Shell Script vs PHP CLI

Saya memerlukan sebuah script kecil untuk memonitor jumlah antrian email yang tertunda tidak terkirim. Jika jumlahnya di atas 10 dan 50 email, maka script harus segera mengirimkan email ke saya supaya saya bisa segera melihat apa yang terjadi di server.

Soalnya beberapa kali server kami diserang malware yang mengakibatkan server kami menjadi server relay/spammer yang mengirimkan ribuan email spam dan kemudian di-block oleh server anti spam. Akibatnya email dari server kami ditolak oleh mail server yang menggunakan referensi dari server anti spam.

Tadinya saya mau bikin bash/shell script. Tapi rupanya saya perlu belajar sintaks-nya yang rada njelimet. Hampir sejam belajar dan merasa kok bahasanya bikin males. Untung bukan kertas, kalau kertas bisa saja saya sobek-sobek.
Baca selebihnya »

Iklan

OpenPOWER, are you ready?

Hari Kamis lalu kami berkesempatan hadir dalam acara IBM Meet The Experts 2015. Acara ini adalah kali ke-2 yang dilakukan oleh IBM di Indonesia. Kali ini acara dilakukan di Hotel JW Marriott. Topiknya adalah “OpenPOWER, are you ready?”

Berikut adalah daftar acaranya:

  1. Why Power with IBM Power
  2. ISV Success Stories
  3. ISV Support Structure
  4. Manage your database with TIBERO, an optimized solution on IBM PowerLinux
  5. Are you ready with IBM PowerLinux Solutions
  6. Porting Consideration
  7. POWER8 Live Demo

op1
Baca selebihnya »

LAMPP versus XAMPP

Sebagai developer aplikasi web, siapa sih yang tidak kenal LAMPP/XAMPP? Sekedar informasi LAMPP itu singkatan dari Linux, Apache, MySQL, PHP dan Perl, yang merupakan sebuah platform aplikasi berbasis web paling banyak digunakan di dunia. Sedangkan XAMPP adalah LAMPP versi MS Windows. Dengan XAMPP, instalasi, penggunaan dan pengelolaan platform ini menjadi mudah, semudah menekan tombol-tombol di XAMPP Control Panel.

Sejak menggunakan laptop pas-pasan untuk bekerja, daku sedikit ngomel tentang performanya. Rasanya kok lelet banget. Kalah dengan laptop lamaku yang hanya punya otak Intel Core 2 Duo dengan RAM cuma 2 GB tapi menggunakan Ubuntu 13.10. Daku pun penasaran, apakah benar laptop ATIV Book 9 Lite-ku ini memang performanya pas-pasan? Memalukan!

Lubuntu di Virtual Machine
Lubuntu di Virtual Machine

Maka daku pun mencoba melakukan uji coba sederhana, bagaimana performa laptopku ini jika menggunakan Linux? Maka daku pun men-setup Virtual Machine dengan Oracle VM VirtualBox untuk mesin Lubuntu 13.10 versi 32bit. Daku mengalokasikan Processor 2 Core, RAM 1280 MB dan Virtual Storage 20 GB. Setelah itu daku menginstall LAMP, Samba dan Open SSH via tasksel. Tidak lupa melakukan update OS dulu supaya semuanya lancar. Oh iya, sebagai tambahan, kita perlu install aplikasi dari VBoxGuessAddition supaya OS bisa berjalan dengan lancar di VirtualBox.

Supaya adil, daku memindahkan database dan aplikasi kami ke mesin virtual ini. Karena ukurannya besar, daku sampai ketiduran saat migrasi ke VM, maklum sudah jam 3 pagi, mata sudah 5 watt. Paginya dilanjut ngoprek dan semuanya selesai dengan baik.

Baca selebihnya »

Beli Notebook Chromebook Yuk?

