Ngebom Nyamuk

Weh, membunuh nyamuk dengan bom? Ini tentu lebay sangad. Namun yang harus diakui, langkah ini ternyata berhasil. Nyamuk di rumah Anda bakal mampus tuntas. Mungkin nyamuk-nyamuk di rumah tetangga juga akan ikut terbasmi. Tentu langkah ini akan membawa efek samping yg dahsyat, yaitu hancurnya rumah Anda dan mungkin juga rumah tetangga Anda. (*ya iyalah*)

Nah, kalau Bunda membahas kelebayan ini, maka daku akan membahas efektivitas dan efisiensi dari apa yang kita lakukan.

Contoh di atas tentu akan diamini bahwa cara membunuh nyamuk dengan bom adalah suatu tindakan yang efektif, karena cara ini berhasil membunuh nyamuk. Tapi apakah tindakan di atas termasuk yang efisien? Tentu kita akan sepakat menjawab: TIDAK. Anda tentu tahu apa alasannya, tho?

Baca selebihnya »

R.E.A.C.H

Dalam raker (rapat kerja) minggu lalu daku kembali diingatkan pentingnya prinsip untuk berhubungan atau berkomunikasi interpersonal. Prinsip ini disingkat REACH, yaitu: Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble. Daku yakin sebagian besar dari kita sudah mengerti hal ini. Namun seperti halnya daku, kebanyakan dari kita belum menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa bisa demikian? Rupanya banyak penghalang dari dalam diri kita sendiri yang membuat kita tidak dapat (atau ogah/gengsi) menerapkan REACH ini. Terutama jika harga diri atau ego kita terlalu besar. Hahahaha…

Padahal keberhasilan kita dalam hidup, berkeluarga dan bekerja sangat ditunjang oleh keterampilan dalam berhubungan atau berkomunikasi interpersonal.

Belajar dan Mengajar Tidak Pernah Mudah

Pembaca pasti pernah nonton film kungfu kan? Nah, daku jadi teringat film-film kungfu ketika sedang berintrospeksi mengapa daku tidak dapat melakukan alih pengetahuan kepada anak buah dengan baik. Sudah berkali-kali diajarkan pun tidak ada yang nyanthol di kepala mereka. Apakah caraku yang salah? Apakah ada yang salah ketika aku mengajarkan mereka?

Nah, di saat interospeksi inilah daku kemudian teringat pada film-film kungfu tersebut. Seringkali dalam film tersebut dikisahkan seorang pemuda yang sombong dan suka nantangin orang lain untuk berkelahi. Hingga suatu saat (seperti biasanya) pemuda sombong tadi kalah oleh seorang tua yang dari sosoknya saja tidak meyakinkan untuk bisa berantem. Tapi kenyataannya berbeda, si pemuda dengan tubuh atletis ternyata dapat dengan mudah dikalahkan tubuh renta tersebut.

Dan ternyata walau pun si pemuda ini adalah pemuda yang sombong, dia rupanya punya hati besar untuk menyadari kesalahannya dan kesombongannya. Si pemuda akhirnya memohon untuk dapat berguru kepada si tua yang ternyata adalah pendekar terkenal pada masanya.

Baca selebihnya »

Sangat Berat Langkahmu, Sobat

Benar-benar masa depan yang berat bagimu, Sobat. Ketika engkau didaulat menjadi seorang pemimpin, ternyata engkau harus memimpin beberapa orang skeptis dengan pola pikir sempit. Di awal kepemimpinanmu ini beberapa orang skeptis telah mempermainkan waktu, tenaga & pikiranmu dalam sebuah titik yang menjebakmu seperti black hole sehingga enggan bergerak. Bagaimana bisa maju? Atau malah engkau akan terseret ke dalamnya?

Di awal kepemimpinanmu, engkau melangkah terseok karena terikat tali yang menarikmu ke arah berlawanan seolah menghambatmu untuk berlari melesat ke depan. Tidakkah kau sadari bahwa telah banyak waktu, tenaga dan pikiranmu yang terbuang? Tidakkah kau sadari bahwa emosimu pun mulai terkuras?

Baca selebihnya »