Kehabisan Saldo e-Toll Card

Pria berkaos putih di foto ini adalah seorang pengemudi yang sedang berupaya meminjam kartu e-Toll kepada pengemudi di belakangnya. Mungkin eTC-nya habis sehingga tidak bisa dipergunakan.

Sayangnya sedan putih di belakangnya tidak mau meminjamkan e-TC-nya. Mungkin khawatir kalau dibawa kabur? Dan pria tersebut pun mencoba ke mobil berikutnya. Dan antrian pun semakin panjang. Para mobil di belakangnya mulai berebut pindah jalur gerbang tol.

Sementara saya lihat petugas hanya berjaga di mobil si pria yang kehabisan saldo itu. Kalau tempo hari yang saya lihat (baca: “Terjawab Sudah (e-Toll Card)”) yang berusaha meminjam kartu ke mobil lain adalah si petugas.

e-Toll Card

Prihatin deh kalau sering kena macet di pintu gerbang toll. Seperti tadi sore saat pulang, papan petunjuk menampilkan kalau pintu gerbang toll padat sampai 2 km. Untungnya belum banyak yang pakai e-Toll card, jadi gerbang e-toll card lengang & daku pun bisa nyelonong masuk ke gerbang khusus tersebut. Tapi ada beberapa pertanyaan yang belum sempat kutemukan jawabannya, yaitu:

1. Dimana kita bisa mengetahui saldo akhir kartu ini? Kayaknya tidak ada display saat menempelkan kartu ini di mesin e-toll card. Asmen sih bilang kalau kita bisa ngecek di Indomaret sekalian mengisinya di sana. Weks, di sekitar apartemen adanya Alfamaret, hiks…

2. Ketika kita masuk gerbang e-toll card yang berpalang itu, kemudian menempelkan kartu kita di mesin tapi ternyata saldonya kurang bagaimana? Maju tidak bisa karena terhalang palang, sedangkan mundur juga tidak bisa karena tentu ada antrian di belakang kita. Dan di gerbang khusus ini tidak ada petugas sama sekali. Wah, bakal bikin kemacetan juga nih, hehehe…

3. Ternyata ada kalanya mesin e-toll card tersebut tidak bisa mengeluarkan bukti pembayaran. Memang sih sebagian besar dari kita tidak membutuhkan bukti pembayaran ini, tetapi bagi karyawan tugas luar atau sopir yang dibiayai kantor tentu memerlukan kertas tersebut untuk reimbursement/klaim. Pengalamanku sih baru menikmati beberapa kali saja kertas bukti ini keluar dari mesin. Selanjutnya jarang. Kecuali saat lewat gardu biasa tapi menggunakan kartu, dan kemudian petugas memberikan kertasnya.

4. Apakah bisa kita meminta bukti penggunaan kartu ini? Misalnya setiap bulan kita mencetak penggunaannya, meliputi tanggal-jam, jalur tol & gardu mana, biaya, dll. Kan lumayan tuh bisa untuk reimbursement.

5. Ngisinya bisa lewat e-banking gak ya? Kata Asmen sih bisa via ATM Mandiri. Hiks sayangnya kartu Mandiriku error. Padahal bakal lebih asyik jika bisa didukung oleh bank lain via jaringan ATM Bersama atau Prima.

6. Ngisinya bisa lewat debet pulsa nggak ya? Kan asyik tuh jika penyelenggara e-toll card bekerja sama dengan operator selular untuk fitur pengisian saldo kartu ini. Asyik loh jika bisa, terutama saat di kondisi terjepit seperti poin 2 di atas, hehehe…

Sobat-sobat ada catatan tambahan tentang penggunaan e-Toll Card? Daku sih membelinya pas ditawarin petugas toll saat macet di gardu tapi gardu khusus e-toll card lengang. Langsung saja daku membelinya dan menikmati gardu khusus nan lengang itu, xixixi…

image