Asli, ajakan beli Chromebook di judul cuma sekedar provokasi. Nyatanya saya tidak akan membeli Chromebook. Dan tidak menyarankan Anda untuk membeli Chrombeook. Memang sih, dengan harganya yang sangat kompetitif dibanding Notebook atau Ultrabook atau bahkan Tablet, ditambah spek hardware yang lumayan, Chromebook tentu sangat menggoda hati. Namun sebelum membelinya, kita perlu tahu apa itu Chromebook dan untuk apa dia itu sebenarnya.

Menurut Mbak Wiki, Chromebook adalah laptop yang menggunakan Sistem Operasi Chrome dari Google. Laptop ini mengusung konsep thin client yang mana aplikasi (dan data) ada di web cloud. Karena ada di cloud, maka dibutuhkan koneksi internet untuk bisa mengakses aplikasi dan data ini.


{ Gambar dipinjam dari Wikipedia }

Secara hardware, mungkin tidak banyak perbedaannya dengan laptop biasa, arsitekturnya sama. Hanya saja biasanya Chromebook memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih kecil dan menggunakan tipe SSD yang lebih cepat dari pada harddisk konvensional. Disamping penggunaan prosesor secukupnya karena OS didesain simpel dan ringan. Bahkan untuk boot cukup beberapa detik saja.

Sedangkan Chrome OS dibangun dari kernel Linux dan browser Google Chrome. Dari browser Chrome inilah semua aplikasi dijalankan. Jika Anda pernah menjalankan Gmail dan teman-temannya (Kalendar, Drive, Task, Maps, Youtube), ya seperti itulah konsepnya. Semuanya dijalankan dari browser.

Baca selebihnya »

Sesimpel Menekan 1 Tombol

Hiks, beberapa jam bercengkerama dengan server colocation secara remote. Karena keterbatasan akses, maka konfigurasi dilakukan via webmin (webbased administration). Beberapa service sudah jalan, termasuk web server & email server. Lha kok mengapa email tidak bisa diakses via POP/IMAP? Padahal dicek semua service jalan dengan baik?

webmin
webmin

Ketika semuanya buntu, iseng-iseng daku menekan tombol “Apply Configuration” di setup Dovecot. Walau pun tidak ada konfigurasi yang diubah, namun karena sudah buntu, ya langkah ini perlu dicoba.

Dan ternyata setelah itu dilakukan, akses email via email client bisa dilakukan! Weks… sesimpel itu! 1.5 jam ngoprek bisa diatasi hanya dengan menekan 1 tombol saja. Lha jadi kemarin-kemarin Dovecot ini belum berjalan dengan baik? Hiks… Benar-benar pelajaran berharga.

Selamat berakhir pekan, Sobat!

Memang Harus Pakai Linux

Kemarin kami ngobrol dengan vendor SIM yang secara keseluruhan menggantungkan teknologinya di platform Windows. Secara tampilan bagus sekali. Apalagi ketika menampilkan BI (business intelligent) yang sangat atraktif tampilannya. Sangat mirip dengan dashboard mobil ketika menampilkan grafik-grafik data.

Namun kemudian diskusi tidak lagi mengarah ke software lagi, tetapi lebih mengarah ke kehandalan platform. Seperti diakui oleh vendor tersebut, salah satu client-nya pernah bermasalah besar dengan virus. Dan itu sangat sulit sekali diatasi. Bahkan sistem harus down selama beberapa hari.

Baca selebihnya »

Lupa Password Linux

Hari ini daku punya tugas untuk mengkonfigurasi server client di Bandung. Masalah muncul ketika malam tadi kami menghadapi servernya dan kami semua lupa passwordnya. Nah loh.

Setelah mencoba semua password seingat kami dan gagal, maka aku memutuskan untuk meng-hack-nya. Kebetulan dulu (sekitar tahun 2000) pernah kursus Linux dan pernah diajarin me-reset password. Agak lupa sih, ada satu step yang miss. Untung ada bantuan dari Mbah Google sehingga proses reset berhasil.

Akhirnya daku sadar bahwa mereset password Linux lebih mudah daripada Windows.