda-kudaan. Hayah… Tentu saja Kirana harus segera diciduk dan dikembalikan ke peraduannya.

Axel dan Kirana
Axel dan Kirana