Aplikasi-aplikasi Untuk Ubuntu

Sepertinya sudah berkali-kali saya meng-install Ubuntu, baik di laptop, server mau pun di Virtual Machine. Dan setiap kali install Ubuntu, setiap kali pula saya harus mengulangi meng-install beberapa aplikasi yang menunjang pekerjaan dan hobi saya. Sayangnya kadang kala saya lupa apa saja yang harus saya install sehingga ketika dibutuhkan perlu install dulu. Jika dalam kondisi terburu-buru tentu sangat tidak menguntungkan, misalnya saat akan meeting atau bertemu client. Apalagi jika terjadi gangguan koneksi internet.

Jadi perkenankanlah saya menuliskan daftar apa saja yang harus/perlu saya install di Ubuntu baru. Tentu ini sekedar pengingat bagi diri sendiri jika kelak diperlukan install Ubuntu lagi. Seperti saat ini di mana saya perlu install Ubuntu lagi karena upgrade SSD NVMe.

SERVER

  1. Tasksel. Ini adalah sebuah utility installer yang sangat membantu. Dengan tasksel ini meng-install beberapa aplikasi dapat dilakukan dengan cara yang praktis.
  2. LAMP. Ini adalah stack aplikasi yang sangat diperlukan oleh server Linux, meliputi Apache, MySQL dan PHP. Gunakan tasksel untuk menginstall stack LAMP supaya mudah.
  3. NodeJS dan NPM. Penting untuk server aplikasi dengan bahasa JavaScript.
  4. PHPMyAdmin. Aplikasi berbasis web ini sangat penting ketika diperlukan administrasi database MySQL secara remote.
  5. OpenSSH. Sangat penting supaya server bisa di-remote secara ssh. Juga tersedia utility penting seperti ssh-keygen dan ssh-copy-id supaya sesi ssh tidak perlu lagi login.
  6. Samba. Sifatnya opsional saja karena ada beberapa cara lain yang lebih secure seperti sFTP atau scp.
  7. sFTP. Sifatnya opsional saja. Belakangan saya lebih sering menyalin file secara remote dengan scp.
  8. Postfix. Sifatnya opsional saja tergantung apakah kita akan menjadikan server ini sebagai server email.
  9. Ufw. Sebuah firewall ringan dan praktis. Sangat diperlukan.
  10. Htop. Ini adalah aplikasi ringan berbasis teks untuk memonitor kerja CPU dan memori dan aplikasi apa saja yang sedang bekerja di server.
  11. Mytop. Seringkali kita perlu melihat apa saja yang terjadi di server database. Dengan aplikasi ini kita bisa melihat query apa saja yang sedang berjalan dan ada berapa koneksi ke server database. Jika diperlukan kita bisa membunuh query yang lambat.
  12. MC (midnight commander). Sebenarnya tidak terlalu penting. Tapi ketika server dikonfigurasi headless dan perlu diakses dari jarak jauh, maka menggunakan mc akan sangat membantu ketika berurusan dengan file/direktori. Saya sangat suka mc karena mengingatkan saya pada NC (Norton commander) di era masa lalu.
  13. Tightvncserver. Sebuah server VNC. Tidak terlalu dibutuhkan sebenarnya. Tapi kadang asyik juga remote server dengan GUI.
  14. Rkhunter. Sangat diperlukan untuk mengecek apakah ada penyusupan malware di server.
  15. Speedtest-cli. Sangat diperlukan untuk mengetest kecepatan jaringan di server.
  16. Nmap dan beberapa utility jaringan lain.

DESKTOP/LAPTOP

Berhubung kerjaan saya adalah programmer, maka laptop juga saya fungsikan sebagai server. Jadi apa yang terdaftar di SERVER di atas juga saya install di laptop. Sedangkan Ubuntu Desktop yang saya install sudah mengikutkan banyak aplikasi berguna seperti LibreOffice, Remmina, transmission torrent, dll. Namun saya tetap membutuhkan beberapa aplikasi yang perlu saya install secara manual. Yaitu:

  1. VirtualBox. Aplikasi ini sangat penting untuk membuat VM di laptop. Kadang kita perlu experimen atau belajar sesuatu di sistem operasi terbatas di VM. Ketika bermasalah atau ketika tidak dibutuhkan lagi tinggal dihapus tanpa mempengaruhi sistem utama.
  2. Chrome. Sebenarnya Ubuntu sudah mempunyai browser bawaan Mozilla Firefox yang cukup powerfull. Namun Chrome memiliki banyak keunggulan penting seperti integrasi dengan Google dan G-Suite. Bahkan Youtube lebih baik dijalankan di Chrome.
  3. Geany. Ini sebuah editor ringan favorit saya sejak dahulu kala. Sebenarnya banyak editor lain yang lebih fancy seperti Atom, Visual Studio Code Editor, dll. Namun saya selalu balik lagi menggunakan Geany karena ringan dan bersih tampilannya.
  4. Android Studio. Digunakan untuk membuat aplikasi di Android.
  5. Scrcpy. Sangat berguna untuk digunakan me-remote hape Android. Sangat membantu juga ketika digunakan saat membuat aplikasi Android karena aplikasi bisa langsung diuji coba ke hape sedangkan tampilan hape-nya tetap di komputer. Tidak perlu bolak-balik pegang hape.
  6. Arduino IDE. Digunakan untuk ngoprek Arduino dan kawan-kawannya.
  7. Fritzing. Digunakan untuk mendesain PCB dengan cara yang paling mudah.
  8. GIMP. Untuk editor foto/gambar.
  9. InkScape. Untuk menggambar vector.
  10. VLC. Untuk nonton video/film. Saya gunakan juga untuk nonton TV digital yang saya streaming dari Raspberry Pi + TV HAT dengan TVHeadEnd. Alternatif lain yang cukup baik adalah omxplayer yang sangat ringan karena dijalankan dari terminal.
  11. VNC Viewer. Digunakan untuk remote desktop ke server-server. Bisa juga menggunakan Remmina yang memiliki dukungan lebih banyak seperti VNC, RDP, VNC over SSH, dll.
  12. Postman. Untuk menguji coba API/Web Service.
  13. Mysql-workbench-community. Sayangnya belum ada versi untuk Ubuntu 19.04. Padahal di Ubuntu 18.04/10 bisa di-install dan berjalan dengan baik. Alternatif lain adalah Tora. Tapi saya kurang cocok dengan Tora.
  14. Kazam. Untuk screen recorder. Sangat diperlukan saat membuat video tutorial.
  15. Etcher. Digunakan untuk menyalin file image ke USB atau SDCard. Sangat dibutuhkan ketika membuat OS di SDCard untuk Raspberry Pi.
  16. Git. Penting untuk versioning code.
  17. TestDisk. Sebuah utility berbasis teks untuk recovery file.

Sedangkan berikut ini adalah beberapa aksesoris yang tidak terlalu diperlukan, tapi bagus juga jika di-install.

  1. CPU G. Ini seperti CPU Z yang legendaris itu. Fungsinya sekedar mengetahui merek dan tipe jeroan komputer kita seperti CPU, Motherboard, RAM, dll.
  2. Slimbook Battery. Jika Ubuntu di-install di laptop, maka aplikasi ini sangat diperlukan supaya baterai bisa lebih hemat. Karena secara alami Ubuntu itu menggenjot sistem secara optimal sehingga cenderung lebih boros baterai.
  3. Terminator. Sebenarnya ini cuma terminal/console saja di mana Ubuntu sudah punya terminal bawaan yang cukup baik. Keunggulan Terminator adalah di kemampuannya membagi jendela Terminator menjadi beberapa terminal. Kita bisa membaginya ke vertikal atau horizontal.
  4. Cmatrix. Hahaha ini cuma aplikasi iseng saja. Bisa difungsikan sebagai screensaver. Yang menarik adalah karena tampilannya seperti di video Matrix yang dibintangi Keanu Reeves.
  5. Tor Browser. Jika ingin browsing situs yang diblokir oleh pemerintah, maka Tor Browser ini adalah solusi praktis dibandingkan jika harus install VPN.

Nah kan ternyata banyak sekali. Makanya seringkali ada saja yang tertinggal. Tapi ya paling asyik kalau saat diperlukan baru di-install. Sayangnya tidak setiap saat tersedia koneksi internet yang memadai seperti ketika harus tugas luar kota. Dan kadang kala ukuran aplikasi yang harus di-download sangat besar. Jadi lebih baik jika aplikasi sudah terinstall dan kapan saja diperlukan siap digunakan.

Sepertinya daftar di atas akan terus bertambah saat saya menyadari apakah ada yang terlupa. Atau belakangan baru tahu ada aplikasi baru/penting yang perlu di-install juga. Jadi daftar di atas akan dinamis. Masukan dari pembaca juga mungkin baik sehingga saya perlu meng-install aplikasi usulan tersebut juga.

Walau pun tulisan ini cenderung sebagai pengingat bagi diri sendiri, tapi mungkin pembaca juga dapat memperoleh manfaat juga.

Oh iya, beberapa aplikasi yang berhubungan dengan multimedia tetap lebih asyik menggunakan versi MacOS/iOS seperti misalnya iMovie, Garageband, Procreate, dll. Jadi untuk kebutuhan edit multimedia tersebut lebih baik di MacBook Pro atau iPad.

Salam.

Iklan

Shell Script vs PHP CLI

Saya memerlukan sebuah script kecil untuk memonitor jumlah antrian email yang tertunda tidak terkirim. Jika jumlahnya di atas 10 dan 50 email, maka script harus segera mengirimkan email ke saya supaya saya bisa segera melihat apa yang terjadi di server.

Soalnya beberapa kali server kami diserang malware yang mengakibatkan server kami menjadi server relay/spammer yang mengirimkan ribuan email spam dan kemudian di-block oleh server anti spam. Akibatnya email dari server kami ditolak oleh mail server yang menggunakan referensi dari server anti spam.

Tadinya saya mau bikin bash/shell script. Tapi rupanya saya perlu belajar sintaks-nya yang rada njelimet. Hampir sejam belajar dan merasa kok bahasanya bikin males. Untung bukan kertas, kalau kertas bisa saja saya sobek-sobek.
Baca selebihnya »

OpenPOWER, are you ready?

Hari Kamis lalu kami berkesempatan hadir dalam acara IBM Meet The Experts 2015. Acara ini adalah kali ke-2 yang dilakukan oleh IBM di Indonesia. Kali ini acara dilakukan di Hotel JW Marriott. Topiknya adalah “OpenPOWER, are you ready?”

Berikut adalah daftar acaranya:

  1. Why Power with IBM Power
  2. ISV Success Stories
  3. ISV Support Structure
  4. Manage your database with TIBERO, an optimized solution on IBM PowerLinux
  5. Are you ready with IBM PowerLinux Solutions
  6. Porting Consideration
  7. POWER8 Live Demo

op1
Baca selebihnya »

LAMPP versus XAMPP

Sebagai developer aplikasi web, siapa sih yang tidak kenal LAMPP/XAMPP? Sekedar informasi LAMPP itu singkatan dari Linux, Apache, MySQL, PHP dan Perl, yang merupakan sebuah platform aplikasi berbasis web paling banyak digunakan di dunia. Sedangkan XAMPP adalah LAMPP versi MS Windows. Dengan XAMPP, instalasi, penggunaan dan pengelolaan platform ini menjadi mudah, semudah menekan tombol-tombol di XAMPP Control Panel.

Sejak menggunakan laptop pas-pasan untuk bekerja, daku sedikit ngomel tentang performanya. Rasanya kok lelet banget. Kalah dengan laptop lamaku yang hanya punya otak Intel Core 2 Duo dengan RAM cuma 2 GB tapi menggunakan Ubuntu 13.10. Daku pun penasaran, apakah benar laptop ATIV Book 9 Lite-ku ini memang performanya pas-pasan? Memalukan!

Lubuntu di Virtual Machine
Lubuntu di Virtual Machine

Maka daku pun mencoba melakukan uji coba sederhana, bagaimana performa laptopku ini jika menggunakan Linux? Maka daku pun men-setup Virtual Machine dengan Oracle VM VirtualBox untuk mesin Lubuntu 13.10 versi 32bit. Daku mengalokasikan Processor 2 Core, RAM 1280 MB dan Virtual Storage 20 GB. Setelah itu daku menginstall LAMP, Samba dan Open SSH via tasksel. Tidak lupa melakukan update OS dulu supaya semuanya lancar. Oh iya, sebagai tambahan, kita perlu install aplikasi dari VBoxGuessAddition supaya OS bisa berjalan dengan lancar di VirtualBox.

Supaya adil, daku memindahkan database dan aplikasi kami ke mesin virtual ini. Karena ukurannya besar, daku sampai ketiduran saat migrasi ke VM, maklum sudah jam 3 pagi, mata sudah 5 watt. Paginya dilanjut ngoprek dan semuanya selesai dengan baik.

Baca selebihnya »

Beli Notebook Chromebook Yuk?

Asli, ajakan beli Chromebook di judul cuma sekedar provokasi. Nyatanya saya tidak akan membeli Chromebook. Dan tidak menyarankan Anda untuk membeli Chrombeook. Memang sih, dengan harganya yang sangat kompetitif dibanding Notebook atau Ultrabook atau bahkan Tablet, ditambah spek hardware yang lumayan, Chromebook tentu sangat menggoda hati. Namun sebelum membelinya, kita perlu tahu apa itu Chromebook dan untuk apa dia itu sebenarnya.

Menurut Mbak Wiki, Chromebook adalah laptop yang menggunakan Sistem Operasi Chrome dari Google. Laptop ini mengusung konsep thin client yang mana aplikasi (dan data) ada di web cloud. Karena ada di cloud, maka dibutuhkan koneksi internet untuk bisa mengakses aplikasi dan data ini.


{ Gambar dipinjam dari Wikipedia }

Secara hardware, mungkin tidak banyak perbedaannya dengan laptop biasa, arsitekturnya sama. Hanya saja biasanya Chromebook memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih kecil dan menggunakan tipe SSD yang lebih cepat dari pada harddisk konvensional. Disamping penggunaan prosesor secukupnya karena OS didesain simpel dan ringan. Bahkan untuk boot cukup beberapa detik saja.

Sedangkan Chrome OS dibangun dari kernel Linux dan browser Google Chrome. Dari browser Chrome inilah semua aplikasi dijalankan. Jika Anda pernah menjalankan Gmail dan teman-temannya (Kalendar, Drive, Task, Maps, Youtube), ya seperti itulah konsepnya. Semuanya dijalankan dari browser.

Baca selebihnya »

Sesimpel Menekan 1 Tombol

Hiks, beberapa jam bercengkerama dengan server colocation secara remote. Karena keterbatasan akses, maka konfigurasi dilakukan via webmin (webbased administration). Beberapa service sudah jalan, termasuk web server & email server. Lha kok mengapa email tidak bisa diakses via POP/IMAP? Padahal dicek semua service jalan dengan baik?

webmin
webmin

Ketika semuanya buntu, iseng-iseng daku menekan tombol “Apply Configuration” di setup Dovecot. Walau pun tidak ada konfigurasi yang diubah, namun karena sudah buntu, ya langkah ini perlu dicoba.

Dan ternyata setelah itu dilakukan, akses email via email client bisa dilakukan! Weks… sesimpel itu! 1.5 jam ngoprek bisa diatasi hanya dengan menekan 1 tombol saja. Lha jadi kemarin-kemarin Dovecot ini belum berjalan dengan baik? Hiks… Benar-benar pelajaran berharga.

Selamat berakhir pekan, Sobat!

Memang Harus Pakai Linux

Kemarin kami ngobrol dengan vendor SIM yang secara keseluruhan menggantungkan teknologinya di platform Windows. Secara tampilan bagus sekali. Apalagi ketika menampilkan BI (business intelligent) yang sangat atraktif tampilannya. Sangat mirip dengan dashboard mobil ketika menampilkan grafik-grafik data.

Namun kemudian diskusi tidak lagi mengarah ke software lagi, tetapi lebih mengarah ke kehandalan platform. Seperti diakui oleh vendor tersebut, salah satu client-nya pernah bermasalah besar dengan virus. Dan itu sangat sulit sekali diatasi. Bahkan sistem harus down selama beberapa hari.

Baca selebihnya »